• Latest
  • Trending
Ilustrasi anak depresi (Foto: Thinkstock/BrianAJackson)

Studi ungkap terlalu sering membantu anak bisa meningkatkan risiko depresi

May 4, 2026
Muse rilis Single“Cryogen”, kembali usung nuansa rock intens dan penuh energi (Tangkapan Layar)

Muse rilis Single“Cryogen”, kembali usung nuansa rock intens dan penuh energi

May 4, 2026
Tim bulutangkis Korea juara Uber Cup 2026 (Foto: Getty Images/Shi Tang)

Hasil Thomas Uber Cup 2026: China dan Korea Selatan keluar sebagai juara

May 4, 2026
Petugas Tim Maung Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, mengamankan senjata tajam dari tawuran konten (Foto : Darfan)

Gagalkan tawuran hingga kocar-kacir, polisi amankan empat pelaku positif ganja dan lima celurit panjang

May 4, 2026
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Studi di China: Makan Pedas Seminggu Sekali Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

April 30, 2026
.Feast (Tangkapan Layar)

.Feast, Silet Open Up dan Fourtwnty Masuk Tahap Seleksi Nominasi Music Awards Japan 2026

April 30, 2026
Terekam CCTV, tabrakan beruntun mobil dan dua motor (Tangkapan Layar)

Mencekam dan terekam CCTV, tabrakan beruntun mobil dan dua motor, dua korban luka-luka

April 30, 2026
Puluhan mahasiswa di Cirebon menggeruduk Gedung DPRD, Rabu sore, terkait dugaan perselingkuhan anggota DPRD dengan istri kepala desa. (Foto : Darfan)

Soroti kasus dugaan perselingkuhan anggota DPRD Kota Cirebon, puluhan mahasiswa geruduk DPRD dan bakar ban bekas di tengah jalan

April 30, 2026
FIFA Ubah Regulasi Kartu Kuning, Final Piala Dunia 2026 Diprediksi Penuh Bintang (Tangkapan Layar)

FIFA Ubah Regulasi Kartu Kuning, Final Piala Dunia 2026 Diprediksi Penuh Bintang

April 30, 2026
Kuasa Hukum Kuwu Kedung Jaya Desak BK DPRD Kota Cirebon Periksa Oknum Anggota Dewan Terkait Dugaan Persoalan Moral (Tangkapan Layar)

Kuasa Hukum Kuwu Kedung Jaya Desak BK DPRD Kota Cirebon Periksa Oknum Anggota Dewan Terkait Dugaan Persoalan Moral

April 29, 2026
Tren Sport Tourism Kian Ramai (Tangkapan Layar)

Tren Sport Tourism Kian Ramai, Event Marathon Luar Negeri Jadi Buruan

April 29, 2026
Ariana Grande /Instagram Ariana Grande

Ariana Grande Rilis Album “Petal”, Angkat Tema Bertumbuh dan Bangkit dari Tekanan

April 29, 2026
Anthony Ginting sudah berjuang maksimal saat dikalahkan Toma Junior Popov di Thomas Cup 2026. (Arsip PBSI)

Tragis! Indonesia Pertama Kali Gagal Melewati Fase Grup Thomas Cup

April 29, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Studi ungkap terlalu sering membantu anak bisa meningkatkan risiko depresi

by Akbar
May 4, 2026
A A
Ilustrasi anak depresi (Foto: Thinkstock/BrianAJackson)

Ilustrasi anak depresi (Foto: Thinkstock/BrianAJackson)

PILARadio.com – Sebagai orang tua, keinginan untuk selalu hadir dalam setiap aspek kehidupan anak adalah hal yang wajar. Banyak orang tua berupaya memberikan yang terbaik dengan cara membantu, melindungi, dan memastikan anak tidak mengalami kesulitan. Namun, di balik niat baik tersebut, muncul temuan menarik dari dunia penelitian yang menunjukkan bahwa bantuan berlebihan justru bisa membawa dampak yang tidak diharapkan.

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa terlalu sering membantu anak, atau yang dikenal dengan istilah overparenting, dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental anak, bahkan hingga mereka memasuki usia dewasa. Temuan ini menjadi perhatian penting, terutama di tengah perubahan pola pengasuhan modern yang semakin intens dan protektif.

Overparenting merujuk pada pola pengasuhan di mana orang tua terlalu banyak terlibat dalam kehidupan anak. Bentuknya bisa beragam, mulai dari mengambil alih masalah yang seharusnya bisa diselesaikan anak sendiri, mencegah anak menghadapi tantangan, hingga terlalu mengontrol keputusan sehari-hari. Sekilas, tindakan tersebut terlihat sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Namun, dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat perkembangan kemandirian anak.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Shanghai Normal University memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai dampak overparenting. Dalam meta-analisis yang menggabungkan 44 studi dengan lebih dari 21.000 partisipan, ditemukan pola yang konsisten bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan tingkat overparenting tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental.

Masalah yang muncul tidak hanya terbatas pada kecemasan, tetapi juga mencakup depresi serta berbagai tekanan psikologis lainnya. Yang menarik, dampak ini cenderung semakin terlihat seiring bertambahnya usia anak. Ketika masih kecil, efeknya mungkin belum terlalu tampak. Namun, saat anak memasuki masa remaja hingga dewasa awal, tekanan tersebut mulai muncul dengan lebih jelas.

Temuan ini menunjukkan bahwa pola pengasuhan memiliki pengaruh jangka panjang yang tidak bisa diabaikan. Apa yang dilakukan orang tua hari ini dapat membentuk cara anak menghadapi tantangan di masa depan.

RelatedPosts :

Seorang Anak di Cirebon Depresi Berat Gara-gara HP Dijual Ibu, Aparat Desa Berusaha Membantu

Timses Caleg Depresi, Serangan Fajar Ditarik Lagi

Sama sama Gagal, Jiwa Timses dan Caleg Terguncang

Studi: Konsumsi Pemanis Rendah Kalori Bisa Ganggu Fungsi Otak

Salah satu alasan mengapa overparenting dapat berdampak negatif adalah karena anak kehilangan kesempatan untuk belajar dari pengalaman. Ketika setiap masalah langsung diselesaikan oleh orang tua, anak tidak memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan penting dalam hidup.

Kemampuan seperti mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta memahami konsekuensi dari tindakan adalah fondasi utama dalam membentuk kemandirian. Tanpa pengalaman tersebut, anak cenderung tumbuh dengan rasa ketergantungan yang tinggi.

Ketika dihadapkan pada situasi nyata yang menuntut kemandirian, anak yang terbiasa “dibantu terus-menerus” bisa merasa kewalahan. Mereka mungkin lebih mudah mengalami kecemasan, kurang percaya diri, dan ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko depresi.

Dalam dunia psikologi, perkembangan anak yang sehat sangat dipengaruhi oleh tiga kebutuhan dasar, yaitu otonomi, kompetensi, dan relasi. Otonomi berkaitan dengan kemampuan anak untuk merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri. Kompetensi merujuk pada rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Sementara itu, relasi berkaitan dengan hubungan sosial yang sehat dengan orang lain.

Overparenting berpotensi menghambat dua aspek penting, yaitu otonomi dan kompetensi. Anak yang jarang diberi kesempatan untuk mencoba sendiri akan kesulitan memahami kemampuan dirinya. Mereka juga cenderung bergantung pada arahan orang tua dalam mengambil keputusan.

Padahal, tantangan kecil dalam kehidupan sehari-hari justru memiliki peran besar dalam membentuk ketahanan mental anak. Ketika anak diberi kesempatan untuk menghadapi kesulitan, mereka belajar untuk mencari solusi, mengelola emosi, serta bangkit dari kegagalan.

Penting untuk dipahami bahwa membiarkan anak menghadapi tantangan bukan berarti mengabaikan mereka. Orang tua tetap memiliki peran sebagai pendamping yang memberikan dukungan. Perbedaannya terletak pada cara mendampingi, bukan mengambil alih sepenuhnya.

Dalam praktiknya, orang tua dapat mulai memberikan ruang bagi anak untuk mencoba menyelesaikan masalah sendiri. Misalnya, ketika anak menghadapi kesulitan di sekolah atau dalam pergaulan, orang tua dapat mengajak mereka berdiskusi alih-alih langsung memberikan solusi.

Selain itu, membiarkan anak melakukan kesalahan kecil juga merupakan bagian penting dari proses belajar. Kesalahan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga yang membantu anak memahami konsekuensi dan memperbaiki diri.

Peran orang tua sebaiknya lebih diarahkan sebagai fasilitator yang mendukung, bukan sebagai “penyelamat” dalam setiap situasi. Dengan cara ini, anak tetap merasa aman karena didampingi, namun juga memiliki ruang untuk berkembang secara mandiri.

Perubahan pola pengasuhan memang tidak selalu mudah, terutama bagi orang tua yang terbiasa terlibat secara intens. Namun, memahami dampak jangka panjang dari overparenting dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan pendekatan yang lebih seimbang.

Tujuan utama pengasuhan bukan hanya melindungi anak dari kesulitan saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan di masa depan. Dunia nyata akan selalu menghadirkan tantangan yang tidak bisa dihindari, sehingga kemampuan untuk beradaptasi menjadi hal yang sangat penting.

Dengan memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, mencoba, dan belajar dari pengalaman, orang tua membantu membangun fondasi mental yang kuat. Anak yang terbiasa menghadapi tantangan cenderung lebih percaya diri, mandiri, dan mampu mengelola tekanan dengan lebih baik.

Temuan dari studi ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk bantuan yang berlebihan. Terkadang, memberi kepercayaan kepada anak untuk mencoba sendiri justru merupakan bentuk dukungan terbaik.

Pada akhirnya, keseimbangan menjadi kunci dalam pengasuhan. Mendampingi tanpa mendominasi, membantu tanpa mengambil alih, serta melindungi tanpa membatasi ruang berkembang anak adalah langkah penting dalam menciptakan generasi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: depresiMembantu AnakStudiStudi ungkap terlalu sering membantu anak bisa meningkatkan risiko depresi
Previous Post

Muse rilis Single“Cryogen”, kembali usung nuansa rock intens dan penuh energi

Related Category

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
MESTITAU

Studi di China: Makan Pedas Seminggu Sekali Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung

by Akbar
April 30, 2026

PILARadio.com - Bagi pencinta makanan pedas, kabar terbaru dari dunia kesehatan ini layak menjadi perhatian. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan...

Read more
Tren Sport Tourism Kian Ramai (Tangkapan Layar)

Tren Sport Tourism Kian Ramai, Event Marathon Luar Negeri Jadi Buruan

April 29, 2026
Ilustrasi suami dan istri sedang berdiskusi. Salah satu kiat istri cerdas agar suami sukses adalah menjadi teman diskusi yang asik. /Pexels.com/Monstera

Studi Ungkap Rahasia Suami Sukses, Salah Satunya Mau Dengarkan Istri

April 28, 2026
Pesawat Terbang(Shutterstock)

Penerbangan Terpanjang di Dunia Segera Hadir, Durasi 22 Jam Tanpa Transit

April 27, 2026
ilustrasi asteroid (Sumber Foto: Getty Images/iStockphoto/buradaki)

Jangan Sampai Terlewat! ‘Gerhana’ Bintang Akhir Pekan Ini, Bisa Terlihat di Indonesia

April 24, 2026
Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM