• Latest
  • Trending
Ilustrasi tidur

Tidur Dua Kali dalam Semalam, Kebiasaan Lama yang Kini Hilang

February 20, 2026
Gebyar Ramadan Penuh Hikmah Forum Jurnalis Cirebon, Ngabuburit dan Bukber Bareng Puluhan Wartawan (Tangkapan Layar)

Gebyar Ramadan Penuh Hikmah Forum Jurnalis Cirebon, Ngabuburit dan Bukber Bareng Puluhan Wartawan

March 15, 2026
Film Na Willa Di Jakarta Sold Out dan 22 Kota Di Indonesia

Tayang Lebih Dulu Tiket Film Na Willa Di Jakarta Sold Out dan 22 Kota Di Indonesia Hampir Habis

March 13, 2026
Band Rock Bon Jovi (Tangkapan Layar)

Band Rock Bon Jovi Akan Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Biopik Musikal Terbaru

March 13, 2026
Melbourne (Tangkapan Layar)

Daftar Kota Terbaik Dunia 2026 Versi Global Ranking, Ada Indonesia?

March 13, 2026
Jersey Home dan Away Timnas Indonesia, Kelme

Resmi! Jersey Terbaru Timnas Indonesia Diluncurkan untuk Musim 2026

March 13, 2026
Ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, porak-poranda usai diterjang angin puting beliung (Foto :Darfan)

Ratusan rumah di dua kecamatan di Cirebon rusak parah usai diterjang angin puting beliung

March 13, 2026
Jepang Jadi Destinasi Utama Wisata Musim Semi Asia Pasifik 2026

Jepang Jadi Destinasi Wisata Musim Semi Terpopuler 2026

March 12, 2026
Boyband legendaris Taiwan, F4.

Boyband Legendaris F4 Akan Konser Reuni di Indonesia Arena pada 30 Mei 2026

March 12, 2026
Dua pemain Iran merayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 usai bermain imbang dengan Uzbekistan pada 25 Maret 2025 lalu

FIFA Pastikan Iran Tetap Bisa Berlaga di Piala Dunia 2026

March 12, 2026
Bulan puasa, pedagang nyambi kurir sabu diringkus polisi

Bulan puasa, pedagang nyambi kurir sabu diringkus polisi

March 12, 2026
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu pagi melakukan peninjauan ke Keraton Kasepuhan

Menteri Pariwisata RI Widiyanti tinjau kesiapan wisata di Kota Cirebon

March 12, 2026
Angkutan dicek, pengemudi dites Kesehatan, pemerintah pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi baik

Angkutan dicek, pengemudi dites kesehatan, pemerintah pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi baik

March 12, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Tidur Dua Kali dalam Semalam, Kebiasaan Lama yang Kini Hilang

by Akbar
February 20, 2026
A A
Ilustrasi tidur

Ilustrasi tidur. (Foto: Freepik.com)

PILARadio.com – Pernah terbangun pukul 3 pagi lalu merasa cemas karena mengira kualitas tidur Anda bermasalah? Menurut ahli psikologi kognitif, kondisi tersebut justru sangat manusiawi dan bisa jadi merupakan sisa pola tidur alami manusia zaman dulu. Fakta sejarah menunjukkan bahwa manusia tidak selalu tidur delapan jam tanpa terputus seperti yang kini dianggap ideal.

Darren Rhodes, dosen Psikologi Kognitif sekaligus Direktur Environmental Temporal Cognition Lab di Keele University, menjelaskan bahwa pola tidur delapan jam nonstop sebenarnya merupakan kebiasaan modern. Dalam tulisannya di The Conversation, Rhodes mengungkapkan bahwa selama sebagian besar sejarah evolusi manusia, tidur berlangsung dalam dua sesi setiap malam.

Pola ini dikenal sebagai segmented sleep atau tidur terbagi, yang terdiri dari first sleep (tidur pertama) dan second sleep (tidur kedua). Masing-masing sesi berlangsung beberapa jam dan dipisahkan oleh periode terjaga selama satu jam atau lebih di tengah malam. Artinya, bangun tengah malam bukanlah gangguan, melainkan bagian dari ritme biologis yang pernah lazim dijalani manusia.

Catatan sejarah dari Eropa, Afrika, hingga Asia menunjukkan bahwa setelah malam tiba, keluarga biasanya tidur lebih awal. Mereka kemudian bangun sekitar tengah malam sebelum kembali tidur hingga fajar. Jeda tengah malam ini bukan waktu yang sia-sia. Justru, periode tersebut membentuk pengalaman manusia terhadap panjangnya malam, terutama pada musim dingin yang lebih panjang.

Pada masa pra-industri, orang memanfaatkan waktu bangun tengah malam untuk berbagai aktivitas ringan. Sebagian menyalakan kembali api perapian atau memeriksa hewan ternak. Ada pula yang tetap di tempat tidur untuk berdoa, merenungkan mimpi, membaca, menulis, atau bercengkrama pelan dengan keluarga. Bahkan, banyak pasangan memanfaatkan waktu tersebut untuk membangun keintiman.

Pola tidur dua sesi ini juga tercatat dalam karya sastra klasik. Penyair Yunani Kuno Homer dan penyair Romawi Virgil sama-sama menyebutkan istilah yang merujuk pada “jam yang mengakhiri tidur pertama”. Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan tidur dua kali dalam semalam adalah praktik umum pada masanya.

RelatedPosts :

Tidur di Venue, Atlet Lompat Tinggi Ukraina Raih Emas Olimpiade

Tren Viral Makan Baby Wortel Sebelum Tidur, Ini Penjelasan Ahli

Viral! Teknik Tidur ala Militer yang Bikin Cepat Terlelap dalam 2 Menit

Lalu mengapa pola tidur dua sesi menghilang?

Perubahan besar mulai terjadi dalam dua abad terakhir, terutama akibat munculnya pencahayaan buatan. Pada abad ke-18 dan ke-19, lampu minyak dan lampu gas memungkinkan manusia beraktivitas lebih lama setelah matahari terbenam. Ketika listrik ditemukan, malam tidak lagi identik dengan waktu istirahat. Orang mulai begadang lebih lama, sehingga waktu tidur pun mundur dan akhirnya menyatu dalam satu blok panjang.

Secara biologis, paparan cahaya terang pada malam hari memengaruhi ritme sirkadian atau jam internal tubuh. Cahaya buatan dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membantu kita merasa mengantuk. Akibatnya, kecenderungan tubuh untuk bangun di tengah malam pun berkurang karena pola tidur menjadi lebih padat dalam satu rentang waktu.

Selain faktor cahaya, Revolusi Industri juga memainkan peran besar. Jadwal kerja pabrik menuntut waktu istirahat yang efisien agar sesuai dengan jam kerja tetap. Pada awal abad ke-20, konsep tidur delapan jam tanpa terputus menjadi standar baru yang dianggap ideal dan produktif.

Menariknya, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa tubuh manusia masih menyimpan kecenderungan alami untuk tidur dalam dua sesi. Dalam studi laboratorium yang mensimulasikan malam musim dingin panjang tanpa cahaya buatan dan tanpa jam, peserta sering kembali ke pola tidur dua sesi dengan jeda terjaga yang tenang di tengah malam.

Sebuah penelitian tahun 2017 pada komunitas pertanian di Madagascar yang belum memiliki akses listrik menemukan bahwa banyak warganya masih tidur dalam dua sesi dan bangun sekitar tengah malam. Temuan ini memperkuat teori bahwa segmented sleep adalah pola biologis yang tertanam dalam sejarah manusia.

Rhodes menjelaskan bahwa cahaya bukan hanya mengatur ritme sirkadian, tetapi juga memengaruhi persepsi waktu. Cahaya pagi, yang kaya akan spektrum biru, sangat efektif merangsang produksi kortisol dan menekan melatonin, membantu tubuh merasa segar. Sebaliknya, cahaya redup atau gelap membuat waktu terasa melambat dan lebih panjang.

Fenomena ini terlihat dalam studi isolasi waktu, termasuk penelitian di gua, di mana orang yang hidup berminggu-minggu tanpa cahaya alami sering salah menghitung hari. Tanpa petunjuk cahaya, persepsi waktu menjadi kabur dan mudah tergelincir.

Hal serupa terjadi di wilayah kutub saat musim dingin panjang tanpa matahari terbit. Waktu seolah berhenti. Namun, penduduk asli lintang tinggi cenderung lebih mampu beradaptasi dibanding pengunjung jangka pendek. Sebuah studi tahun 1993 pada populasi Iceland dan keturunannya yang bermigrasi ke Kanada menunjukkan tingkat gangguan afektif musiman (SAD) yang relatif rendah, kemungkinan karena faktor genetik.

Penelitian dari Environmental Temporal Cognition Lab di Keele University juga menunjukkan hubungan kuat antara cahaya, suasana hati, dan persepsi waktu. Dalam eksperimen realitas virtual, adegan dengan cahaya redup terasa lebih lama dibanding adegan siang terang. Efek ini lebih kuat pada peserta dengan suasana hati rendah.

Para ahli tidur menegaskan bahwa terbangun sebentar di malam hari adalah hal normal, terutama saat transisi tahap tidur, termasuk mendekati fase REM yang berkaitan dengan mimpi. Masalah muncul ketika seseorang panik dan mulai menghitung waktu.

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) menyarankan jika tidak bisa tidur setelah sekitar 20 menit, bangunlah dari tempat tidur dan lakukan aktivitas ringan di bawah cahaya redup, seperti membaca, lalu kembali saat mengantuk. Ahli juga menyarankan menutup jam agar tidak terobsesi pada waktu.

Kecemasan, kebosanan, dan cahaya redup dapat membuat waktu terasa berjalan lebih lambat. Sebaliknya, ketenangan dan penerimaan membantu tubuh kembali rileks. Memahami bahwa bangun tengah malam pernah menjadi pola tidur alami manusia dapat mengurangi kecemasan.

Jadi, jika Anda terbangun pukul 3 pagi, mungkin itu bukan tanda gangguan tidur. Bisa jadi itu adalah jejak pola tidur dua sesi yang diwariskan leluhur kita sebuah ritme biologis lama yang masih hidup dalam tubuh modern.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: Kebiasaan Lama yang Kini HilangTidurTidur Dua Kali dalam Semalam
Previous Post

Taylor Swift Sabet Gelar Musisi Terlaris Global 2025 Versi IFPI

Next Post

Maarten Paes Debut, Ajax Ditahan Imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen

Related Category

Melbourne (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Daftar Kota Terbaik Dunia 2026 Versi Global Ranking, Ada Indonesia?

by Akbar
March 13, 2026

PILARadio.com - Majalah gaya hidup dan perjalanan Time Out kembali merilis daftar tahunan 50 kota terbaik di dunia untuk dikunjungi...

Read more
Jepang Jadi Destinasi Utama Wisata Musim Semi Asia Pasifik 2026

Jepang Jadi Destinasi Wisata Musim Semi Terpopuler 2026

March 12, 2026
Ilustrasi Singapura (Sumber: Bussines Insider SG)

Singapura Salip Bali dalam Daftar Destinasi Budaya Terbaik Dunia 2026

March 11, 2026
Roti sedikit berjamur.

Penting! Roti Jamuran Tetap Harus Dibuang Meski Hanya Sedikit

March 10, 2026
Para peneliti telah mengkonfirmasi bahwa possum jari panjang kerdil (Dactylonax kambuayai) masih hidup di Papua.

Ilmuwan Temukan 2 Spesies Marsupial Papua yang Dikira Punah Ribuan Tahun Lalu

March 9, 2026
Next Post
Maarten Paes Debut, Ajax Ditahan Imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen (Sumber Foto : IG/ Ajax Amstredam)

Maarten Paes Debut, Ajax Ditahan Imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen

Tampil dengan dominasi warna merah, Masjid Merah Panjunan di Cirebon, Jawa Barat, menjadi simbol penyebaran Islam yang sarat akulturasi budaya.

Pernik Ramadan Masjid Merah Panjunan, Akulturasi Jawa Tionghoa

Hearts2Hearts akan tampilkan Rude di panggung pertama kali pada fan meeting perdana. (Allkpop)

Hearts2Hearts Rilis Single Baru ‘RUDE!’ dan Umumkan Fan Meeting Anniversary Spesial

Bunga Rafflesia arnoldi salah satu Puspa Langka Indonesia. Bunga Rafflesia tidak sama atau berbeda dengan bunga bangkai yang tumbuh di Indonesia. Rafflesia arnoldi R.Br adalah spesies bunga parasit endemik Sumatera dan hutan Kalimantan.(Shutterstock/Bpk Maizal)

Ilmuwan Temukan Spesies Baru Bunga Rafflesia di Hutan Kalimantan Timur

Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist