PILARadio.com – Sepak bola kembali membuktikan diri sebagai bahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, politik, dan diplomasi internasional. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, ke Beijing, China, yang menghadirkan momen tak terduga di tengah agenda diplomatik tingkat tinggi. Dalam pertemuan tersebut, Presiden China Xi Jinping secara terbuka mengungkapkan kecintaannya terhadap sepak bola Inggris, bahkan mengaku sebagai penggemar berat klub raksasa Premier League, Manchester United.
Pertemuan antara Xi Jinping dan Keir Starmer berlangsung pada Jumat, 30 Januari, dalam rangka upaya “mereset” hubungan bilateral antara Inggris dan China yang sempat membeku dalam beberapa tahun terakhir. Agenda utama pertemuan ini sejatinya membahas isu-isu strategis, mulai dari hubungan ekonomi, perdagangan, hingga kerja sama politik dan pencabutan sanksi. Namun, suasana pertemuan justru mencair ketika pembicaraan beralih ke dunia sepak bola.
Editor Financial Times, George Parker, yang mengikuti jalannya pertemuan tersebut, melaporkan bahwa Xi Jinping secara tiba-tiba mengangkat topik sepak bola Inggris di sela pembicaraan serius. Dalam kesempatan itu, Presiden China tersebut mengungkapkan bahwa dirinya merupakan pendukung setia Manchester United, klub legendaris yang berbasis di Old Trafford dan memiliki basis penggemar global yang sangat besar.
Pengakuan Xi Jinping ini menambah daftar panjang tokoh dunia yang diketahui sebagai penggemar Manchester United. Sebelumnya, sejumlah figur terkenal seperti pelari dunia Usain Bolt dan pegolf ternama Rory McIlroy juga pernah secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap klub berjuluk Setan Merah tersebut. Fakta ini kembali menegaskan kuatnya daya tarik Manchester United sebagai salah satu ikon global dalam dunia olahraga.
Namun, kejutan tidak berhenti sampai di situ. Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun penuh makna tersebut, Xi Jinping juga menyebutkan bahwa ia mengikuti perkembangan klub-klub Premier League lainnya. Selain Arsenal dan Manchester City, Presiden China itu bahkan menyebut Crystal Palace sebagai salah satu klub yang ia pantau secara rutin.
Yang membuat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tampak terkejut adalah ketika Xi Jinping menyebut Crystal Palace hanya dengan panggilan singkat “Palace”. Detail kecil ini dinilai menunjukkan pengetahuan yang cukup mendalam tentang kultur sepak bola Inggris, sesuatu yang jarang ditemui dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi.
Momen tersebut dilaporkan membuat Starmer “visibly taken aback” atau tampak cukup terkejut. Hal ini sekaligus menegaskan betapa besar pengaruh Premier League sebagai produk budaya global yang mampu menjangkau hingga lingkaran elite politik dunia.
Suasana pertemuan yang digambarkan hangat dan konstruktif itu juga diwarnai momen simbolis terkait pertukaran hadiah. Keir Starmer, yang diketahui merupakan penggemar berat Arsenal, memberikan cinderamata berupa bola pertandingan yang telah ditandatangani para pemain Arsenal. Bola tersebut berasal dari laga dramatis yang berlangsung di Emirates Stadium pada akhir pekan sebelumnya.
Menariknya, bola pertandingan yang dijadikan hadiah itu berasal dari laga yang justru dimenangkan Manchester United dengan skor 3-2 atas Arsenal. Artinya, hadiah dari Starmer berasal dari pertandingan di mana tim kesayangannya kalah dari klub favorit Xi Jinping. Ironi ini semakin menambah nuansa unik dalam pertemuan diplomatik tersebut.
Tak hanya membahas klub favorit, Xi Jinping juga sempat melontarkan pujian terhadap kemampuan bermain sepak bola Keir Starmer. Presiden China itu menyebut Starmer “seperti seorang profesional” saat bermain sepak bola 5-lawan-5 atau five-a-side football. Pujian tersebut semakin mencairkan suasana dan menunjukkan pendekatan personal yang digunakan Xi dalam membangun komunikasi diplomatik.
Pembicaraan ringan mengenai sepak bola ini ternyata menjadi pintu masuk menuju diskusi yang lebih substansial. Menurut laporan resmi, pertemuan Xi Jinping dan Keir Starmer berlangsung sekitar 45 menit lebih lama dari jadwal yang telah ditentukan. Setelah sesi pertemuan tertutup, kedua pemimpin negara kemudian melanjutkan agenda dengan jamuan makan siang resmi di Great Hall of the People, Beijing.
Pihak Downing Street menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal yang positif dalam upaya mencairkan hubungan diplomatik antara Inggris dan China. Hubungan kedua negara sebelumnya sempat memasuki masa yang disebut sebagai “zaman es” akibat perbedaan pandangan politik dan kebijakan luar negeri.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas kemungkinan pencabutan sanksi terhadap sejumlah anggota parlemen Inggris, serta upaya memperbaiki komunikasi dan kerja sama di berbagai sektor strategis. Meski pembahasan utama bersifat serius, pendekatan humanis melalui topik sepak bola dinilai efektif dalam membangun suasana dialog yang lebih terbuka.
Fenomena ini kembali menegaskan peran sepak bola, khususnya Premier League, sebagai alat soft power yang memiliki pengaruh besar di panggung global. Ketertarikan Xi Jinping terhadap Manchester United dan klub-klub Inggris lainnya menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi jembatan komunikasi lintas budaya dan ideologi.
Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, momen sederhana seperti obrolan tentang sepak bola justru mampu membuka ruang dialog yang lebih cair dan konstruktif. Pertemuan Xi Jinping dan Keir Starmer menjadi contoh nyata bahwa diplomasi tidak selalu harus kaku, melainkan bisa dibangun melalui pendekatan budaya yang universal dan mudah diterima.
Sumber : www.inilah.com

















