CIREBON, PILARadio – Ada tradisi unik di Cirebon, Jawa Barat, bernama Kawin Tebu. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Kawin Tebu dalam rangka selamatan giling panen tebu di Pabrik Gula Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan petani dan pabrik gula agar musim giling tahun ini menghasilkan gula terbaik.
Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan tradisi Kawin Tebu yang merupakan selamatan giling panen tebu di Pabrik Gula Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin pagi. Dua batang tebu dihias layaknya sepasang pengantin, kemudian diarak sebagai simbol kebahagiaan dan harapan akan keberkahan panen tebu.
Bagi petani, tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya. Kawin Tebu dimaknai sebagai bentuk doa bersama masyarakat untuk keberhasilan petani tebu, sekaligus lambang kebersamaan antara petani tebu, pabrik gula, dan warga sekitar. Karena itu, selamatan giling kerap disebut sebagai lebarannya petani tebu. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun selama 130 tahun. Dalam tradisi ini terdapat juga sawer uang yang membuat ribuan warga saling berebutan.
“Sebetulnya itu adalah bagian dari partisipasi masyarakat untuk bisa mendoakan kami para petani tebu. Karena setiap acara pasti timbul omongan, misalkan, ‘Wah, enggak ada bacakan, ini berarti tanda-tanda mau ada apa nih? Apa bangkrut?’ Jadi justru bacakan merupakan refleksi kebangkitan, kebersamaan antara petani tebu, pabrik gula, dan masyarakat sekitar. Pasti sebuah kebahagiaan, seperti lebarannya petani tebu. Jadi ini adalah harapan besar untuk bisa mendapatkan hasil maksimal. Maknanya karena dalam kehidupan ini, terutama di dalam tebu, tebu adalah filosofi sebuah keberkahan dari budidaya tebu dan merupakan sumber income, sumber ma’isyah kalau istilah pesantren, sumber kehidupan. Jadi dilambangkan bahwa tebu itu sesuatu yang indah, bukan saja sifatnya manis, tetapi indah karena dilambangkan dengan dua sejoli. Ketika ada dua sejoli, itu merupakan refleksi kebahagiaan. Kalau jadi pengantin kan bahagia. Harapan dari petani, saya sebagai petani dan advokasi, berharap ke depan tebu jadi produk unggulan, khususnya di Kabupaten Cirebon dan umumnya di Jawa Barat. Secara nasional pun tebu menjadi kebutuhan bahan pokok. Dan Presiden Prabowo sampai hari ini memiliki program besar untuk mewujudkan swasembada gula nasional dengan dukungan anggaran yang tidak sedikit.” Ujar Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Ali Mazazi
Sementara itu, Kawin Tebu juga menjadi simbol akad dan komitmen antara petani dan pabrik. Petani menyerahkan tebu sebagai bahan baku, sementara pabrik menerima amanah untuk menggiling dan mengolahnya menjadi gula dengan hasil terbaik. Pada musim giling tahun ini, pihak pabrik menargetkan rendemen meningkat menjadi 7,3 persen dengan produksi gula mencapai 14 ribu ton.
“Alhamdulillah, barusan kita selesaikan kegiatan selamatan giling di PG Sindanglaut tahun 2026. Jadi memang ini adalah agenda tahunan hajat para petani tebu di wilayah kerja PG Sindanglaut. Tradisi ini sudah berjalan turun-temurun. PG Sindanglaut sendiri berdiri tahun 1896, jadi tradisi ini sudah berjalan selama 130 tahun. Pada prinsipnya, ini bentuk rasa syukur para petani dan PG sebelum mengawali kegiatan tebang dan giling tebu. Maka kami bersama para petani melaksanakan doa bersama agar hasil giling tahun ini membawa berkah dan manfaat bagi seluruh pihak. Ini sebenarnya sebuah simbolik bahwa ada akad antara petani dengan PG. Petani sebagai pemilik bahan baku tebu, PG sebagai pihak yang menggiling tebu. Jadi ada amanah dari petani kepada kami untuk menggiling tebunya. Mudah-mudahan kami bisa menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan gula secara efisien dengan hasil terbaik. Kalau berdasarkan perkiraan BMKG, musim tebang tahun 2026 ini cenderung kemarau normal bahkan mengarah ke El Nino. Panen tebu sangat bergantung pada musim. Tahun lalu musimnya cenderung kemarau basah sehingga potensi gula di tebu menurun. Mudah-mudahan tahun ini cuaca lebih kering dan mendukung panen tebu sehingga rendemen meningkat dibanding tahun lalu. Target rendemen tahun ini sebesar 7,3 persen dengan target produksi gula mencapai 14.000 ton. Harga gula saat ini berada di kisaran Rp15.000 di tingkat produsen. Harapan kami tentu ada peningkatan harga sehingga tetap menguntungkan bagi petani maupun PG.” Ujar GM Pabrik Gula Sindanglaut, Rony Kurniawan
Tradisi Kawin Tebu di PG Sindanglaut menjadi penanda dimulainya musim giling yang penuh harapan. Petani dan pabrik gula berharap cuaca yang lebih kering tahun ini dapat mendukung panen serta menjaga harga gula tetap menguntungkan bagi petani.


















