• Latest
  • Trending
Ilustrasi - Hantavirus pulmonary syndrome atau virus hanta. Foto: Adobe Stock

Waspada Penyebaran Hantavirus, Kemenkes Awasi Ketat Kapal dan Pesawat

May 12, 2026
Lisa BLACKPINK (Foto: X @FIFAWorldCup)

Resmi! Lisa BLACKPINK Akan Tampil Opening Ceremony Piala Dunia FIFA 2026

May 12, 2026
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027 Hyundai Hillstate resmi rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027. Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027. - galeri foto Sumber : Instagram.com/@hdecvolleyballteam

Megawati Hangestri Resmi Berseragam Hyundai Hillstate untuk Musim 2026/2027

May 12, 2026
Sebuah video viral aksi perusakan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan sekelompok bermotor di kawasan Pekiringan, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon (Tangkapan Layar)

Polisi ungkap kasus tindak pidana perusakan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan sekelompok geng motor di Cirebon

May 12, 2026
Ribuan warga tumpah ruah saksikan tradisi kawin tebu, syukuran giling panen tebu sejak tahun 1896 (Foto : Darfan)

Ribuan warga tumpah ruah saksikan tradisi kawin tebu, syukuran giling panen tebu sejak tahun 1896

May 12, 2026
Kopenhagen Denmark (Tangkapan Layar)

Kopenhagen Denmark Dinobatkan Jadi Kota Paling Bahagia di Dunia 2026

May 11, 2026
Dua Lipa (Sumber Foto : Harald Krichel, CC BY-SA 3.0, melalui Wikimedia Commons)

Dua Lipa Gugat Samsung Rp260 Miliar karena Foto Dipakai di Kardus TV Tanpa Izin

May 11, 2026
Veda Ega Pratama saat finis posisi enam pada kualifikasi Moto3 Prancis di Sirkuit Le Mans hari Sabtu (09/05/2026). (Honda Team Asia)

Moto3 GP Prancis 2026: Veda Ega Bangkit Dramatis dan Finis Empat Besar

May 11, 2026
Jelang Hari Raya Iduladha, Presiden Prabowo Subianto membeli sapi limosin berbobot 1,8 ton milik peternak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, untuk kurban Iduladha mendatang. (Foto : Darfan)

Sapi limosin bernama Diego berbobot 1,8 ton terpilih menjadi sapi kurban Presiden Prabowo

May 11, 2026
PRSSNI Jabar Ungkap Potensi Pertumbuhan Industri Advertising (Tangkapan Layar)

PRSSNI Jabar Ungkap Potensi Pertumbuhan Industri Advertising di Tengah Transformasi Digital Penyiaran

May 8, 2026
DPR RI Komisi VI memastikan pemerintah masih berupaya menjaga ketersediaan BBM nasional agar tetap aman (Foto : Darfan)

Ratusan nelayan di pantura cirebon tak melaut, DPR RI Komisi VI memastikan pemerintah masih berupaya menjaga ketersediaan BBM nasional agar tetap aman

May 8, 2026
Viral 18 siswi SMKN 2 Garut menangis histeris usai rambut mereka dipotong guru BK saat razia sekolah. (Tangkapan Layar)

Viral! Rambut Belasan Siswi SMK di Garut Digunting Guru, Begini Penjelasannya

May 8, 2026
James F. Sundah, komponis, penulis lagu, dan produser. Foto: Dok. Pribadi

Kabar Duka : Musisi Senior James F Sundah Meninggal Dunia

May 8, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Waspada Penyebaran Hantavirus, Kemenkes Awasi Ketat Kapal dan Pesawat

by Akbar
May 12, 2026
A A
Ilustrasi - Hantavirus pulmonary syndrome atau virus hanta. Foto: Adobe Stock

Ilustrasi - Hantavirus pulmonary syndrome atau virus hanta. Foto: Adobe Stock

PILARadio.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit virus hanta atau hantavirus dengan memperketat pengawasan di pintu masuk negara. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan ketat terhadap pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia melalui jalur udara maupun laut.

Kebijakan tersebut diumumkan menyusul meningkatnya perhatian global terhadap kasus hantavirus, terutama setelah munculnya klaster penyakit di kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan memiliki sejumlah kasus terkonfirmasi dan korban meninggal dunia.

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan pemerintah saat ini memperkuat sistem surveilans dan skrining kesehatan di seluruh pintu masuk internasional untuk mencegah masuknya penyakit tersebut ke Indonesia.

“Surveillance kita lakukan, screening gejala pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual serta aplikasi All Indonesia,” kata Andi Saguni dalam konferensi pers daring terkait kewaspadaan penyakit virus hanta.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh oleh 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan didukung oleh 286 wilayah kerja. Pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang internasional yang datang melalui bandara maupun pelabuhan laut.

Kemenkes menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional menghadapi potensi penyakit infeksi emerging atau penyakit menular baru yang dapat menyebar lintas negara melalui mobilitas manusia dan transportasi internasional.

RelatedPosts :

Skandal Seksual Dokter Residen Unpad, Kemenkes Sementara Hentikan Program PPDS

Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Virus Nipah dari Makanan dan Minuman

Kemenkes Minta Rumah Sakit Jiwa Sediakan Layanan untuk Pecandu Judi Online

Ajaib! Semua Penumpang Japan Airlines yang Terbakar Selamat

Skrining Penumpang di Bandara dan Pelabuhan Diperketat

Dalam upaya mencegah penyebaran hantavirus, Kemenkes memperkuat pemeriksaan terhadap seluruh pelaku perjalanan internasional. Pemeriksaan dilakukan menggunakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang, pengamatan visual terhadap gejala penyakit, hingga pelaporan kesehatan melalui aplikasi resmi pemerintah.

Setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Indonesia akan dikategorikan berdasarkan tingkat risiko, mulai dari kategori hijau, kuning, hingga merah.

Kategori hijau diberikan kepada penumpang yang tidak menunjukkan gejala penyakit. Kategori kuning ditujukan bagi penumpang yang berasal dari wilayah dengan risiko penyebaran penyakit, sedangkan kategori merah berlaku untuk penumpang yang menunjukkan gejala mengarah pada penyakit potensial wabah.

Jika ditemukan penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius atau memiliki gejala tertentu seperti demam, batuk, nyeri tubuh, dan sesak napas, maka petugas karantina kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Pemerintah menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap manusia, tetapi juga alat angkut seperti kapal dan pesawat yang datang dari luar negeri.

Pemeriksaan Kapal dan Pesawat dari Luar Negeri

Kemenkes menyebut kapal dan pesawat internasional menjadi fokus penting dalam pengawasan penyakit menular, terutama dari negara-negara yang memiliki riwayat kasus hantavirus.

Pemeriksaan kapal mencakup inspeksi kebersihan lingkungan serta pemantauan terhadap keberadaan tikus sebagai hewan pembawa virus hanta. Petugas kesehatan memeriksa kemungkinan adanya kotoran tikus atau tanda-tanda infestasi hewan pengerat di dalam kapal.

“Ada inspeksi kesehatan lingkungan, termasuk memantau keberadaan tikus di kapal-kapal tersebut, termasuk kebersihannya. Apakah di situ ada kotoran tikus dan semacamnya,” ujar Andi Saguni.

Pemeriksaan serupa juga dilakukan pada pesawat internasional yang masuk ke Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting karena virus hanta diketahui berkaitan erat dengan hewan pengerat, terutama tikus liar.

Khusus kapal yang datang dari wilayah Amerika dan Amerika Selatan, pengawasan dilakukan lebih ketat karena wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan dengan kasus hantavirus tipe HPS yang cukup tinggi.

Strategi Kemenkes Hadapi Ancaman Hantavirus

Dalam penjelasannya, Kemenkes memaparkan strategi kewaspadaan terhadap hantavirus dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni penguatan surveilans, peningkatan sumber daya kesehatan, dan kesiapan laboratorium.

Pada sektor surveilans, pemerintah melakukan pemantauan penyakit infeksi emerging di 21 rumah sakit sentinel di berbagai daerah. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap hewan pembawa penyakit untuk mendeteksi potensi penyebaran virus sejak dini.

Kemenkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang dicurigai terkait hantavirus. Seluruh data dicatat melalui sistem SKDR dan New All Record (NAR) untuk mempermudah pelacakan dan analisis risiko.

Selain penguatan sistem pemantauan, pemerintah juga menyiapkan rumah sakit rujukan untuk menangani kemungkinan kasus hantavirus di Indonesia. Saat ini terdapat 198 rumah sakit dalam jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging yang siap menjadi pusat rujukan jika ditemukan pasien dengan gejala terkait.

Tidak hanya itu, tenaga kesehatan juga mendapatkan pelatihan khusus terkait penanganan penyakit infeksi emerging, termasuk prosedur pemeriksaan, isolasi pasien, hingga penanganan medis.

Laboratorium Khusus Disiapkan untuk Pemeriksaan Hantavirus

Untuk mendukung proses diagnosis, Kemenkes telah menyiapkan sejumlah laboratorium rujukan nasional yang memiliki kemampuan mendeteksi virus hanta.

Laboratorium tersebut berada di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) dan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK).

Selain itu, jejaring laboratorium kesehatan masyarakat juga diperkuat melalui fasilitas pemeriksaan di BBLKM Jakarta, BBLKM Yogyakarta, dan BBLKM Banjarnegara.

Keberadaan laboratorium rujukan dinilai penting untuk memastikan proses identifikasi virus dapat dilakukan secara cepat dan akurat apabila ditemukan kasus mencurigakan di Indonesia.

Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar Jadi Perhatian

Kewaspadaan pemerintah meningkat setelah munculnya klaster hantavirus tipe HPS di kapal pesiar MV Hondius.

Menurut data Kemenkes, hingga Minggu 10 Mei 2026 terdapat enam kasus konfirmasi, dua kasus probable, dan tiga kematian dalam klaster tersebut.

Kasus di kapal pesiar itu menjadi perhatian internasional karena melibatkan tipe virus Andes yang termasuk dalam kategori Hanta Pulmonary Syndrome atau HPS.

Virus tersebut berbeda dengan tipe hantavirus yang selama ini ditemukan di Indonesia.

Perbedaan Hantavirus HPS dan HFRS

Andi Saguni menjelaskan bahwa hantavirus yang ditemukan pada klaster MV Hondius merupakan tipe HPS dengan strain virus Andes yang umumnya ditemukan di kawasan Amerika.

Gejala HPS meliputi demam, nyeri badan, batuk, hingga sesak napas yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius.

Sementara itu, tipe hantavirus yang pernah ditemukan di Indonesia adalah HFRS atau Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome.

Tipe HFRS lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri tubuh, lemas, gangguan ginjal, hingga kondisi tubuh menguning.

“Virus hanta yang ada di Indonesia itu adalah tipenya HFRS, berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius,” kata Andi.

Menurutnya, tipe HPS dengan strain Andes memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu, terutama melalui kontak intens dan berkepanjangan.

Namun, hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan antarmanusia pada tipe HFRS yang pernah dilaporkan di Indonesia sejak tahun 1991.

Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular, termasuk hantavirus.

Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus liar, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri badan, batuk, atau gangguan pernapasan setelah melakukan perjalanan internasional.

Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kapal, pesawat, pelabuhan, bandara, serta lingkungan tempat tinggal untuk mencegah berkembangnya hewan pengerat pembawa penyakit.

Dengan meningkatnya mobilitas internasional, pengawasan kesehatan di pintu masuk negara menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah masuknya penyakit infeksi baru ke Indonesia.

Kemenkes memastikan akan terus memantau perkembangan situasi global terkait hantavirus dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar sistem deteksi dini dan respons kesehatan nasional berjalan optimal.

Tags: HantavirusKapalKemenkesKemenkes Awasi Ketat Kapal dan PesawatPesawatWaspada Penyebaran Hantavirus
Previous Post

Resmi! Lisa BLACKPINK Akan Tampil Opening Ceremony Piala Dunia FIFA 2026

Related Category

Kopenhagen Denmark (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Kopenhagen Denmark Dinobatkan Jadi Kota Paling Bahagia di Dunia 2026

by Akbar
May 11, 2026

PILARadio.com - Copenhagen resmi dinobatkan sebagai kota paling bahagia di dunia tahun 2026 berdasarkan laporan Happy City Index yang dirilis...

Read more
Viral 18 siswi SMKN 2 Garut menangis histeris usai rambut mereka dipotong guru BK saat razia sekolah. (Tangkapan Layar)

Viral! Rambut Belasan Siswi SMK di Garut Digunting Guru, Begini Penjelasannya

May 8, 2026
AI to displace human (Tangkapan Layar)

China Batasi Penggunaan AI yang Menggantikan Tenaga Kerja Manusia

May 7, 2026
Ilustrasi hubungan cinta (Tangkapan Layar)

Studi Ungkap Zodiak Ternyata Tidak Pengaruhi Kecocokan Hubungan Cinta

May 6, 2026
Status Pluto sebagai benda langit bukan planet atau planet kembali diperdebatkan oleh para ilmuwan. (Tangkapan Layar)

NASA Wacanakan Kembalikan Status Pluto Jadi Planet, Benarkah?

May 5, 2026
Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM