PILARadio.com – Wisata kini tidak lagi hanya identik dengan liburan santai, berfoto di tempat terkenal, atau menikmati suasana baru. Dalam beberapa tahun terakhir, pola perjalanan masyarakat mulai berubah. Banyak orang kini memilih liburan yang lebih aktif, produktif, dan memberi manfaat bagi kesehatan tubuh maupun mental. Perubahan gaya hidup ini melahirkan tren baru di industri pariwisata, yakni sport tourism atau wisata olahraga.
Sport tourism menjadi salah satu sektor perjalanan yang tumbuh sangat cepat. Konsep ini menggabungkan aktivitas olahraga dengan pengalaman wisata. Jadi, seseorang tidak hanya pergi ke suatu negara untuk berlibur, tetapi juga ikut serta dalam kegiatan fisik seperti lari maraton, hiking, golf, bersepeda, hingga olahraga air.
Fenomena ini semakin terlihat di kalangan wisatawan Indonesia. Banyak pelancong dari Tanah Air mulai berburu event olahraga di luar negeri, terutama lomba lari maraton yang kini dianggap sebagai simbol gaya hidup sehat sekaligus pencapaian pribadi.
Menurut Head of Sport Holidays Golden Rama Tours and Travel, Riki Wijaya, minat masyarakat Indonesia terhadap wisata olahraga mengalami lonjakan tajam dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut tren ini terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran.
“Tren ini naik sekali. Dari 2024 itu 29 persen, kemudian tahun 2025 melonjak sampai 320 persen. Artinya, masyarakat yang merasa gaya hidup sehat itu penting semakin banyak,” ujar Riki dalam sebuah pertemuan media di Jakarta.
Data tersebut menunjukkan bahwa wisata olahraga bukan lagi pasar kecil. Kini, sport tourism menjadi salah satu pilihan utama masyarakat urban yang ingin menikmati liburan sekaligus menjaga kesehatan.
Tidak hanya jumlah peserta yang meningkat, loyalitas wisatawan juga cukup tinggi. Data internal perusahaan menunjukkan sekitar 20 persen pelanggan melakukan pemesanan ulang untuk mengikuti event berikutnya. Hal ini menandakan pengalaman sport tourism dinilai memuaskan dan layak diulang.
Menariknya, partisipasi perempuan juga cukup besar. Sekitar 34 persen peserta tercatat berasal dari kalangan wanita. Angka ini menunjukkan olahraga dan traveling kini semakin inklusif, tidak hanya didominasi pria seperti anggapan lama.
Meski istilah sport tourism sering dikaitkan dengan lomba lari, sebenarnya cakupannya jauh lebih luas. Banyak wisatawan memilih paket perjalanan berbasis wellness atau kebugaran yang menawarkan berbagai aktivitas fisik menyenangkan.
Beberapa kegiatan yang populer antara lain rafting di sungai terkenal, golf di lapangan kelas dunia, hiking di pegunungan indah, yoga retreat di kawasan tropis, hingga bersepeda lintas kota.
Namun dari semua pilihan tersebut, lari maraton masih menjadi primadona bagi wisatawan Indonesia. Event lari di luar negeri kini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Banyak pelari Indonesia sengaja menargetkan kota-kota terkenal dunia sebagai tempat berlari. Selain karena reputasi ajang yang prestisius, mereka juga ingin menikmati pengalaman berwisata di kota ikonik.
“Pelari Indonesia memang suka pergi ke tempat-tempat terkenal dan sedang hype. Salah satunya Tokyo, Berlin, dan Sydney,” kata Riki.
Tokyo Marathon menjadi salah satu event paling diminati. Jepang dianggap dekat dari Indonesia, memiliki sistem transportasi yang nyaman, serta suasana kota yang menarik. Selain itu, penyelenggaraan Tokyo Marathon dikenal rapi dan profesional sehingga membuat peserta merasa nyaman.
Tidak hanya Tokyo, Berlin Marathon di Jerman juga sangat populer. Kota ini terkenal memiliki rute datar dan cuaca sejuk yang sangat ideal untuk berlari cepat. Banyak atlet amatir maupun profesional datang ke Berlin dengan target memecahkan rekor waktu pribadi.
Berlin bahkan sering disebut sebagai salah satu maraton terbaik di dunia untuk mencetak personal best. Tidak sedikit pelari Indonesia yang rela menunggu lama demi mendapatkan slot pendaftaran di event bergengsi tersebut.
Selain Berlin dan Tokyo, Sydney Marathon kini naik daun. Australia menjadi destinasi favorit baru karena lokasinya lebih dekat dibanding Eropa atau Amerika. Waktu tempuh penerbangan yang lebih singkat membuat banyak pelari Indonesia merasa lebih praktis.
Sydney juga menawarkan kombinasi menarik antara olahraga dan wisata. Peserta bisa berlari sambil menikmati panorama kota, pelabuhan ikonik, dan suasana modern khas Australia.
Fenomena berburu maraton luar negeri bukan tanpa alasan. Bagi banyak orang, ikut event internasional memberi pengalaman yang jauh lebih luas dibanding sekadar lomba lokal.
Mereka bisa mengenal budaya baru, mencicipi kuliner khas negara tujuan, menjelajah tempat wisata terkenal, hingga bertemu komunitas pelari dari berbagai negara. Suasana seperti ini memberikan sensasi berbeda yang sulit didapat di tempat lain.
Banyak peserta juga menjadikan event maraton sebagai momen liburan bersama pasangan, sahabat, atau keluarga. Setelah lomba selesai, perjalanan dilanjutkan dengan city tour atau wisata kuliner.
Dengan begitu, perjalanan terasa lebih lengkap. Ada unsur tantangan fisik, hiburan, dan kebersamaan dalam satu paket liburan.
Faktor cuaca juga menjadi alasan kuat mengapa banyak pelari memilih luar negeri. Negara-negara dengan suhu dingin atau sejuk dianggap lebih nyaman untuk berlari dibanding iklim tropis yang panas dan lembap.
Cuaca yang bersahabat membantu pelari menjaga stamina dan ritme selama lomba. Tak heran banyak peserta mencatat waktu lebih baik saat berlari di luar negeri.
“Orang ke sana itu mencari personal achievement, yang biasanya jauh lebih baik dibanding kita lomba di cuaca Jakarta atau Indonesia,” ujar Riki.
Bagi pelari serius, catatan waktu sangat penting. Karena itu mereka memilih event dengan kondisi ideal agar bisa mencapai target pribadi.
Selain faktor teknis, unsur gengsi juga ikut bermain. Menyelesaikan maraton di kota besar dunia memberi kebanggaan tersendiri. Medali finisher dari Tokyo, Berlin, London, Boston, atau New York sering dianggap sebagai koleksi prestisius.
Banyak pelari mengunggah pengalaman tersebut di media sosial. Foto di garis finis dengan latar landmark terkenal menjadi simbol pencapaian sekaligus motivasi bagi orang lain.
Tren ini pun mendorong munculnya komunitas pelari yang aktif berbagi informasi seputar pendaftaran race, strategi latihan, perlengkapan, hingga tips perjalanan.
Agen perjalanan juga mulai melihat peluang besar dari sektor ini. Kini banyak travel agent menyediakan paket khusus sport tourism, mulai dari tiket pesawat, hotel dekat lokasi lomba, city tour, hingga pengurusan registrasi event.
Paket seperti ini memudahkan peserta yang ingin fokus latihan tanpa repot mengurus detail perjalanan. Bahkan beberapa agen menyediakan pendamping dan komunitas selama di luar negeri.
Pertumbuhan sport tourism juga memberi dampak positif bagi industri lain seperti maskapai penerbangan, hotel, restoran, hingga toko perlengkapan olahraga.
Saat ribuan peserta datang ke satu kota untuk event besar, perputaran ekonomi lokal ikut meningkat. Inilah sebabnya banyak negara serius mengembangkan kalender olahraga internasional.
Bagi Indonesia sendiri, tren ini bisa menjadi peluang besar. Jika dikelola serius, kota-kota seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, Bandung, atau Labuan Bajo berpotensi menjadi destinasi sport tourism regional.
Indonesia memiliki alam indah, budaya kuat, dan komunitas olahraga yang terus tumbuh. Tinggal bagaimana penyelenggaraan event dibuat profesional dan menarik minat peserta mancanegara.
Ke depan, sport tourism diprediksi akan terus berkembang. Masyarakat modern kini tidak hanya mencari liburan yang menyenangkan, tetapi juga bermakna dan menyehatkan.
Wisata berbasis olahraga menjawab kebutuhan itu. Orang bisa menikmati perjalanan sambil menjaga tubuh tetap aktif, mendapatkan pencapaian pribadi, dan membawa pulang pengalaman berharga.
Tren marathon luar negeri yang kini ramai diburu wisatawan Indonesia menjadi bukti bahwa definisi liburan telah berubah. Kini, berlari ribuan kilometer dari rumah justru menjadi cara baru menikmati dunia.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















