CIREBON, PILARadio – Berbagai cara dilakukan para petani untuk menghadapi musim kemarau agar lahan pertanian tetap produktif. Di tengah keterbatasan air, petani di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai mengalihkan lahan pertanian dari padi ke berbagai jenis tanaman palawija. Selain lebih tahan terhadap cuaca kering, palawija dinilai mampu menjaga produktivitas lahan meski pasokan air terbatas.
Kondisi lahan pertanian di kawasan perbukitan Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tampak kering dan tandus. Selama dua bulan terakhir, hujan tidak turun sehingga sawah yang sebelumnya ditanami padi berubah menjadi lahan kering. Para petani pun harus mencari cara agar lahan mereka tetap menghasilkan di tengah minimnya ketersediaan air.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menanam berbagai jenis tanaman palawija, seperti cabai, terong, labu, dan mentimun. Dalam satu bulan terakhir, sebagian petani mulai mengganti tanaman padi dengan palawija. Selain lebih tahan terhadap terik matahari, tanaman palawija juga dinilai mampu bertahan dengan pasokan air yang terbatas.
Para petani hanya perlu melakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore. Selain itu, mereka juga memberikan pupuk dan melakukan penyemprotan agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang maksimal. Hampir dua hektare lahan sawah di Desa Sinarrancang diperkirakan akan beralih menjadi lahan tanaman palawija selama musim kemarau.
“Jadi kita memang berinisiatif menanam palawija karena kalau musim kemarau ini padi tidak bisa panen karena kekurangan air. Memang hampir setiap tahun kalau musim kemarau kita menanam palawija dan memang beberapa bulan kedepan sudah bisa panen untuk tanaman palawija sendiri ada cabe, bawanag dan terong” Ujar Petani Palawija, Subandi.
Sementara itu, untuk memastikan ketersediaan air selama musim kemarau, para petani bergotong royong membuat sumur bor sebagai sumber air untuk mengairi lahan pertanian mereka.



