PILARadio.com – Olivia Rodrigo kembali menjadi perhatian setelah resmi merilis lagu terbarunya, “serena joy”, ke berbagai platform streaming pada 24 Agustus 2026. Lagu tersebut sebelumnya sempat membuat penasaran penggemar karena hanya dirilis dalam format fisik secara terbatas sebelum akhirnya tersedia untuk didengarkan secara luas.
Perilisan “serena joy” menjadi salah satu momen menarik dalam perjalanan musik Olivia Rodrigo pada 2026. Bukan hanya karena lagu ini sebelumnya tidak masuk ke dalam daftar lagu album ketiganya, tetapi juga karena tema yang diangkat berbeda dari materi yang selama ini lebih banyak dikenal melalui kisah percintaan dan gejolak emosional.
Kali ini, Olivia membawa pendengarnya ke wilayah yang lebih gelap. “serena joy” mengangkat persoalan mengenai kekuasaan, sistem yang menindas, sikap tidak peduli, serta ironi ketika seseorang merasa aman karena menjadi bagian dari sebuah sistem, padahal sistem tersebut pada akhirnya dapat berbalik merugikan dirinya sendiri.
Lagu ini juga memiliki kaitan erat dengan karya sastra distopia The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood. Nama “serena joy” diambil dari salah satu karakter utama dalam novel tersebut, Serena Joy Waterford, perempuan yang ikut membantu membangun sistem patriarkal dan otoriter Gilead, tetapi kemudian ikut kehilangan hak dan kebebasannya akibat sistem yang pernah ia dukung.
Perilisan lagu tersebut juga hadir hanya beberapa hari sebelum Olivia Rodrigo menggelar Daisy Chain Fields, festival musik yang ia gagas di Irvine, California. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 dan mengusung lineup yang seluruhnya berisi perempuan.
Dengan demikian, kehadiran “serena joy” bukan sekadar rilisan tambahan dari album terbaru Olivia Rodrigo. Lagu ini juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas sang penyanyi yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering menghubungkan musik dengan isu sosial dan dukungan terhadap perempuan serta anak perempuan.
Olivia Rodrigo Rilis “serena joy” di Platform Streaming
Penggemar Olivia Rodrigo akhirnya dapat mendengarkan “serena joy” secara resmi melalui platform streaming mulai 24 Agustus 2026.
Sebelum tersedia secara digital, lagu tersebut terlebih dahulu dirilis dalam bentuk CD dengan jumlah yang sangat terbatas. Hanya 500 keping CD yang disediakan dan dijual secara eksklusif melalui Analog Records di kawasan Tustin, California, pada 21 Agustus 2026.
Jumlah yang terbatas membuat rilisan fisik tersebut menjadi incaran penggemar. Kelima ratus CD itu dilaporkan langsung habis terjual pada hari yang sama.
Strategi perilisan tersebut membuat “serena joy” terasa seperti kejutan kecil bagi penggemar sebelum akhirnya lagu tersebut dilepas secara global.
Bagi penggemar yang tidak sempat mendapatkan CD edisi terbatas, perilisan streaming menjadi kesempatan untuk mendengarkan lagu tersebut secara resmi. Olivia sendiri mengumumkan kehadiran lagu tersebut di platform streaming melalui media sosial.
Dalam pengumuman tersebut, Olivia juga menyampaikan bahwa sebagian dari seluruh pendapatan bersih “serena joy” akan disalurkan kepada Daisy Chain Fields Fund. Ia sekaligus mengungkapkan kecintaannya terhadap lagu tersebut.
Perilisan digital ini memperluas jangkauan lagu yang sebelumnya hanya dapat didengarkan oleh pemilik CD edisi terbatas. Dengan hadir di platform streaming, “serena joy” kini dapat menjangkau pendengar Olivia Rodrigo di berbagai negara.
Menariknya, perilisan tersebut dilakukan hanya beberapa hari sebelum Daisy Chain Fields berlangsung. Jarak waktu yang berdekatan membuat lagu ini diperkirakan menjadi salah satu bagian penting dari momentum festival yang digagas Olivia.
Lagu “serena joy” Bukan Bagian dari Album Ketiga
“serena joy” sebenarnya bukan lagu baru yang dibuat setelah album ketiga Olivia Rodrigo selesai dirilis.
Lagu tersebut direkam ketika Olivia bersama produser sekaligus kolaborator lamanya, Dan Nigro, sedang mengerjakan album ketiga “you seem pretty sad for a girl so in love”.
Album tersebut dirilis pada Juni 2026. Namun, “serena joy” akhirnya tidak masuk dalam daftar lagu final album.
Keputusan tersebut membuat lagu ini menjadi salah satu materi yang sebelumnya tersimpan di luar album. Meski demikian, Olivia kemudian memutuskan untuk memberikan kesempatan baru kepada lagu tersebut.
Jika melihat tema “you seem pretty sad for a girl so in love”, keputusan untuk tidak memasukkan “serena joy” ke album utama cukup masuk akal dari sisi konsep. Album tersebut lebih banyak mengeksplorasi perjalanan emosional dalam hubungan, sementara “serena joy” membawa pembahasan yang lebih sosial dan politis.
Lagu ini memiliki energi yang lebih mendesak dan bernuansa protes. Sejumlah ulasan menggambarkannya sebagai karya yang memiliki semangat punk dengan pendekatan yang lebih gelap dibandingkan sejumlah materi Olivia sebelumnya.
Dengan menjadikannya rilisan terpisah, Olivia seolah memberikan ruang tersendiri bagi lagu tersebut. “serena joy” tidak harus mengikuti alur emosional album ketiganya dan dapat berdiri sebagai pernyataan tersendiri.
Hal itu juga membuat lagu ini terasa relevan dengan kegiatan sosial yang tengah ia persiapkan melalui Daisy Chain Fields.
Apa Arti Judul “serena joy”?
Judul lagu menjadi salah satu bagian paling penting untuk memahami pesan yang ingin disampaikan Olivia Rodrigo.
“serena joy” merujuk pada karakter Serena Joy Waterford dalam novel distopia The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood yang pertama kali diterbitkan pada 1985.
Dalam cerita tersebut, Serena Joy merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam lahirnya rezim Gilead. Ia mendukung sistem patriarkal yang menempatkan perempuan dalam posisi sangat terbatas.
Ironinya, sistem tersebut pada akhirnya juga membatasi kehidupan Serena sendiri. Ia kehilangan sejumlah hak dan kebebasan di bawah aturan yang sebelumnya ikut ia dukung.
Karakter tersebut kemudian menjadi simbol dari sebuah ironi: seseorang dapat membantu membangun atau mempertahankan sistem yang menindas kelompok tertentu, tetapi pada akhirnya tidak selalu terbebas dari dampak sistem tersebut.
Konteks inilah yang menjadi dasar penting dalam membaca “serena joy”.
Olivia Rodrigo menggunakan nama karakter tersebut untuk menyampaikan gagasan mengenai orang-orang yang merasa mendapatkan keuntungan dari sebuah sistem yang tidak adil.
Namun, ketika sistem tersebut terus berkembang dan kekuasaan semakin kuat, tidak ada jaminan bahwa mereka akan selamanya berada di posisi yang aman.
Olivia Rodrigo Soroti Sistem yang Menindas
Tema utama “serena joy” berkaitan dengan sistem kekuasaan dan orang-orang yang memilih untuk diam atau bahkan mendapatkan keuntungan dari sistem tersebut.
Lagu ini tidak hanya berbicara mengenai korban. Olivia juga mengarahkan perhatian kepada mereka yang berada di sekitar sistem dan membiarkannya terus berjalan.
Pesan tersebut terasa melalui gagasan bahwa ketika seseorang menganggap ketidakadilan hanya akan menimpa orang lain, keadaan bisa berubah sewaktu-waktu.
NME menilai lagu ini membawa tema mengenai sistem yang kejam dan menindas serta orang-orang yang memperoleh keuntungan darinya. Lagu tersebut juga menggunakan karakter Serena Joy Waterford sebagai rujukan untuk menyampaikan gagasan tersebut.
Pendekatan Olivia dalam lagu ini cukup berbeda dibandingkan lagu-lagu yang membesarkan namanya pada awal karier.
Jika sejumlah lagu sebelumnya dikenal karena kisah cinta, patah hati, kecemburuan, dan hubungan yang rumit, “serena joy” memperlihatkan sisi lain dari penulisan lagu Olivia.
Ia tidak hanya bercerita mengenai pengalaman pribadi, tetapi juga mengarahkan pendengar pada persoalan yang lebih luas.
Tema tersebut membuat lagu ini terasa lebih seperti lagu protes. Energi musiknya mendukung pesan tersebut dengan nuansa yang lebih kasar, mendesak, dan penuh tekanan.
Terinspirasi dari The Handmaid’s Tale
Penggunaan nama Serena Joy tidak datang tanpa alasan.
The Handmaid’s Tale merupakan novel distopia yang menggambarkan masyarakat Gilead, sebuah rezim teokratis dengan aturan yang sangat ketat terhadap perempuan.
Novel Margaret Atwood tersebut telah lama menjadi salah satu karya sastra yang banyak dibicarakan ketika membahas kekuasaan, kontrol terhadap tubuh perempuan, kebebasan, serta hubungan antara individu dan sistem politik.
Serena Joy menjadi karakter yang menarik karena posisinya tidak sederhana.
Ia bukan sekadar korban. Ia juga memiliki peran dalam sistem yang kemudian membatasi dirinya.
Karakter tersebut memperlihatkan bagaimana seseorang dapat mendukung sebuah gagasan ketika merasa gagasan itu akan menguntungkannya, tanpa sepenuhnya memikirkan konsekuensi yang mungkin muncul ketika sistem tersebut berkembang lebih jauh.
Olivia Rodrigo mengambil ironi tersebut dan menggunakannya sebagai titik awal untuk membangun lagu “serena joy”.
Dengan demikian, pendengar yang mengetahui latar belakang karakter Serena Joy akan mendapatkan lapisan makna tambahan ketika mendengarkan lagu ini.
Sementara pendengar yang belum membaca novel The Handmaid’s Tale tetap dapat memahami pesan utamanya mengenai ketidakadilan, kekuasaan, dan konsekuensi dari membiarkan sistem yang menindas terus berjalan.
“serena joy” Hadir Menjelang Daisy Chain Fields
Waktu perilisan “serena joy” juga tidak dapat dilepaskan dari Daisy Chain Fields.
Festival yang digagas Olivia Rodrigo tersebut akan digelar di Great Park, Irvine, California, pada 29 Agustus 2026. Acara tersebut menghadirkan jajaran musisi perempuan dari berbagai generasi dan genre.
Beberapa nama yang dijadwalkan tampil antara lain Chappell Roan, Doechii, Mitski, Bikini Kill, Garbage, The Breeders, KATSEYE, Santigold, Sarah McLachlan, Stevie Nicks, dan sejumlah musisi lainnya. Olivia Rodrigo sendiri menjadi salah satu penampil utama sekaligus menutup festival.
Festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai acara musik. Daisy Chain Fields juga membawa misi sosial dengan menyalurkan hasil bersih acara kepada organisasi nirlaba yang mendukung dan memperjuangkan hak serta kesejahteraan perempuan dan anak perempuan.
Karena itu, tema “serena joy” terasa sangat berdekatan dengan semangat festival.
Lagu tersebut membicarakan sistem, kekuasaan, dan konsekuensi ketika hak serta kebebasan seseorang terancam. Sementara Daisy Chain Fields secara khusus dibangun sebagai ruang yang mendukung perempuan dan anak perempuan.
Keduanya bertemu dalam satu momentum yang sama.
Olivia Rodrigo Akan Tampilkan “serena joy” di Daisy Chain Fields
Selain menjadi rilisan baru, “serena joy” juga akan mendapatkan penampilan live perdananya di Daisy Chain Fields.
Hal tersebut membuat festival ini menjadi lebih istimewa bagi penggemar Olivia Rodrigo. Lagu yang sebelumnya hanya beredar dalam jumlah terbatas di CD kini dapat didengarkan secara streaming, kemudian akan dibawakan secara langsung di hadapan penonton festival.
Daisy Chain Fields sendiri merupakan festival yang telah terjual habis dan akan berlangsung selama satu hari. Olivia dijadwalkan menjadi penampil penutup.
Penampilan Olivia juga diperkirakan menjadi salah satu momen utama festival karena ia akan tampil bersama sejumlah tamu spesial.
Sarah McLachlan, Stevie Nicks, dan Karen O dari Yeah Yeah Yeahs dijadwalkan ikut hadir dalam penampilan Olivia.
Dengan begitu, “serena joy” berpotensi menjadi salah satu lagu yang paling dinantikan dalam penampilan tersebut.
Bagi Olivia, membawakan lagu ini dalam festival yang memiliki misi sosial juga memberikan konteks yang lebih kuat terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Daisy Chain Fields Fokus pada Perempuan dan Anak Perempuan
Daisy Chain Fields menjadi bagian penting dari aktivitas Olivia Rodrigo pada 2026.
Festival ini dibuat untuk mempertemukan musisi perempuan, organisasi nirlaba, dan komunitas dalam sebuah acara yang mengedepankan dukungan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Pihak penyelenggara menyebut festival tersebut dirancang untuk merayakan kekuatan pengalaman kolektif sekaligus mendorong munculnya gagasan dan aksi nyata. Seluruh pendapatan bersih festival akan disalurkan kepada organisasi nirlaba yang bekerja untuk memajukan serta memperjuangkan hak perempuan dan anak perempuan.
Konsep tersebut membuat Daisy Chain Fields memiliki karakter berbeda dari festival musik pada umumnya.
Bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga mengenai tujuan yang dibawa setelah acara selesai.
Olivia sendiri mengundang para musisi yang tampil dalam festival tersebut. Sejumlah artis yang terlibat juga menilai festival ini sebagai ruang untuk membangun komunitas dan solidaritas di tengah situasi ketika isu hak perempuan kembali menjadi perhatian.
Dengan lineup yang berasal dari berbagai generasi, Daisy Chain Fields juga mempertemukan nama-nama baru dengan musisi yang telah memiliki perjalanan panjang di industri musik.
Olivia Rodrigo dan Komitmen pada Isu Sosial
“serena joy” bukan satu-satunya proyek Olivia Rodrigo yang memiliki kaitan dengan kegiatan sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, penyanyi tersebut memang kerap menggunakan proyek musik dan panggungnya untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perempuan dan anak perempuan.
Sebelumnya, Olivia juga memiliki Fund 4 Good, sebuah inisiatif yang mendukung organisasi berbasis komunitas yang berkaitan dengan pendidikan perempuan, hak reproduksi, dan pencegahan kekerasan berbasis gender.
Melalui Daisy Chain Fields, pendekatan tersebut kembali terlihat.
Kali ini, dukungan tidak hanya datang dari sebuah kampanye atau penggalangan dana biasa, tetapi dibangun melalui sebuah festival musik yang menghadirkan banyak artis perempuan.
“serena joy” kemudian memperkuat rangkaian tersebut karena sebagian pendapatan bersih lagu juga diarahkan ke Daisy Chain Fields Fund.
Dengan cara ini, musik tidak hanya menjadi produk hiburan. Lagu tersebut juga memiliki fungsi sebagai bagian dari kegiatan penggalangan dana.
Dari CD Terbatas hingga Streaming Global
Perjalanan “serena joy” sejak pertama kali diperkenalkan juga cukup unik.
Lagu tersebut awalnya muncul dalam format CD terbatas. Hanya 500 keping yang disediakan di sebuah toko rekaman independen di California.
Strategi tersebut membuat rilisan “serena joy” terasa lebih dekat dengan budaya toko musik independen dan koleksi fisik.
Bagi penggemar yang mendapatkan CD tersebut, rilisan itu tentu memiliki nilai tersendiri karena jumlahnya sangat terbatas.
Namun, Olivia kemudian membuka akses yang jauh lebih luas dengan merilis lagu tersebut di berbagai platform streaming.
Peralihan dari 500 CD menuju distribusi global menunjukkan bagaimana sebuah lagu dapat dibuat menjadi bagian dari pengalaman eksklusif sekaligus tetap dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas.
Langkah tersebut juga memberikan kesempatan bagi penggemar dari luar Amerika Serikat untuk mendengarkan lagu tersebut tanpa harus mendapatkan rilisan fisiknya.
Lagu Baru dengan Nuansa Berbeda
“serena joy” memperlihatkan sisi Olivia Rodrigo yang lebih berani dalam mengangkat tema sosial.
Sebagai penyanyi yang dikenal luas melalui lagu-lagu pop dengan lirik emosional, perubahan arah ini menjadi salah satu hal yang menarik perhatian.
Lagu tersebut tidak sepenuhnya meninggalkan karakter Olivia sebagai penulis lagu. Namun, pendekatan yang digunakan terasa lebih tajam.
Nuansa punk dan energi protes membuat “serena joy” terdengar seperti sebuah pernyataan yang ingin disampaikan secara langsung.
Sejumlah ulasan juga menyoroti karakter musiknya yang lebih gelap dan mendesak. Lagu tersebut ditulis Olivia Rodrigo bersama Dan Nigro dan diproduksi oleh Nigro, kolaborator yang telah lama bekerja bersamanya.
Kombinasi tersebut membuat lagu ini tetap terasa sebagai bagian dari dunia musik Olivia, tetapi dengan arah yang lebih sosial.
“serena joy” Menambah Warna Era Album Ketiga Olivia Rodrigo
Album ketiga Olivia Rodrigo, “you seem pretty sad for a girl so in love”, dirilis pada Juni 2026.
Album tersebut menjadi proyek besar berikutnya setelah kesuksesan SOUR dan GUTS. Namun, “serena joy” justru berada di luar daftar lagu utama album.
Menariknya, lagu ini tetap berasal dari periode kreatif yang sama.
Artinya, “serena joy” dapat dilihat sebagai bagian dari materi yang lahir ketika Olivia sedang mengerjakan album ketiganya, tetapi kemudian memilih jalur berbeda untuk dirilis.
Keputusan tersebut memberikan gambaran bahwa tidak semua lagu yang direkam dalam satu periode harus masuk ke album.
Ada lagu yang mungkin baru menemukan tempatnya setelah situasi yang tepat muncul.
Dalam kasus “serena joy”, momentum Daisy Chain Fields tampaknya menjadi salah satu konteks yang membuat lagu tersebut kembali mendapatkan perhatian.
Perjalanan Olivia Rodrigo Berlanjut ke The Unraveled Tour
Setelah Daisy Chain Fields, Olivia Rodrigo akan melanjutkan aktivitas musiknya melalui The Unraveled Tour 2026–2027.
Tur tersebut dijadwalkan dimulai pada 25 September 2026 di Hartford, Connecticut. Olivia kemudian akan menjalani rangkaian pertunjukan di sejumlah kota di Amerika Utara sebelum melanjutkan tur ke Eropa dan Inggris pada 2027.
The Unraveled Tour menjadi tur besar Olivia setelah GUTS World Tour yang berakhir pada 2025.
Sejumlah nama akan menjadi penampil pendukung dalam rangkaian tur tersebut, di antaranya Wolf Alice, The Last Dinner Party, Devon Again, Grace Ives, dan Die Spitz.
Tur ini juga akan menjadi kesempatan bagi Olivia untuk membawa materi dari album ketiganya ke atas panggung.
Dengan demikian, 2026 menjadi tahun yang cukup sibuk bagi Olivia Rodrigo. Ia merilis album ketiga, mempersiapkan festival musik sendiri, merilis “serena joy” sebagai lagu tambahan, lalu melanjutkannya dengan tur dunia.
“serena joy” Bisa Menjadi Bagian Penting dari Era Baru Olivia
Kemunculan “serena joy” menunjukkan bahwa Olivia Rodrigo tidak hanya ingin dikenal melalui lagu-lagu tentang hubungan dan patah hati.
Ia juga semakin berani memasukkan isu sosial ke dalam karya musiknya.
Penggunaan karakter Serena Joy Waterford sebagai simbol memberikan lagu ini konteks yang cukup kuat. Olivia tidak sekadar menggunakan nama karakter populer, tetapi mengaitkannya dengan gagasan mengenai sistem yang menindas dan konsekuensi ketika seseorang ikut mempertahankan sistem tersebut.
Pesan tersebut membuat lagu ini memiliki relevansi lebih luas.
Pendengar dapat melihat “serena joy” sebagai lagu tentang kekuasaan, ketidakadilan, kepatuhan, hingga kesadaran bahwa sebuah sistem yang merugikan orang lain pada akhirnya bisa berdampak kepada siapa saja.
Pada saat yang sama, keputusan untuk menyumbangkan sebagian pendapatan bersih lagu kepada Daisy Chain Fields Fund membuat pesan tersebut tidak berhenti di dalam lirik.
Ada tindakan nyata yang mengikuti perilisan musik tersebut.
Olivia Rodrigo Gabungkan Musik dan Aksi Sosial
Perilisan “serena joy” akhirnya menjadi salah satu contoh bagaimana Olivia Rodrigo menggabungkan musik dengan kegiatan sosial.
Lagu tersebut lahir dari sesi rekaman album ketiga, sempat tidak masuk daftar lagu final, kemudian muncul dalam bentuk CD terbatas, sebelum akhirnya dirilis ke platform streaming.
Di saat yang hampir bersamaan, Olivia mempersiapkan Daisy Chain Fields sebagai festival yang membawa misi mendukung perempuan dan anak perempuan.
Lagu dan festival tersebut memiliki jalur yang berbeda, tetapi keduanya bertemu pada satu tujuan.
Bagi penggemar musik, “serena joy” tentu menjadi lagu baru yang bisa dinikmati. Bagi mereka yang mengikuti aktivitas sosial Olivia, rilisan ini juga menjadi bagian dari upaya yang lebih besar.
Daisy Chain Fields sendiri menjadi panggung yang mempertemukan musik dan aksi sosial. Festival tersebut menghadirkan banyak musisi perempuan dan mengarahkan pendapatan bersihnya kepada organisasi yang bekerja untuk perempuan serta anak perempuan.
Sementara itu, “serena joy” menjadi semacam pengantar menuju festival tersebut.
Bukan Sekadar Lagu Tambahan
Melihat keseluruhan konteksnya, “serena joy” sulit dianggap hanya sebagai lagu tambahan yang sebelumnya tersisih dari album.
Lagu tersebut memang berasal dari sesi pembuatan album ketiga Olivia Rodrigo, tetapi waktu perilisan dan tema yang dibawa membuatnya memiliki kehidupan sendiri.
Rilisnya pada 24 Agustus, beberapa hari sebelum Daisy Chain Fields, membuat perhatian terhadap lagu tersebut semakin besar.
Apalagi, lagu ini akan dibawakan secara langsung untuk pertama kalinya di festival yang juga memiliki agenda sosial.
Dengan demikian, “serena joy” hadir pada waktu yang tepat.
Olivia Rodrigo mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan sisi musiknya yang lebih berani, sekaligus membawa pendengarnya masuk ke pembahasan mengenai kekuasaan dan sistem yang menindas.
Bagi penggemar lama, lagu ini mungkin terasa berbeda. Namun, perbedaan tersebut justru menunjukkan perkembangan Olivia sebagai penyanyi dan penulis lagu.
“serena joy” Jadi Babak Baru bagi Olivia Rodrigo
Olivia Rodrigo kini memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.
Setelah merilis album ketiga dan menyelesaikan berbagai proyek musik, ia mulai memperluas ruang berkaryanya. Tidak hanya melalui lagu dan konser, tetapi juga melalui festival yang memiliki tujuan sosial.
“serena joy” menjadi salah satu karya yang berada tepat di tengah perubahan tersebut.
Lagu ini menggabungkan musik dengan kritik sosial, menggunakan referensi sastra dari The Handmaid’s Tale, serta membawa pesan mengenai bahaya sebuah sistem yang menindas dan orang-orang yang memilih untuk membiarkannya.
Di sisi lain, keputusan untuk mengalokasikan sebagian pendapatan bersih lagu kepada Daisy Chain Fields Fund memberikan dimensi tambahan pada perilisan tersebut.
Kini, setelah “serena joy” tersedia di berbagai platform streaming, perhatian berikutnya akan tertuju pada penampilan perdana lagu tersebut di Daisy Chain Fields.
Festival yang berlangsung pada 29 Agustus 2026 itu akan menjadi panggung penting bagi Olivia Rodrigo, bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penggagas acara yang mempertemukan musik dan dukungan terhadap perempuan.
Setelah itu, Olivia akan memulai The Unraveled Tour pada September 2026 dan melanjutkan perjalanan musiknya hingga 2027.
Dengan rangkaian tersebut, “serena joy” kemungkinan akan dikenang bukan hanya sebagai lagu yang keluar setelah album ketiga Olivia Rodrigo, tetapi juga sebagai karya yang menandai keberaniannya membawa isu sosial ke dalam musik.
Dari 500 CD edisi terbatas di sebuah toko rekaman di California hingga tersedia secara global di layanan streaming, perjalanan lagu ini memang cukup singkat, tetapi penuh cerita.
Dan ketika lagu tersebut akhirnya dimainkan di atas panggung Daisy Chain Fields, “serena joy” akan mendapatkan ruang yang lebih besar untuk menyampaikan pesan yang sejak awal dibawanya: bahwa ketika sebuah sistem mulai mengambil hak dan kebebasan seseorang, tidak ada yang benar-benar bisa menjamin siapa yang akan menjadi korban berikutnya.
Sumber : www.creativedisc.com


