PILARadio.com – Kemendikdasmen, Kemnaker, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran bekerja sama merencanakan perubahan pada masa studi SMK dengan memperpanjang durasi pendidikan menjadi empat tahun. Sebelumnya, masa studi di SMK hanya berlangsung tiga tahun. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa perpanjangan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan lebih matang sebelum memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tahun keempat akan difokuskan untuk persiapan bekerja di luar negeri, khususnya bagi siswa yang berminat bekerja di negara lain.
Dalam pernyataannya, Abdul Mu’ti menyoroti tantangan yang dihadapi banyak lulusan SMK yang belum memiliki keterampilan atau persiapan yang memadai untuk bekerja. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjawab kebutuhan para lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri namun terkendala persiapan yang kurang. Ia juga menyadari bahwa belum semua SMK memiliki fasilitas yang cukup untuk praktik, sehingga kerjasama dengan Kemnaker yang sudah ditandatangani diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para siswa untuk menjalani praktik di Balai Latihan Kerja (BLK) dan mendapatkan sertifikasi yang diakui.
Menaker Yassierli menambahkan bahwa program perpanjangan masa studi SMK satu tahun bisa dilakukan setelah lulus, sebagai bagian dari persiapan transisi dari pendidikan ke dunia kerja. Kemnaker saat ini juga sedang merumuskan program “School to Work Transition” yang akan membantu para lulusan SMK untuk beradaptasi dengan perkembangan industri, terutama yang terkait dengan teknologi informasi dan komunikasi (IP digital). Dengan adanya program ini, diharapkan lulusan SMK akan lebih siap menghadapi tuntutan industri yang terus berkembang.
Perubahan masa studi SMK yang diusulkan ini juga bertujuan untuk memastikan lulusan SMK tidak kesulitan dalam melakukan upskilling atau reskilling ketika tuntutan industri berubah. Yassierli menekankan pentingnya untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu menghadapi revolusi industri 4.0, dan ke depannya, bahkan industri 5.0 yang lebih canggih. Melalui pendidikan yang lebih panjang dan lebih fokus pada keterampilan yang relevan, para lulusan SMK diharapkan dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar global.
Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja Indonesia agar siap menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia industri. Dengan adanya perubahan masa studi ini, diharapkan SMK dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap untuk bekerja di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional. Melalui program ini, Indonesia berharap dapat menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil, adaptif, dan siap untuk tantangan masa depan.