KUNINGAN, PILARadio – Fenomena kematian massal ikan dewa atau ikan kancra putih di wisata Balong Girang Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu siang, terus bertambah. Sampai saat ini, jumlah ikan dewa yang mati mencapai lebih dari 800 ekor yang diduga akibat cacing parasit serta cuaca ekstrem.
Kematian ikan dewa atau ikan kancra putih di objek wisata Balong Girang Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu siang, kian bertambah. Sejumlah petugas disibukkan mengambil ikan mati yang ada di dalam kolam. Dalam sehari, ikan yang mati bisa mencapai 100 ekor dan diambil petugas.
Ikan-ikan yang mati dimasukkan ke dalam drum ataupun ember yang nantinya dikubur. Petugas dari Dinas Perikanan berupaya memisahkan ikan yang masih hidup ke kolam karantina dengan menggunakan pompa mesin. Namun, upaya petugas belum membuahkan hasil, bahkan ikan dewa yang mati terus bertambah.
Dari data petugas, ikan dewa yang merupakan ikon Kuningan yang mati sekitar lebih dari 800 ekor dari populasi 1.000 ikan dewa di wisata Cigugur. Hasil laboratorium sementara ditemukan cacing parasit dari bangkai ikan serta faktor lainnya seperti cuaca ekstrem yang membuat kualitas air menjadi buruk.
“Jadi memang jumlah ikan dewa yang mati mencapai kurang lebih 800 ekor perharinya bahkan pernah mencapai 100 ekor yang mati untuk antisipasinya sudah ditangani oleh instansi terkait.” Ujar Petugas Wisata Balong Girang Cigugur, Rohman Suradi.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan terus melakukan penelitian penyebab pasti ratusan ikan dewa yang mati mendadak ini. Guna mengantisipasi bertambahnya ikan mati, petugas menguras air kolam.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan masih meneliti penyebab kematian ratusan ikan dewa dan menguras kolam untuk mencegah jumlahnya bertambah” Tutup Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.


















