• Latest
  • Trending
Foto: Ilustrasi minuman manis (Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media)

Waspada! Studi Sebut Minuman Ini Bisa Memicu Risiko Kanker Hati

June 12, 2026
Jaga Stabilitas Inflasi Di Kota Cirebon TPID Luncurkan Waduli Dan Mol Pangling (Foto : Darfan)

Jaga Stabilitas Inflasi Di Kota Cirebon TPID Luncurkan Waduli Dan Mol Pangling

June 12, 2026
Desa Trusmi Kulon, mengikuti lomba Kampung Tangguh Tangguh Narkoba yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat (Foto : Darfan)

Desa Trusmi Kulon, Mengikuti lomba Kampung Tangguh Tangguh Narkoba yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat

June 12, 2026
Timnas Indonesia gagal ke final Piala AFF U-19 2026 usai kalah dari Australia (Tangkapan Layar)

Dramatis! Timnas Indonesia U-19 Takluk dari Australia Dalam Semifinal Piala AFF U-19

June 12, 2026
penampilan Ejae dan Andrea Bocelli di opening ceremony Piala Dunia 2026 Meksiko (youtube.com/fifa)

EJAE KPop Demon Hunters Tampil Memukau di Opening Ceremony Piala Dunia 2026

June 12, 2026
Orang tua siswa bingung anaknya tergeser dalam proses PCMB SMA negeri, datangi sekolah untuk meminta solusi agar anak tidak putus sekolah (Foto : Darfan)

Orang tua siswa bingung anaknya tergeser dalam proses PCMB SMA negeri, datangi sekolah untuk meminta solusi agar anak tidak putus sekolah

June 12, 2026
Makanan Ultra Proses (Seumber Foto : iStock/beats3)

Studi Ungkap Dampak Makanan Ultra Proses pada Perkembangan Otak Anak

June 11, 2026
Muse Bagikan ‘Nightshift Superstar’, Persiapan Jelang Perilisan Album “The Wow! Signal” (Tangkapan Layar)

Muse Rilis Single “Nightshift Superstar” Jelang Album Baru The Wow! Signal

June 11, 2026
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Indonesia U-19 vs Australia U-19: Pertarungan Tim Minim Kebobolan Kontra Mesin Gol

June 11, 2026
Petugas Satreskrim Polres Majalengka, Jawa Barat, Rabu siang, mengamankan dua pelaku aksi begal yang terjadi di wilayah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. (Foto : Darfan)

Seorang Ibu Rumah Tangga Jadi Sasaran Begal, Pelaku Diamankan Polisi

June 11, 2026
Wanita 47 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Perampokan karena Ditemukan Luka pada Tubuh Korban (Foto : Darfan)

Wanita 47 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Perampokan karena Ditemukan Luka pada Tubuh Korban

June 11, 2026
Penyanyi-penulis lagu Talay Riley, yang menulis lagu-lagu hits untuk Dua Lipa dan Britney Spears, meninggal dunia pada usia 39 tahun setelah menjadi korban penusukan di London. (Tangkapan Layar)

Resmi! Harga Pertamax Naik ke Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026

June 10, 2026
Penyanyi-penulis lagu Talay Riley, yang menulis lagu-lagu hits untuk Dua Lipa dan Britney Spears, meninggal dunia pada usia 39 tahun setelah menjadi korban penusukan di London. (Tangkapan Layar)

Kabar Duka, Talay Riley Penulis Lagu Britney Spears dan Dua Lipa Tewas di London

June 10, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Waspada! Studi Sebut Minuman Ini Bisa Memicu Risiko Kanker Hati

by Akbar
June 12, 2026
A A
Foto: Ilustrasi minuman manis (Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media)

Foto: Ilustrasi minuman manis (Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media)

PILARadio.com – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari ternyata dapat membawa dampak serius bagi kesehatan. Sebuah penelitian berskala besar yang melibatkan lebih dari 1,5 juta orang dewasa menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis gula dengan peningkatan risiko kanker hati.

Temuan tersebut menjadi perhatian para peneliti karena kanker hati masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker yang cukup tinggi di berbagai negara. Studi terbaru ini menambah daftar panjang risiko kesehatan yang selama ini dikaitkan dengan konsumsi minuman manis, mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme lainnya.

Penelitian yang dipimpin oleh Cody Watling bersama tim dari National Cancer Institute Amerika Serikat itu menganalisis data dari 11 studi kohort jangka panjang yang melibatkan lebih dari 1,5 juta peserta dewasa. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah JAMA Network Open pada 10 Juni dan menjadi salah satu kajian terbesar yang meneliti hubungan antara konsumsi minuman manis dan risiko kanker hati.

Melibatkan Lebih dari 1,5 Juta Orang Dewasa

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan berupaya mengetahui apakah konsumsi minuman berpemanis gula atau sugar-sweetened beverages (SSB) memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kanker hati.

Jenis minuman yang termasuk dalam kategori ini antara lain minuman bersoda, teh kemasan manis, minuman energi, minuman rasa buah dengan tambahan gula, serta berbagai minuman siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat.

RelatedPosts :

Studi di China: Makan Pedas Seminggu Sekali Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

Studi: Konsumsi Pemanis Rendah Kalori Bisa Ganggu Fungsi Otak

Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Virus Nipah dari Makanan dan Minuman

Studi Ungkap Bandara Paling Rawan Kehilangan Bagasi

Para peneliti mengumpulkan data pola makan dari 1.518.411 orang dewasa dengan usia rata-rata 57,8 tahun. Seluruh peserta diminta mengisi kuesioner mengenai frekuensi konsumsi makanan dan minuman yang biasa mereka konsumsi sehari-hari.

Setelah itu, peserta dipantau melalui registri kanker, catatan kesehatan, serta berbagai survei kesehatan selama hampir 18 tahun.

Periode pemantauan yang panjang memungkinkan para peneliti memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman manis dan munculnya penyakit kanker hati.

Ribuan Kasus Kanker Hati Ditemukan Selama Penelitian

Selama masa pengamatan, para peneliti menemukan sebanyak 2.811 kasus kanker hati yang terjadi di antara para peserta penelitian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.699 kasus merupakan karsinoma hepatoseluler atau hepatocellular carcinoma (HCC), yaitu jenis kanker hati primer yang paling umum ditemukan.

Selain itu, terdapat 444 kasus kolangiokarsinoma intrahepatik atau intrahepatic cholangiocarcinoma (ICC), yakni kanker yang berkembang pada saluran empedu di dalam hati.

Kedua jenis kanker tersebut dikenal sebagai penyakit serius yang sering kali sulit terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya cenderung tidak spesifik.

Temuan inilah yang kemudian menjadi dasar analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Konsumsi Minuman Manis Berkaitan dengan Risiko Kanker Hati

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup konsisten antara konsumsi minuman berpemanis gula dan peningkatan risiko kanker hati.

Para peneliti menemukan bahwa setiap tambahan satu porsi minuman manis per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma hepatoseluler sebesar 10 persen.

Sementara itu, risiko kolangiokarsinoma intrahepatik meningkat hingga 15 persen untuk setiap tambahan satu minuman manis yang dikonsumsi setiap hari.

Menariknya, hubungan tersebut tetap terlihat meskipun para peneliti telah memperhitungkan berbagai faktor lain yang diketahui dapat memengaruhi kesehatan hati.

Beberapa faktor yang telah disesuaikan dalam analisis antara lain obesitas, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, usia, jenis kelamin, hingga aktivitas fisik peserta.

Dengan kata lain, konsumsi minuman manis tetap menunjukkan kaitan tersendiri terhadap peningkatan risiko kanker hati meskipun faktor-faktor risiko lainnya telah diperhitungkan.

Minuman Berpemanis Buatan Tidak Menunjukkan Risiko yang Sama

Selain meneliti minuman berpemanis gula, para ilmuwan juga menganalisis konsumsi minuman yang menggunakan pemanis buatan.

Hasilnya menunjukkan bahwa minuman berpemanis buatan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan risiko kanker hati secara keseluruhan.

Baik risiko karsinoma hepatoseluler maupun kolangiokarsinoma intrahepatik tidak menunjukkan peningkatan yang berarti pada kelompok peserta yang mengonsumsi minuman berpemanis buatan.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan.

Penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk mengetahui dampak jangka panjang dari berbagai jenis pemanis yang digunakan dalam produk makanan dan minuman modern.

Mengapa Minuman Manis Bisa Berbahaya bagi Hati?

Para ahli menjelaskan bahwa terdapat sejumlah mekanisme biologis yang dapat menjelaskan mengapa minuman manis berpotensi meningkatkan risiko kanker hati.

Dalam ulasan yang menyertai penelitian tersebut, dokter Daniel Clayton-Chubb dan Andrew T. Chan dari Massachusetts General Hospital serta Harvard Medical School mengungkapkan bahwa konsumsi gula dalam jumlah tinggi telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan metabolisme.

Salah satu kandungan yang menjadi perhatian adalah fruktosa bebas yang banyak ditemukan dalam minuman manis.

Fruktosa diketahui dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati melalui proses yang disebut lipogenesis de novo.

Ketika proses ini berlangsung secara terus-menerus, penumpukan lemak di hati dapat terjadi dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur metabolisme tubuh.

Gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang selama ini diketahui berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis.

Dapat Memicu Perlemakan Hati

Salah satu dampak yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi minuman manis adalah penyakit hati berlemak nonalkohol atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD).

Kondisi ini terjadi ketika lemak menumpuk secara berlebihan di dalam hati meskipun seseorang tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah tinggi.

Perlemakan hati yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi peradangan kronis.

Apabila tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi fibrosis, sirosis, hingga kanker hati.

Karena itu, banyak ahli kesehatan yang menyarankan masyarakat untuk mulai membatasi konsumsi minuman manis demi menjaga kesehatan organ hati.

Temuan Ini Menguatkan Penelitian Sebelumnya

Hasil penelitian terbaru ini sejalan dengan berbagai studi yang telah dilakukan sebelumnya.

Salah satu penelitian yang melibatkan hampir 100 ribu perempuan pascamenopause menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi satu atau lebih minuman manis setiap hari memiliki risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang jarang mengonsumsinya.

Penelitian lain juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis gula dengan peningkatan risiko kanker kolorektal yang muncul pada usia lebih muda.

Selain itu, sejumlah studi juga mengaitkan konsumsi gula berlebihan dengan peningkatan risiko kanker mulut serta berbagai penyakit metabolik lainnya.

Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak konsumsi minuman manis tidak hanya terbatas pada peningkatan berat badan atau diabetes, tetapi juga berpotensi memengaruhi risiko berbagai jenis kanker.

Peneliti Ingatkan Studi Ini Memiliki Keterbatasan

Meski hasil penelitian ini cukup kuat karena melibatkan jumlah peserta yang sangat besar, para peneliti mengingatkan bahwa studi tersebut bersifat observasional.

Artinya, penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman manis dan kanker hati, bukan membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menjadi penyebab kanker hati.

Selain itu, sebagian besar penelitian yang dianalisis hanya mengukur pola konsumsi minuman pada satu periode tertentu.

Padahal, kebiasaan makan dan minum seseorang dapat berubah selama bertahun-tahun.

Peneliti juga tidak memiliki data lengkap mengenai kondisi penyakit hati yang mungkin sudah dimiliki peserta sebelum penelitian dimulai, seperti sirosis atau penyakit hati berlemak.

Karena itu, masih terdapat kemungkinan bahwa faktor lain yang tidak terukur turut memengaruhi hasil penelitian.

Pentingnya Mengurangi Konsumsi Minuman Manis

Meski masih memerlukan penelitian lanjutan, hasil studi ini memberikan pesan penting mengenai pentingnya menjaga pola konsumsi sehari-hari.

Mengurangi minuman berpemanis gula dapat menjadi langkah sederhana yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.

Masyarakat disarankan untuk mulai membatasi konsumsi soda, minuman energi, teh kemasan manis, serta berbagai minuman siap saji yang mengandung gula tinggi.

Sebagai alternatif, air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari.

Selain itu, konsumsi buah segar, pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta menjaga berat badan ideal juga dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker hati.

Temuan terbaru ini semakin memperkuat bukti bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Dengan mulai mengurangi asupan gula sejak sekarang, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kesehatan hati dan menurunkan risiko penyakit serius di masa mendatang.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Tags: Kanker HatiMinumanRisikoStudiWaspada! Studi Sebut Minuman Ini Bisa Memicu Risiko Kanker Hati
Previous Post

Dramatis! Timnas Indonesia U-19 Takluk dari Australia Dalam Semifinal Piala AFF U-19

Next Post

Desa Trusmi Kulon, Mengikuti lomba Kampung Tangguh Tangguh Narkoba yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat

Related Category

Makanan Ultra Proses (Seumber Foto : iStock/beats3)
MESTITAU

Studi Ungkap Dampak Makanan Ultra Proses pada Perkembangan Otak Anak

by Akbar
June 11, 2026

PILARadio.com - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition menyoroti dampak serius konsumsi makanan ultraproses...

Read more
Penyanyi-penulis lagu Talay Riley, yang menulis lagu-lagu hits untuk Dua Lipa dan Britney Spears, meninggal dunia pada usia 39 tahun setelah menjadi korban penusukan di London. (Tangkapan Layar)

Resmi! Harga Pertamax Naik ke Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026

June 10, 2026
Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas (Tangkapan Layar)

Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas

June 9, 2026
Masyarakat di India, berkegiatan di tengah gelombang panas yang terus melanda.(Dok. AFP)

Studi Terbaru Ungkap Gelombang Panas di India Berisiko Tewaskan 3.400 Orang per Hari

June 8, 2026
Ilustrasi Pembengkakan Hati (Tangkapan Layar)

Mengejutkan! Sekitar 70 Juta Orang di Indonesia Diduga Alami Penyakit Hati Tanpa Gejala

June 5, 2026
Next Post
Desa Trusmi Kulon, mengikuti lomba Kampung Tangguh Tangguh Narkoba yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat (Foto : Darfan)

Desa Trusmi Kulon, Mengikuti lomba Kampung Tangguh Tangguh Narkoba yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Barat

Jaga Stabilitas Inflasi Di Kota Cirebon TPID Luncurkan Waduli Dan Mol Pangling (Foto : Darfan)

Jaga Stabilitas Inflasi Di Kota Cirebon TPID Luncurkan Waduli Dan Mol Pangling

Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM