CIREBON, PILARadio – Siapa sangka kulit singkong yang selama ini dianggap limbah, di tangan Aryanto Misel, warga Kabupaten Cirebon, diubah menjadi bom bola pemadam api. Berbentuk seperti bola dan dibungkus styrofoam, alat ini diklaim mampu memadamkan api hanya dalam hitungan detik.
Temuan pemadam api berbahan baku kulit singkong yang sudah dikembangkan Aryanto sejak tahun 2000-an ini kembali menjadi perhatian seiring maraknya isu kebakaran hutan dan lahan. Dikemas berbentuk bola berbalut styrofoam, pemadam api berbahan dasar ekstrak kulit singkong ini diklaim mampu memadamkan api hanya dalam hitungan detik dengan memanfaatkan kandungan potasium sitrat dalam kulit singkong.
Sekilas, bentuknya memang sederhana. Namun, saat dilemparkan ke dalam api, bom bola kulit singkong ini akan pecah dan meledak sekaligus melepaskan serbuk pemadam. Sumbu di dalam bola yang tersulut api memicu reaksi petasan.
Aryanto Misel, sang profesor tanpa gelar, menjelaskan bahwa alat yang dinamai Annaro Fire Stop ini bekerja dengan memutus langsung mata rantai reaksi pembakaran, bukan dengan cara menutupi api dari oksigen.
Selain dibuat berbentuk bola, Aryanto juga membuat apar berbentuk tabung yang diisi nitrogen untuk menambah daya tekan dan mencegah bahan menggumpal. Sejak pertama kali dikembangkan dua dekade lalu, inovasi Aryanto Misel mendapat dukungan dari sejumlah pihak.
Salah satunya adalah mantan Pangdam III Siliwangi, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang kini menjabat sebagai Pangkogabwilhan I. Dukungan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menjadi bagian dari perjalanan panjang inovasi pemadam api berbahan dasar kulit singkong yang terus dikembangkan Aryanto hingga sekarang.
Sementara itu, komposisi Annaro Fire Stop berasal dari 90 persen ekstrak kulit singkong yang dipadukan dengan katalis dan bahan antigumpal, serta bahan pendukung seperti sumbu dan petasan.
Menurut Aryanto, teknologi yang sudah dikembangkan sejak awal tahun 2000-an ini, resep dan lisensinya sudah dibeli oleh Jepang pada 2010 lalu. Namun, Aryanto masih diperbolehkan melakukan produksi dalam skala rumahan.
“Sebelumnya ini saya jual ke Jepang teknologinya dari kulit singkong ini untuk komposisi Annaro Fire Stop berasal dari 90 persen ekstrak kulit singkong yang dipadukan dengan katalis dan bahan antigumpal, serta bahan pendukung seperti sumbu dan petasan.” Ujar Penemu Asal Cirebon, Aryanto Misel.
Aryanto bahkan menyebut dirinya pernah bertemu Presiden Prabowo Subianto dan memaparkan alat temuannya.
Menariknya, tak hanya untuk memadamkan api, sisa serbuk kulit singkong ini juga disebut masih memiliki manfaat lain, yakni untuk membantu kesuburan tanaman karena 100 persen berbahan organik.
Aryanto juga pernah memproduksi hingga 1.000 bola pemadam api atas permintaan pembeli.
Temuan ini kembali menjadi sorotan setelah isu kebakaran hutan dan lahan ramai dibicarakan. Terlebih, muncul wacana pemanfaatan alat pemadam berbahan singkong untuk diproduksi secara massal.




