CIREBON, PILARadio – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar panen raya sorgum di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat pagi. Tanaman yang bisa dipanen tiga kali dalam sekali tanam tersebut diproyeksikan menjadi pilar ketahanan pangan sekaligus alternatif pembuatan bahan bakar biomassa yang ramah lingkungan. Dalam satu setengah hektar lahan, tiga puluh ton biji sorgum dan lima belas ton batang pohon dapat dihasilkan untuk dijadikan bahan pangan bergizi maupun bahan bakar alternatif.
Panen raya sorgum ini dilakukan Pemprov Jawa Barat di lahan seluas satu setengah hektar di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jumat pagi. Bulir-bulir sorgum tampak menjuntai lebat di ujung dahan setinggi dua setengah meter. Sorgum yang ditanam tiga bulan lalu tersebut sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya, dengan menghasilkan tiga puluh ton biji sorgum dan lima belas ton batang.
Tanaman yang berasal dari Afrika ini mulai diseriusi Pemprov Jawa Barat bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk menjadi produk unggulan multiguna. Tanaman pangan yang bisa dipanen tiga kali dalam sekali tanam ini dianggap memiliki keunggulan lebih karena bijinya, batang, hingga daunnya bisa dimanfaatkan keseluruhan tanpa meninggalkan limbah. Tak hanya jadi sumber pangan bernilai gizi tinggi, sorgum ini juga bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif.
“Panen raya sorgum ini dilakukan Pemprov Jawa Barat di lahan seluas satu setengah hektar di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Selain untuk ketahanan pangan juga nilai ekonomisnya cukup tinggi. Tanaman pangan yang bisa dipanen tiga kali dalam sekali tanam ini dianggap memiliki keunggulan lebih karena bijinya, batang, hingga daunnya bisa dimanfaatkan keseluruhan tanpa meninggalkan limbah. Tak hanya jadi sumber pangan bernilai gizi tinggi, sorgum ini juga bisa diolah menjadi bahan bakar alternatif” Ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia berkomitmen penuh menjadikan sorgum ini sebagai bahan bakar alternatif, menjadi bioetanol atau biomassa. PT Dirgantara Indonesia tengah mengembangkan teknologi dalam pengolahan sorgum guna menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Bahkan, mesin pengolah batang sorgum menjadi bahan bakar alternatif terus dikembangkan untuk menghadirkan bahan bakar yang ramah lingkungan.
“PT Dirgantara Indonesia berkomitmen menjadikan sorgum sebagai bahan bakar alternatif, baik bioetanol maupun biomassa, sambil terus mengembangkan teknologi dan mesin pengolah agar lebih ramah lingkungan” Ujar Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan.
Pengembangan lahan sorgum juga telah disiapkan Pemprov Jawa Barat bersama PT Dirgantara Indonesia dengan membuka lahan seluas tiga puluh sampai empat puluh hektar. Lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan ribuan ton sorgum yang nantinya akan diolah untuk kebutuhan pangan dan bahan bakar alternatif. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Jawa Barat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.






















