PILARadio.com – Bulan Ramadan merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi waktu yang penuh keberkahan, bulan suci ini juga dikenal sebagai momen di mana amalan-amalan baik dilipatgandakan pahalanya. Setiap Muslim diwajibkan menjalani ibadah puasa, yaitu menahan lapar, haus, dan hawa nafsu mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam atau waktu berbuka puasa tiba.
Namun, durasi puasa di seluruh dunia tidaklah sama. Waktu berpuasa berbeda-beda tergantung lokasi geografis dan zona waktu masing-masing negara. Ada wilayah yang memiliki durasi puasa lebih panjang, ada pula yang relatif lebih singkat. Fenomena ini membuat pengalaman berpuasa di setiap negara unik dan menarik untuk dipelajari.
Menurut laporan Al Jazeera, tahun 2026 ini mayoritas umat Muslim di Belahan Bumi Utara akan menjalani durasi puasa yang sedikit lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan durasi puasa di wilayah ini akan terus menurun hingga tahun 2031, saat Ramadan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin atau hari terpendek dalam setahun.
Sementara itu, umat Muslim di Belahan Bumi Selatan justru mengalami durasi puasa lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Di sejumlah negara seperti Chile, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, durasi puasa pada hari pertama Ramadan 2026 dapat mencapai 14 hingga 15 jam. Namun, meskipun panjang pada awal bulan, durasinya akan berangsur menurun seiring berjalannya Ramadan.
Di Eropa, beberapa kota memiliki waktu puasa yang relatif lebih singkat. Kota-kota seperti Paris, Reykjavik, dan Nuuk mencatat durasi puasa antara 11 hingga 12 jam. Sementara itu, di Indonesia, durasi puasa rata-rata mencapai sekitar 13 jam 28 menit, menjadikan pengalaman puasa di Nusantara cukup menantang tetapi tetap lebih bersahabat dibanding beberapa negara di Belahan Bumi Selatan.
Negara dengan Durasi Puasa Terlama di Dunia 2026
Berikut adalah daftar 10 kota dan negara dengan durasi puasa terlama pada Ramadan 2026:
- Christchurch, Selandia Baru – 15 jam 22 menit
- Puerto Montt, Chile – 15 jam 13 menit
- Canberra, Australia – 14 jam 48 menit
- Montevideo, Uruguay – 14 jam 42 menit
- Buenos Aires, Argentina – 14 jam 42 menit
- Johannesburg, Afrika Selatan – 14 jam 13 menit
- Ciudad del Este, Paraguay – 14 jam 12 menit
- Harare, Zimbabwe – 13 jam 53 menit
- Brasilia, Brasil – 13 jam 47 menit
- Luanda, Angola – 13 jam 38 menit
Negara-negara di Belahan Bumi Selatan mendominasi daftar ini karena posisi geografisnya yang lebih dekat dengan kutub selatan, sehingga perbedaan panjang siang dan malam lebih signifikan. Durasi puasa panjang ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang menjalankannya, terutama dalam menyeimbangkan aktivitas harian, pekerjaan, dan ibadah.
Negara dengan Durasi Puasa Terpendek di Dunia 2026
Sebaliknya, beberapa kota di Belahan Bumi Utara mengalami durasi puasa yang lebih singkat. Berikut adalah 10 kota dengan durasi puasa terpendek pada Ramadan 2026:
- Paris, Prancis – 11 jam 33 menit
- Reykjavik, Islandia – 11 jam 42 menit
- Nuuk, Greenland – 11 jam 42 menit
- Helsinki, Finlandia – 11 jam 44 menit
- Moskow, Rusia – 11 jam 44 menit
- Oslo, Norwegia – 11 jam 51 menit
- Stockholm, Swedia – 11 jam 52 menit
- Ottawa, Kanada – 11 jam 58 menit
- London, Inggris – 12 jam 1 menit
- Astana, Kazakhstan – 12 jam 2 menit
Durasi puasa yang lebih singkat ini memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk lebih mudah menyesuaikan jadwal ibadah dan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kualitas ibadah, kesabaran, dan konsistensi menahan lapar dan haus sepanjang hari.
Faktor yang Mempengaruhi Durasi Puasa
Perbedaan durasi puasa di dunia bukanlah kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- Geografi dan Lintang Bumi – Semakin jauh suatu wilayah dari garis khatulistiwa, semakin panjang atau pendek durasi siang dan malam. Hal ini langsung memengaruhi lama waktu puasa.
- Zona Waktu – Perbedaan zona waktu memengaruhi penentuan awal waktu subuh dan maghrib, yang menjadi patokan ibadah puasa.
- Musim – Ramadan bergerak setiap tahun sekitar 10–12 hari lebih awal dibanding tahun sebelumnya karena kalender Hijriyah bersifat lunar. Sehingga, di musim panas, siang hari lebih panjang dan puasa cenderung lebih lama; sedangkan di musim dingin, siang lebih pendek dan puasa lebih singkat.
Tips Menjalani Puasa Panjang
Bagi umat Muslim yang berada di negara dengan durasi puasa panjang, berikut beberapa tips untuk tetap sehat dan produktif:
- Konsumsi makanan bergizi saat sahur untuk menjaga energi sepanjang hari.
- Minum cukup air saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi.
- Atur aktivitas fisik agar tidak terlalu melelahkan saat siang hari.
- Istirahat cukup agar tubuh tetap fit dan fokus menjalankan ibadah.
Durasi puasa Ramadan 2026 menunjukkan betapa beragamnya pengalaman ibadah di seluruh dunia. Ada yang berpuasa hingga 15 jam, sementara ada juga yang hanya sekitar 11 jam. Perbedaan ini mencerminkan kondisi geografis, musim, dan zona waktu di masing-masing negara.
Meski durasinya berbeda, tujuan Ramadan tetap sama: menumbuhkan kesabaran, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbanyak amalan baik. Dengan memahami perbedaan durasi puasa di berbagai negara, umat Muslim bisa lebih menghargai pengalaman berpuasa masing-masing, sekaligus menjaga kesehatan dan semangat beribadah sepanjang bulan suci.
Sumber : www.kumparan.com


















