PILARadio.com – Nama Taylor Swift kembali muncul dalam konteks yang tidak biasa. Kali ini, nama penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat tersebut tidak hanya berkaitan dengan musik, album, maupun konser, tetapi juga digunakan dalam dunia sains.
Para peneliti dari University of California, Riverside (UCR) mengabadikan nama Taylor Swift untuk menamai sejumlah spesies serangga pemakan tumbuhan yang baru ditemukan dari Australia.
Penggunaan nama Taylor Swift tersebut menjadi bagian dari penelitian yang mendeskripsikan 12 spesies serangga baru. Penelitian itu telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Insect Systematics and Evolution.
Yang membuatnya semakin menarik, nama Taylor Swift tidak hanya digunakan secara langsung. Para peneliti juga mengambil inspirasi dari sejumlah album dan istilah yang sangat dekat dengan perjalanan karier sang penyanyi.
Salah satu genus serangga baru tersebut diberi nama Swiftiephylus. Nama ini merupakan gabungan dari kata “Swiftie”, sebutan populer bagi para penggemar Taylor Swift, dan “Phylus”, nama yang umum digunakan untuk kelompok serangga tersebut.
Tidak berhenti di tingkat genus, empat spesies di dalam kelompok tersebut juga mendapatkan nama yang terinspirasi dari Taylor Swift dan album-albumnya.
Keempat spesies tersebut adalah Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum.
Nama-nama tersebut merupakan bentuk Latin yang merujuk pada “Taylor”, “lover”, “fearless”, dan “poets”.
Penamaan tersebut menjadi cara unik para peneliti untuk menghubungkan dunia musik dengan dunia entomologi.
Nama Taylor Swift Diabadikan dalam Dunia Sains
Bagi Taylor Swift, penghormatan berupa penggunaan namanya sebagai nama spesies tentu menjadi sesuatu yang tidak biasa.
Selama ini, nama Taylor Swift sangat identik dengan industri musik. Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu paling populer di dunia dengan jutaan penggemar yang tersebar di berbagai negara.
Namun, melalui penelitian tersebut, nama Taylor Swift kini juga tercatat dalam literatur ilmiah.
Nama ilmiah sebuah spesies memiliki fungsi penting dalam dunia biologi. Penamaan digunakan untuk membedakan satu spesies dengan spesies lainnya sekaligus membantu para peneliti di berbagai negara menggunakan istilah yang sama ketika membahas organisme tertentu.
Karena itu, pemberian nama yang terinspirasi dari tokoh terkenal bukan sekadar gimmick.
Nama tersebut tetap menjadi bagian dari proses ilmiah dalam mendeskripsikan dan mengklasifikasikan spesies.
Dalam kasus ini, para peneliti memilih nama yang memiliki hubungan dengan Taylor Swift karena adanya ketertarikan pribadi sekaligus harapan agar masyarakat lebih memperhatikan keberadaan serangga dan pentingnya menjaga ekosistem.
Penamaan tersebut juga memperlihatkan bahwa dunia sains tidak selalu terpisah dari budaya populer.
Ada Genus Bernama Swiftiephylus
Salah satu bagian paling menarik dari penelitian tersebut adalah munculnya nama Swiftiephylus.
Nama tersebut secara langsung mengingatkan pada istilah “Swiftie”, sebutan yang digunakan untuk para penggemar Taylor Swift.
Sementara itu, “Phylus” merupakan unsur nama yang umum digunakan dalam kelompok serangga yang diteliti.
Gabungan kedua istilah tersebut menghasilkan nama genus yang terdengar sangat dekat dengan dunia Taylor Swift.
Bagi penggemar sang penyanyi, nama Swiftiephylus tentu mudah dikenali.
Penggunaan istilah Swiftie juga menjadi salah satu cara untuk memberikan identitas unik terhadap kelompok serangga tersebut.
Namun, di balik nama yang terdengar populer tersebut tetap terdapat proses penelitian ilmiah.
Para peneliti harus melakukan identifikasi terhadap karakteristik serangga sebelum menentukan bahwa organisme tersebut merupakan spesies yang berbeda dan layak dideskripsikan secara ilmiah.
Penamaan kemudian menjadi bagian dari proses untuk memperkenalkan spesies tersebut kepada komunitas ilmiah.
Empat Spesies Terinspirasi Taylor Swift dan Albumnya
Tidak hanya genus, empat spesies dalam kelompok tersebut juga mendapatkan nama yang berkaitan dengan Taylor Swift.
Keempat nama itu adalah Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum.
Masing-masing nama memiliki kaitan dengan kata atau judul yang berhubungan dengan Taylor Swift.
Swiftiephylus taylorae merujuk pada nama Taylor.
Sementara itu, Swiftiephylus amator berkaitan dengan kata “lover”. Kata tersebut tentu mengingatkan penggemar Taylor Swift pada album Lover.
Kemudian ada Swiftiephylus intrepidus, yang berkaitan dengan kata “fearless”. Kata tersebut juga sangat erat dengan salah satu album Taylor Swift, yakni Fearless.
Spesies berikutnya adalah Swiftiephylus poetorum, yang berkaitan dengan kata “poets”. Istilah tersebut mengingatkan pada album The Tortured Poets Department.
Pemilihan nama-nama tersebut membuat hubungan antara spesies baru dengan Taylor Swift semakin jelas.
Bagi penggemar musik Taylor Swift, empat nama itu bahkan dapat menjadi semacam teka-teki kecil yang menghubungkan nama ilmiah serangga dengan karya sang penyanyi.
Mahasiswa UCR di Balik Usulan Nama
Nama-nama yang berkaitan dengan Taylor Swift tersebut tidak muncul begitu saja.
Salah satu sosok yang memiliki peran dalam usulan penamaan itu adalah Sarah Schroeder, mahasiswa doktoral entomologi di University of California, Riverside.
Schroeder diketahui merupakan penggemar Taylor Swift atau Swiftie sejak lama.
Ketertarikannya terhadap Taylor Swift kemudian bertemu dengan bidang yang sedang ia tekuni, yaitu entomologi.
Entomologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga.
Bagi Schroeder, penggunaan nama yang berkaitan dengan Taylor Swift memiliki potensi lebih besar daripada sekadar memberikan nama yang unik.
Ia berharap nama yang mudah dikenali tersebut dapat membuat lebih banyak orang tertarik untuk mengetahui serangga yang sedang diteliti.
Hal tersebut menjadi penting karena serangga sering kali tidak mendapatkan perhatian sebesar hewan-hewan lain.
Ketika masyarakat mendengar tentang spesies baru, perhatian biasanya lebih mudah muncul jika ada sesuatu yang familiar.
Dalam hal ini, nama Taylor Swift menjadi jembatan antara budaya populer dan dunia penelitian.
Kenapa Nama Taylor Swift Dipilih?
Penggunaan nama Taylor Swift pada spesies serangga baru tentu menimbulkan pertanyaan.
Mengapa para peneliti memilih nama seorang penyanyi untuk menamai serangga?
Salah satu alasannya berkaitan dengan upaya menarik perhatian masyarakat.
Serangga memiliki peran penting dalam ekosistem. Namun, tidak semua orang tertarik mempelajari serangga atau mengetahui betapa beragamnya organisme tersebut.
Nama yang berkaitan dengan tokoh populer dapat membuat sebuah penelitian lebih mudah mendapatkan perhatian publik.
Dalam kasus ini, jutaan penggemar Taylor Swift menjadi kelompok yang berpotensi tertarik untuk mencari tahu tentang spesies serangga yang menggunakan nama sang idola.
Setidaknya, seseorang yang awalnya tidak memiliki ketertarikan terhadap serangga mungkin akan penasaran setelah mengetahui bahwa ada spesies bernama Swiftiephylus.
Dari rasa penasaran tersebut, informasi mengenai serangga, habitat, ekosistem, dan konservasi dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
Penampilan Serangga Juga Menjadi Inspirasi
Ada alasan lain yang membuat pemilihan nama tersebut terasa semakin menarik.
Serangga yang menjadi bagian dari penelitian itu memiliki warna kuning pucat dengan aksen merah.
Kombinasi warna tersebut disebut memiliki kemiripan dengan penampilan Taylor Swift yang dikenal dengan rambut pirang dan lipstik merah.
Dengan demikian, inspirasi penamaan tidak hanya berasal dari status Sarah Schroeder sebagai seorang Swiftie.
Penampilan fisik serangga juga memberikan alasan tambahan yang membuat kaitannya dengan Taylor Swift terasa masuk akal.
Warna tubuh serangga yang didominasi kuning pucat dapat mengingatkan pada rambut pirang sang penyanyi.
Sementara aksen merah pada tubuh serangga menjadi pengingat terhadap salah satu elemen penampilan Taylor Swift yang cukup ikonik.
Hal ini membuat proses pemberian nama terasa lebih personal dan memiliki cerita tersendiri.
Serangga Baru Ini Ditemukan di Australia
Spesies yang diberi nama terinspirasi Taylor Swift tersebut diketahui berasal dari Australia.
Serangga itu hidup di sekitar pohon dan semak she-oak.
Habitat tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan serangga karena tumbuhan menyediakan lingkungan yang mendukung keberadaan mereka.
Australia sendiri dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Benua tersebut memiliki banyak spesies tumbuhan dan hewan yang tidak ditemukan di wilayah lain.
Kondisi geografis dan sejarah evolusi Australia membuat kawasan ini menjadi salah satu wilayah penting dalam penelitian keanekaragaman hayati.
Penemuan spesies baru di Australia sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya mengejutkan.
Para peneliti masih terus menemukan dan mendeskripsikan berbagai organisme yang sebelumnya belum tercatat secara resmi.
Namun, penggunaan nama yang terinspirasi dari Taylor Swift membuat penemuan tersebut mendapatkan perhatian yang lebih luas.
Tidak Diketahui Membahayakan Manusia
Bagi masyarakat yang mungkin merasa khawatir setelah mendengar tentang spesies serangga baru tersebut, ada informasi yang cukup menarik.
Serangga tersebut diketahui merupakan serangga pemakan tumbuhan dan sejauh ini tidak diketahui membahayakan manusia maupun hewan.
Artinya, keberadaan mereka tidak berkaitan dengan ancaman langsung terhadap manusia.
Seperti banyak serangga lainnya, mereka memiliki hubungan dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Keberadaan serangga dalam sebuah ekosistem juga tidak bisa dipandang hanya dari sisi apakah mereka menguntungkan atau merugikan manusia.
Setiap organisme memiliki peran masing-masing dalam lingkungan.
Karena itu, penelitian terhadap spesies baru penting untuk mengetahui bagaimana organisme tersebut hidup, apa yang dimakannya, di mana habitatnya, dan bagaimana hubungan mereka dengan lingkungan sekitar.
Serangga Memiliki Peran Penting dalam Ekosistem
Serangga sering kali dianggap sebagai hewan kecil yang mengganggu.
Padahal, dalam ekosistem, keberadaan serangga sangat penting.
Berbagai jenis serangga berperan dalam rantai makanan.
Ada serangga yang menjadi makanan bagi burung, reptil, mamalia kecil, dan organisme lainnya.
Ada pula yang membantu proses penyerbukan tanaman.
Sebagian serangga juga berperan dalam proses penguraian material organik.
Karena itu, keberadaan sebuah spesies serangga tidak bisa dinilai hanya dari bentuk tubuh atau ukurannya.
Penelitian terhadap serangga membantu ilmuwan memahami bagaimana sebuah ekosistem bekerja.
Dalam konteks spesies baru yang diberi nama berkaitan dengan Taylor Swift, perhatian publik terhadap nama tersebut diharapkan dapat membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai pentingnya serangga.
Penamaan Spesies Bisa Menarik Perhatian Publik
Memberikan nama spesies dengan sesuatu yang familiar bukan hal yang sepenuhnya baru dalam dunia sains.
Dalam sejarah penelitian, berbagai organisme pernah mendapatkan nama yang terinspirasi dari tokoh terkenal, karakter fiksi, musisi, aktor, hingga tokoh budaya populer.
Tujuannya bisa beragam.
Dalam beberapa kasus, nama diberikan sebagai bentuk penghormatan.
Dalam kasus lain, nama dipilih karena karakteristik organisme dianggap memiliki kemiripan dengan tokoh yang dijadikan inspirasi.
Ada juga peneliti yang menggunakan nama populer untuk membuat spesies baru lebih mudah dikenali oleh masyarakat.
Cara tersebut bisa menjadi strategi komunikasi sains yang menarik.
Penelitian ilmiah yang biasanya hanya dibaca oleh kalangan akademisi dapat memperoleh perhatian dari masyarakat luas ketika memiliki unsur yang familiar.
Dalam penelitian ini, nama Taylor Swift menjadi salah satu daya tarik tersebut.
Hubungan Taylor Swift dengan Album Lover
Salah satu nama spesies yang menarik perhatian adalah Swiftiephylus amator.
Nama tersebut memiliki hubungan dengan kata “lover”.
Bagi penggemar Taylor Swift, kata tersebut tentu langsung mengingatkan pada album Lover.
Album tersebut merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan musik Taylor Swift.
Karena itu, penggunaan bentuk Latin dari kata “lover” sebagai bagian dari nama ilmiah menjadi semacam penghormatan tersendiri.
Nama tersebut juga menunjukkan bagaimana peneliti memasukkan referensi budaya populer ke dalam terminologi ilmiah.
Meski terdengar unik, nama tersebut tetap mengikuti aturan penamaan ilmiah.
Ada Unsur Album Fearless
Nama berikutnya adalah Swiftiephylus intrepidus.
Nama tersebut berkaitan dengan kata “fearless”.
Bagi Taylor Swift, Fearless merupakan salah satu album yang sangat dikenal.
Album tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan karier Taylor sejak awal.
Dengan memasukkan bentuk Latin dari kata “fearless” ke dalam nama spesies, peneliti memberikan referensi lain yang dapat dikenali oleh penggemar.
Jika diperhatikan, rangkaian nama spesies tersebut seperti membawa penggemar Taylor Swift untuk menelusuri kembali sejumlah karya sang penyanyi.
Dari Taylor, Lover, Fearless, hingga Poets.
Terhubung dengan The Tortured Poets Department
Nama Swiftiephylus poetorum juga memiliki kaitan yang menarik.
Kata tersebut merujuk pada “poets”.
Referensi tersebut berkaitan dengan The Tortured Poets Department, salah satu album Taylor Swift.
Album tersebut menjadi bagian dari era musik Taylor yang lebih baru.
Dengan demikian, penamaan empat spesies tersebut mencakup referensi dari berbagai fase perjalanan Taylor Swift.
Ada nama sang penyanyi, album Lover, album Fearless, hingga referensi The Tortured Poets Department.
Bagi penggemar Taylor Swift, hubungan tersebut membuat penemuan ilmiah ini terasa semakin menarik.
Penelitian Mendeskripsikan 12 Spesies Baru
Penamaan Swiftiephylus bukan bagian terpisah dari penelitian.
Keseluruhan penelitian tersebut mendeskripsikan 12 spesies baru.
Artinya, fokus penelitian bukan hanya pada hubungan dengan Taylor Swift.
Para peneliti tetap melakukan pekerjaan utama mereka, yaitu mendeskripsikan dan mengklasifikasikan spesies yang ditemukan.
Nama Taylor Swift dan referensi album menjadi bagian dari proses penamaan beberapa spesies.
Penelitian tersebut kemudian diterbitkan dalam jurnal Insect Systematics and Evolution.
Publikasi di jurnal ilmiah menjadi bagian penting karena hasil penelitian dapat dibaca dan ditinjau oleh komunitas ilmiah.
Dari penelitian tersebut, informasi mengenai spesies baru dapat digunakan oleh peneliti lain untuk kajian berikutnya.
Dunia Musik Bertemu Dunia Entomologi
Kisah Taylor Swift yang namanya digunakan untuk spesies serangga baru memperlihatkan pertemuan dua dunia yang sekilas terlihat sangat berbeda.
Di satu sisi ada industri musik dengan konser, album, lagu, dan penggemar.
Di sisi lain ada entomologi dengan penelitian lapangan, klasifikasi, spesies, dan habitat.
Namun, keduanya bertemu melalui sebuah nama.
Hal tersebut justru membuat penelitian menjadi lebih mudah dibicarakan oleh masyarakat umum.
Seseorang yang tidak pernah membaca jurnal tentang serangga mungkin akan tertarik setelah mengetahui adanya spesies yang diberi nama berdasarkan Taylor Swift.
Dari sana, informasi tentang keanekaragaman hayati Australia bisa semakin dikenal.
Harapan untuk Konservasi
Bagi Sarah Schroeder, penggunaan nama Taylor Swift juga memiliki tujuan yang lebih besar.
Ia berharap keterkaitan dengan sang penyanyi dapat meningkatkan perhatian terhadap serangga sekaligus pentingnya konservasi.
Hal tersebut menjadi poin penting dalam penemuan spesies baru.
Menemukan spesies bukan berarti pekerjaan ilmuwan selesai.
Setelah sebuah spesies berhasil diidentifikasi, peneliti juga perlu memahami habitatnya dan bagaimana keberadaannya dapat dipertahankan.
Perubahan lingkungan, hilangnya habitat, perubahan iklim, serta aktivitas manusia dapat memengaruhi keberadaan berbagai organisme.
Serangga yang terlihat kecil dan tidak terlalu diperhatikan pun dapat mengalami dampak dari perubahan lingkungan.
Karena itu, semakin banyak masyarakat mengetahui keanekaragaman spesies, semakin besar pula peluang munculnya perhatian terhadap upaya konservasi.
Nama Unik Membuat Penemuan Lebih Mudah Diingat
Ada satu keuntungan lain dari nama yang unik.
Masyarakat lebih mudah mengingatnya.
Nama ilmiah biasanya terdengar rumit dan sulit diingat oleh orang yang tidak terbiasa dengan istilah biologi.
Namun, ketika sebuah genus menggunakan nama Swiftiephylus, orang mungkin langsung memiliki kaitan dengan Taylor Swift.
Hal tersebut membuat informasi tentang spesies baru lebih mudah menyebar.
Pemberitaan mengenai penelitian juga menjadi lebih menarik.
Pada akhirnya, masyarakat bukan hanya mengenal nama Taylor Swift, tetapi juga mengetahui bahwa ada spesies serangga baru dari Australia yang memiliki nama berkaitan dengan sang penyanyi.
Taylor Swift dan Penghormatan yang Tidak Biasa
Taylor Swift selama kariernya sudah menerima berbagai penghargaan di dunia musik.
Namun, mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa namanya suatu hari akan digunakan dalam dunia entomologi.
Penggunaan nama Taylor Swift sebagai bagian dari nama ilmiah serangga menjadi bentuk penghormatan yang cukup unik.
Lebih menarik lagi, nama tersebut tidak berdiri sendiri.
Ada cerita di baliknya, mulai dari sosok peneliti yang merupakan seorang Swiftie, penampilan fisik serangga yang memiliki warna menyerupai ciri khas Taylor, hingga referensi terhadap album-albumnya.
Kombinasi tersebut membuat penamaan spesies ini memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar mengambil nama seorang selebritas.
Dari Penggemar Taylor Swift untuk Dunia Sains
Kisah ini juga memperlihatkan bagaimana minat pribadi seorang peneliti dapat memengaruhi cara sebuah penelitian dikomunikasikan.
Sarah Schroeder sebagai penggemar Taylor Swift melihat kesempatan untuk menghubungkan dua hal yang ia sukai.
Di satu sisi, ia menekuni entomologi dan penelitian serangga.
Di sisi lain, ia merupakan penggemar Taylor Swift.
Keduanya kemudian bertemu melalui penamaan spesies baru.
Bagi penggemar Taylor Swift, penamaan ini tentu menjadi berita menarik.
Namun bagi dunia ilmiah, hal yang jauh lebih penting tetap berada pada spesies yang berhasil ditemukan dan dideskripsikan.
Nama unik tersebut hanyalah pintu masuk agar masyarakat mau mengenal penelitian lebih jauh.
Bukan Berarti Serangga Ini “Milik” Taylor Swift
Penggunaan nama Taylor Swift pada spesies tersebut juga perlu dipahami secara tepat.
Nama ilmiah yang terinspirasi dari seorang tokoh tidak berarti organisme tersebut memiliki hubungan biologis dengan tokoh tersebut.
Taylor Swift tentu tidak memiliki hubungan langsung dengan serangga yang ditemukan di Australia.
Nama tersebut merupakan bentuk penghormatan dan referensi dalam penamaan ilmiah.
Hal yang sama juga berlaku ketika peneliti menggunakan nama tokoh terkenal lainnya untuk menamai organisme.
Yang paling penting adalah nama tersebut digunakan dalam konteks ilmiah dan mengikuti aturan penamaan yang berlaku.
Penemuan Ini Menambah Daftar Keanekaragaman Hayati Australia
Australia terus menjadi wilayah menarik bagi penelitian keanekaragaman hayati.
Lingkungannya yang unik memungkinkan berbagai organisme berkembang dalam habitat tertentu.
Penemuan 12 spesies baru dalam satu penelitian menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang dapat dipelajari dari dunia serangga.
Tidak semua spesies mudah terlihat oleh manusia.
Beberapa organisme memiliki habitat yang sangat spesifik dan ukuran tubuh yang kecil.
Tanpa penelitian secara khusus, keberadaan mereka mungkin tidak akan diketahui secara luas.
Karena itu, penelitian seperti ini penting untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati.
Taylor Swift Kini Punya “Warisan” di Dunia Serangga
Bagi penggemar Taylor Swift, mungkin ada banyak cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap sang idola.
Namun, penamaan spesies serangga seperti ini tentu berada pada level yang berbeda.
Nama Taylor kini menjadi bagian dari nomenklatur ilmiah.
Begitu pula dengan referensi terhadap beberapa album dan istilah yang berkaitan dengan perjalanan musiknya.
Selama nama ilmiah tersebut digunakan, referensi terhadap Taylor Swift akan tetap muncul dalam berbagai penelitian mengenai spesies tersebut.
Dengan kata lain, nama tersebut dapat menjadi semacam “warisan” unik Taylor Swift di dunia sains.
Kesimpulan
Nama Taylor Swift kini tidak hanya dikenal di dunia musik, tetapi juga menjadi bagian dari dunia ilmu pengetahuan.
Peneliti dari University of California, Riverside mengabadikan nama yang berkaitan dengan Taylor Swift untuk sejumlah spesies serangga pemakan tumbuhan yang baru ditemukan dari Australia.
Penelitian yang mendeskripsikan 12 spesies baru tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Insect Systematics and Evolution.
Salah satu genus diberi nama Swiftiephylus, yang menggabungkan istilah “Swiftie” dengan “Phylus”.
Empat spesies di dalamnya kemudian mendapatkan nama Swiftiephylus taylorae, Swiftiephylus amator, Swiftiephylus intrepidus, dan Swiftiephylus poetorum.
Nama-nama tersebut memiliki hubungan dengan Taylor, Lover, Fearless, dan The Tortured Poets Department.
Usulan penamaan tersebut datang dari Sarah Schroeder, mahasiswa doktoral entomologi UCR yang juga merupakan penggemar Taylor Swift.
Selain karena kecintaannya terhadap sang penyanyi, pemilihan nama tersebut diharapkan dapat membantu menarik perhatian masyarakat terhadap serangga dan pentingnya konservasi.
Serangga tersebut diketahui hidup di sekitar pohon dan semak she-oak di Australia. Sejauh ini, spesies tersebut juga tidak diketahui membahayakan manusia maupun hewan.
Kisah ini menjadi contoh menarik bagaimana budaya populer dapat bertemu dengan dunia sains. Sebuah nama yang selama ini identik dengan musik dan konser kini justru muncul dalam jurnal ilmiah dan menjadi bagian dari sejarah penamaan spesies.
Bagi Taylor Swift dan para penggemarnya, tentu ada alasan baru untuk tersenyum. Sebab, kali ini nama sang penyanyi bukan hanya terdengar dari panggung musik, tetapi juga tercatat dalam dunia penelitian serangga.
Sumber : www.creativedisc.com





