CIREBON, PILARadio – Masyarakat Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, dalam beberapa hari terakhir ramai menengok perkebunan kelapa sawit di atas perbukitan karena rasa penasaran. Warga sekitar awalnya tidak mengetahui adanya penanaman kelapa sawit karena tidak adanya informasi maupun sosialisasi dari perusahaan dan pengelola.
Warga yang penasaran pun akhirnya rela berjalan kaki ke atas bukit untuk melihat langsung pohon kelapa sawit. Warga merasa dikelabui dan dibohongi oleh pengelola saat awal penanaman sawit, karena sebelumnya disampaikan bahwa bibit yang dibawa dan akan ditanam di atas bukit serta area lereng hutan Cigobang adalah bibit pohon salak.
“Sebenernya saya ga tau kalau itu sawit taunya pohon kurma atau salak. Memang sempat di tanya sama beberapa warga bilangnya salak” Ujar seorang warga bernama Juju
Keberadaan sawit di Bukit Cigobang juga menuai keresahan masyarakat yang khawatir air tanah menjadi rusak dan menyebabkan bencana kekeringan. Selain cemas sumber air akan semakin sulit, warga juga tidak ingin hutan dengan vegetasi yang beragam beralih fungsi menjadi hamparan sawit yang berpotensi menyebabkan bencana longsor maupun banjir.
“Ya memang seharusnya kalau menanam sawit jangalah disini karena kan menyebabkan longsor kemudian tanah disini juga sebenarnya tidak cocok ditanami pohon sawit” Ujar Seorang Warga bernama Deswi.
Sementara itu, warga meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk mengeksekusi dan mencabut tanaman kelapa sawit yang sudah tertanam di lahan seluas enam koma lima hektare. Terlebih, pada awal penanaman, pengelola sawit terkesan kucing-kucingan dan membohongi masyarakat dengan dalih menanam bibit pohon salak.






















