Dramatis! Persib Bandung Kalahkan Port FC 3-1 di Shopee Cup 2026

Dramatis! Persib Bandung Kalahkan Port FC 3-1 di Shopee Cup 2026 (Tangkapan Layar)

PILARadio.com – PERSIB Bandung mengawali perjalanan di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27 dengan kemenangan dramatis setelah menaklukkan Port FC dengan skor 3-1. Sempat tertinggal akibat gol penalti Jude Jacob Soonsup-Bell, Maung Bandung bangkit pada penghujung pertandingan melalui gol Mariano Peralta, Berguinho, dan Luka Menalo di Stadion Thammasat, Pathum Thani, Thailand, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa PERSIB Bandung memiliki mentalitas kuat untuk terus berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir. Ketika waktu normal hampir habis dan kedudukan masih imbang, tim berjuluk Pangeran Biru itu justru mampu meningkatkan tekanan hingga membalikkan keadaan.

Pertandingan pembuka Grup B ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27 ini menghadirkan drama yang sulit dilupakan. PERSIB yang sempat kesulitan membongkar pertahanan Port FC akhirnya menemukan momentum pada menit-menit terakhir. Tiga gol yang tercipta dalam rentang waktu sembilan menit memastikan kemenangan 3-1 bagi wakil Indonesia tersebut.

Mariano Peralta menjadi pemain yang membuka jalan kebangkitan PERSIB melalui gol penyeimbang pada menit ke-86. Setelah itu, Berguinho mencetak gol kedua pada menit ke-90+3, sebelum Luka Menalo memastikan kemenangan lewat tandukan pada menit ke-90+5.

Hasil ini sekaligus memperlihatkan kemampuan PERSIB menjaga fokus ketika berada dalam situasi sulit. Tertinggal lebih dulu tidak membuat para pemain kehilangan kepercayaan diri. Sebaliknya, mereka terus berusaha mencari celah sampai akhirnya berhasil mengubah jalannya pertandingan.

PERSIB Bandung Tunjukkan Mental Pantang Menyerah

PERSIB Bandung datang ke pertandingan menghadapi Port FC dengan target mengawali kompetisi antarklub Asia Tenggara melalui hasil positif. Bermain di Thailand tentu menghadirkan tantangan tersendiri bagi Pangeran Biru, terutama karena mereka harus menghadapi lawan yang mampu memberikan perlawanan ketat sepanjang pertandingan.

Sejak awal laga, kedua tim berusaha membangun permainan dan mencari kesempatan untuk mencetak gol. PERSIB mengandalkan kombinasi pemain di lini tengah dan depan untuk menciptakan peluang, sedangkan Port FC berusaha memanfaatkan kesempatan ketika memperoleh ruang di area pertahanan lawan.

Babak pertama berakhir tanpa gol. Kedua kesebelasan belum mampu mengubah peluang yang didapat menjadi keunggulan. Situasi tersebut membuat pertandingan semakin menarik karena satu gol saja berpotensi mengubah pendekatan permainan kedua tim pada babak kedua.

PERSIB kemudian menghadapi situasi yang tidak mudah ketika Port FC mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-63. Jude Jacob Soonsup-Bell yang dipercaya menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa tim Thailand tersebut unggul 1-0.

Dalam kondisi tertinggal, PERSIB perlu segera menemukan solusi untuk mengembalikan keseimbangan permainan. Pelatih Igor Tolic merespons keadaan tersebut dengan melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan komposisi tim sekaligus menambah pilihan dalam membangun serangan.

Perubahan itu menjadi bagian penting dalam usaha PERSIB mengejar ketertinggalan. Tim terus meningkatkan intensitas permainan, mencari ruang di pertahanan Port FC, dan mencoba memaksimalkan setiap kesempatan yang tersedia.

Usaha tersebut akhirnya menghasilkan gol penyeimbang melalui Peralta pada menit ke-86. Gol itu mengubah situasi pertandingan sekaligus memberikan dorongan bagi PERSIB untuk mengejar kemenangan.

Ketika Port FC berusaha mempertahankan hasil imbang, PERSIB justru semakin percaya diri. Berguinho membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-90+3, sedangkan Menalo menutup pesta gol dua menit kemudian.

Kebangkitan ini menjadi salah satu aspek paling menonjol dari kemenangan PERSIB. Mereka tidak hanya berhasil menghindari kekalahan, tetapi juga mampu menyelesaikan pertandingan dengan keunggulan dua gol setelah sebelumnya berada dalam posisi tertinggal.

Susunan Pemain PERSIB Bandung Melawan Port FC

Pelatih Igor Tolic kembali mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Teja Paku Alam. Kiper tersebut bertugas mengawal gawang PERSIB dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Thammasat.

Di lini pertahanan, Teja mendapat dukungan dari Gabriel Mutombo, Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Ikwan Ali Tanamal. Keempat pemain tersebut menjadi bagian dari susunan awal yang disiapkan untuk menghadapi tekanan Port FC.

Sementara itu, Marc Klok dan Adam Alis dipercaya mengisi lini tengah. Keduanya memiliki peran dalam membantu keseimbangan permainan, menghubungkan pertahanan dengan lini serang, serta mendukung upaya PERSIB membangun serangan.

Di sektor depan, Igor Tolic menurunkan Eliano Reijnders, Luka Menalo, Rosembergne Da Silva atau Berguinho, dan Uilliam Barros. Komposisi tersebut menjadi pilihan awal PERSIB untuk berusaha menciptakan peluang dan menekan pertahanan tuan rumah.

Pada babak pertama, kedua tim belum mampu mencetak gol. PERSIB kemudian melanjutkan pertandingan tanpa melakukan pergantian pemain saat babak kedua dimulai.

Namun, setelah Port FC membuka keunggulan melalui penalti, Igor mulai melakukan perubahan untuk meningkatkan daya serang timnya. Pergantian pemain dilakukan secara bertahap hingga PERSIB akhirnya mampu mencetak tiga gol pada penghujung pertandingan.

Peralta dan Berguinho menjadi dua pemain yang memberikan kontribusi langsung melalui gol mereka. Menalo juga tampil menentukan dengan mencetak gol ketiga, sementara Balsa Sekulic berperan dalam proses terciptanya gol penyeimbang.

Rangkaian kontribusi tersebut menunjukkan bahwa kemenangan PERSIB tidak hanya ditentukan oleh satu pemain. Pergantian pemain, kerja sama antarlini, dan kemampuan memanfaatkan kesempatan pada saat yang tepat menjadi bagian dari keberhasilan tim membalikkan keadaan.

Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol

Pertandingan PERSIB Bandung melawan Port FC berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim berusaha menemukan ritme permainan dan membangun serangan, tetapi belum ada gol yang tercipta hingga wasit mengakhiri babak pertama.

Bagi PERSIB, kondisi tanpa gol memberikan kesempatan untuk mengevaluasi permainan sebelum memasuki paruh kedua. Tim masih memiliki waktu untuk memperbaiki efektivitas serangan dan mencari cara menembus pertahanan lawan.

Memasuki babak kedua, PERSIB tidak melakukan pergantian pemain. Igor Tolic tetap mempercayakan susunan pemain yang sama untuk melanjutkan upaya mencari gol pembuka.

Pangeran Biru berusaha mengambil kendali permainan dan meningkatkan tekanan. Namun, Port FC juga tidak tinggal diam. Tim tuan rumah mampu memanfaatkan situasi untuk memberikan ancaman ke gawang yang dijaga Teja Paku Alam.

Pada menit ke-50, Bordin Phala memperoleh kesempatan melepaskan tendangan ke arah gawang PERSIB. Akan tetapi, bola masih melambung di atas mistar sehingga belum mengubah kedudukan.

Peluang tersebut menjadi salah satu peringatan bagi PERSIB agar tetap menjaga konsentrasi di lini pertahanan. Dalam pertandingan dengan persaingan ketat seperti ini, kesalahan kecil dapat memberikan kesempatan bagi lawan untuk mencetak gol.

Setelah peluang Bordin Phala, pertandingan terus berjalan dengan kedua tim berusaha mendapatkan keunggulan. PERSIB berupaya membangun serangan, tetapi Port FC akhirnya mendapatkan keuntungan melalui keputusan penalti pada menit ke-63.

Momen tersebut mengubah arah pertandingan. PERSIB yang sebelumnya berusaha mencari gol pembuka kini harus mengejar ketertinggalan dari tuan rumah.

Jude Jacob Soonsup-Bell Bawa Port FC Unggul

Port FC mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-63 setelah Ikwan Ali Tanamal melakukan pelanggaran terhadap Francisco Mendes di dalam kotak terlarang.

Jude Jacob Soonsup-Bell yang baru masuk sebagai pemain pengganti kemudian maju sebagai eksekutor. Ia berhasil menyelesaikan kesempatan tersebut dan menaklukkan Teja Paku Alam.

Gol penalti itu membuat Port FC unggul 1-0 atas PERSIB Bandung. Bagi tim tuan rumah, keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan hasil pertandingan.

Sebaliknya, PERSIB harus segera mengubah pendekatan permainan. Tertinggal satu gol membuat mereka membutuhkan peningkatan efektivitas serangan, terutama karena waktu pertandingan terus berjalan.

Igor Tolic tidak menunggu terlalu lama untuk merespons keadaan tersebut. Pada menit ke-66, ia memasukkan Dedi Kusnandar dan Balsa Sekulic untuk menggantikan Adam Alis serta Uilliam Barros.

Pergantian itu memberikan kesempatan bagi PERSIB untuk menyegarkan komposisi pemain dan mencari variasi serangan. Tim membutuhkan cara untuk menekan pertahanan Port FC yang berusaha menjaga keunggulan.

Meski demikian, PERSIB masih harus menghadapi tantangan dalam menyelesaikan peluang. Pada menit ke-73, Berguinho mencoba melepaskan tendangan ke arah gawang Port FC, tetapi bola kembali melambung di atas mistar.

Peluang tersebut belum menghasilkan gol yang dibutuhkan PERSIB. Namun, upaya itu memperlihatkan bahwa tim terus mencari kesempatan untuk menyamakan kedudukan.

Igor Tolic Masukkan Thom Haye dan Mariano Peralta

Memasuki menit ke-75, PERSIB kembali melakukan pergantian pemain. Thom Haye dan Mariano Peralta masuk untuk menggantikan Marc Klok serta Gabriel Mutombo.

Perubahan tersebut dilakukan ketika PERSIB masih tertinggal 0-1. Tim membutuhkan tambahan tenaga untuk meningkatkan tekanan sekaligus memperbesar peluang mencetak gol penyeimbang.

Masuknya Peralta kemudian menjadi salah satu keputusan yang memberikan hasil penting bagi PERSIB. Pemain tersebut akhirnya mencetak gol pada menit ke-86 dan mengubah kedudukan menjadi imbang.

Namun, sebelum gol itu tercipta, PERSIB sempat mendapatkan kesempatan melalui titik penalti. Drama terjadi pada menit ke-78 ketika wasit awalnya memberikan hadiah penalti kepada Pangeran Biru setelah Nitipong Selanon dianggap menjatuhkan Peralta di dalam kotak penalti.

Keputusan tersebut sempat membuka peluang bagi PERSIB untuk menyamakan kedudukan lebih cepat. Akan tetapi, situasi berubah setelah wasit melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee atau VAR.

Setelah meninjau tayangan ulang, keputusan penalti tersebut dibatalkan. PERSIB pun harus melanjutkan pertandingan tanpa mendapatkan kesempatan mengeksekusi tendangan dari titik putih.

Pembatalan penalti itu membuat perjuangan Pangeran Biru semakin menantang. Mereka tetap harus mencari gol melalui permainan terbuka dan memaksimalkan peluang yang tercipta.

Di tengah situasi tersebut, PERSIB tidak menghentikan usaha untuk menyerang. Para pemain terus mencoba menembus pertahanan Port FC, meskipun waktu pertandingan semakin mendekati akhir.

Kesabaran dan tekanan yang terus dibangun akhirnya menghasilkan gol penyeimbang delapan menit setelah insiden penalti tersebut.

Mariano Peralta Samakan Kedudukan pada Menit Ke-86

PERSIB Bandung akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-86 melalui Mariano Peralta. Gol tersebut tercipta setelah Peralta melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Port FC dan menyelesaikan sodoran bola dari Balsa Sekulic.

Sontekan Peralta berhasil menggetarkan gawang lawan dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi titik balik penting bagi PERSIB setelah sebelumnya tertinggal akibat penalti Soonsup-Bell.

Gol penyeimbang itu juga mengubah tekanan pertandingan. PERSIB yang sebelumnya berusaha mengejar ketertinggalan kini memiliki peluang untuk membalikkan keadaan sebelum laga berakhir.

Bagi Peralta, gol tersebut menjadi kontribusi langsung yang sangat berarti dalam pertandingan pembuka Shopee Cup 2026/27. Ia mampu memanfaatkan kesempatan yang datang pada saat tim sangat membutuhkan gol.

Proses terjadinya gol memperlihatkan pentingnya kerja sama antarpemain. Peralta menyelesaikan peluang, sedangkan Sekulic memberikan sodoran yang membantu terciptanya gol penyeimbang.

Kedudukan 1-1 membuat pertandingan kembali terbuka. Port FC tidak lagi memiliki keunggulan, sementara PERSIB memperoleh dorongan untuk terus mencari gol kemenangan.

Alih-alih bermain aman demi mempertahankan hasil imbang, PERSIB tetap berusaha memberikan tekanan. Para pemain terus mencari ruang dan mencoba memanfaatkan waktu yang tersisa.

Ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka. PERSIB kemudian melakukan pergantian pemain terakhir dengan memasukkan Kakang Rudianto untuk menggantikan Ikwan Ali Tanamal.

Masa tambahan waktu yang berlangsung selama delapan menit menjadi panggung bagi kebangkitan PERSIB. Dalam periode tersebut, mereka berhasil mencetak dua gol tambahan yang memastikan kemenangan.

Berguinho Bawa PERSIB Berbalik Unggul 2-1

Momentum PERSIB semakin kuat ketika pertandingan memasuki menit ke-90. Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Pangeran Biru terus berusaha memanfaatkan waktu tambahan untuk mencari gol kemenangan.

Port FC sempat memberikan ancaman melalui tendangan dari luar kotak penalti. Namun, PERSIB mampu melanjutkan perjuangan dan tidak membiarkan tekanan tersebut menghentikan usaha mereka.

Kerja keras itu membuahkan hasil pada menit ke-90+3. Rosembergne Da Silva, yang lebih dikenal dengan nama Berguinho, berhasil mencetak gol dan membawa PERSIB berbalik unggul 2-1.

Tendangan Berguinho gagal diantisipasi oleh kiper Port FC. Bola masuk ke gawang dan mengubah kedudukan untuk keunggulan PERSIB.

Gol tersebut menjadi momen penting karena PERSIB berhasil membalikkan keadaan hanya beberapa menit setelah mencetak gol penyeimbang. Tim yang sebelumnya tertinggal kini berada di posisi unggul menjelang akhir pertandingan.

Bagi PERSIB, keunggulan itu merupakan hasil dari upaya yang terus dipertahankan sepanjang babak kedua. Pergantian pemain dan peningkatan tekanan memberikan kesempatan bagi tim untuk menciptakan peluang yang akhirnya berbuah gol.

Berguinho pun menjadi salah satu pemain kunci dalam kemenangan tersebut. Setelah sempat mencoba mencetak gol melalui tendangan pada menit ke-73, ia akhirnya berhasil membobol gawang Port FC pada masa tambahan waktu.

Gol tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan besar yang terjadi dalam pertandingan. Port FC yang sempat memimpin melalui penalti kini harus menghadapi situasi tertinggal.

Meski demikian, keunggulan satu gol belum sepenuhnya memastikan kemenangan PERSIB. Pertandingan masih berlangsung dan Port FC masih memiliki waktu untuk berusaha menyamakan kedudukan.

PERSIB kemudian kembali mendapatkan kesempatan untuk memperlebar keunggulan. Dua menit setelah gol Berguinho, Luka Menalo berhasil mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan Pangeran Biru.

Luka Menalo Tutup Kemenangan dengan Gol Menit Ke-90+5

PERSIB Bandung melengkapi kebangkitan dramatisnya melalui gol Luka Menalo pada menit ke-90+5. Menalo menyambut bola dengan tandukan yang berhasil menggetarkan gawang Port FC.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-1 sekaligus memperlebar jarak keunggulan PERSIB menjadi dua gol. Dalam waktu singkat, Pangeran Biru berhasil mengubah kedudukan dari tertinggal 0-1 menjadi unggul 3-1.

Tandukan Menalo menjadi penutup rangkaian gol PERSIB pada pertandingan tersebut. Setelah Peralta menyamakan kedudukan dan Berguinho membawa tim berbalik unggul, Menalo memastikan kemenangan melalui gol ketiga.

Gol itu juga memberikan kepastian yang lebih besar bagi PERSIB ketika pertandingan mendekati akhir. Port FC harus mengejar ketertinggalan dua gol dalam waktu yang sangat terbatas.

Namun, hingga pertandingan berakhir, Port FC tidak mampu mengejar skor. PERSIB pun mengamankan kemenangan 3-1 dalam pertandingan pembuka Grup B ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27.

Tiga gol yang tercipta pada penghujung laga menjadi gambaran paling jelas dari perubahan jalannya pertandingan. PERSIB menunjukkan kemampuan untuk tetap berjuang meskipun sempat berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

Peralta, Berguinho, dan Menalo menjadi pencetak gol dalam kebangkitan tersebut. Ketiganya memastikan PERSIB pulang dengan hasil positif dari pertandingan tandang di Thailand.

Tiga Gol dalam Sembilan Menit Jadi Penentu

Salah satu hal paling menarik dari kemenangan PERSIB atas Port FC adalah rentang waktu terjadinya tiga gol. Setelah pertandingan berlangsung tanpa gol pada babak pertama dan Port FC memimpin pada menit ke-63, PERSIB baru mencetak gol pertamanya pada menit ke-86.

Setelah itu, pertandingan berubah dengan cepat. Peralta menyamakan kedudukan pada menit ke-86, Berguinho mencetak gol kedua pada menit ke-90+3, dan Menalo menutup pertandingan dengan gol pada menit ke-90+5.

Rangkaian gol tersebut membuat PERSIB berhasil mencetak tiga gol dalam rentang waktu sembilan menit berdasarkan menit pertandingan yang tercatat.

Situasi ini menunjukkan bahwa pertandingan sepak bola dapat berubah dalam waktu singkat. Ketika satu tim mampu menemukan momentum, peluang berikutnya dapat muncul dan memberikan dampak besar terhadap hasil akhir.

Bagi PERSIB, gol Peralta menjadi pintu masuk untuk mengubah jalannya laga. Kedudukan yang kembali imbang membuat para pemain memiliki kesempatan untuk mengejar kemenangan, bukan sekadar menghindari kekalahan.

Gol Berguinho kemudian menjadi penentu perubahan posisi kedua tim. PERSIB yang sebelumnya tertinggal akhirnya mengambil alih keunggulan.

Sementara itu, gol Menalo mempertegas hasil akhir dan menutup peluang Port FC untuk mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu pertandingan.

Ketiga gol tersebut juga memperlihatkan kontribusi berbeda dari para pemain PERSIB. Peralta memanfaatkan peluang di kotak penalti, Berguinho mencetak gol yang membawa tim berbalik unggul, sedangkan Menalo memastikan kemenangan melalui tandukan.

Kemenangan seperti ini dapat menjadi modal kepercayaan diri bagi tim untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Meski demikian, PERSIB tetap perlu mengevaluasi jalannya pertandingan, termasuk bagaimana mereka mengembangkan serangan sebelum mencetak gol dan menjaga pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan.

Hasil positif tidak berarti seluruh aspek permainan telah berjalan sempurna. Namun, kemampuan bangkit dari ketertinggalan menjadi salah satu modal penting bagi PERSIB dalam menjalani kompetisi yang mempertemukan klub-klub dari kawasan Asia Tenggara tersebut.

Kemenangan Tandang yang Berarti bagi PERSIB

Mengalahkan Port FC dengan skor 3-1 memberikan awal yang positif bagi PERSIB Bandung di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27. Kemenangan ini diraih dalam pertandingan tandang di Stadion Thammasat, Pathum Thani, Thailand.

Bermain di kandang lawan membuat pertandingan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pangeran Biru. PERSIB harus menghadapi tekanan Port FC sekaligus berusaha menjaga konsentrasi ketika situasi pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

Ketika tertinggal 0-1, PERSIB memiliki dua pilihan: membiarkan permainan berjalan dengan risiko kehilangan poin atau meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang. Igor Tolic dan para pemain memilih terus berusaha mengejar ketertinggalan.

Keputusan untuk melakukan pergantian pemain secara bertahap menjadi bagian dari respons tim. Dedi Kusnandar dan Balsa Sekulic masuk pada menit ke-66, disusul Thom Haye dan Mariano Peralta pada menit ke-75, sebelum Kakang Rudianto masuk pada masa tambahan waktu.

Peralta kemudian mencetak gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-1. Sekulic berperan dalam proses gol tersebut, sementara Berguinho dan Menalo menyelesaikan kebangkitan PERSIB melalui dua gol berikutnya.

Kemenangan ini juga hadir setelah PERSIB sebelumnya meraih kemenangan tandang atas FC Seoul di AFC Champions League Two, sebagaimana tercantum dalam rangkaian hasil yang menjadi latar perjalanan tim. Hasil atas Port FC kembali memperlihatkan kemampuan Pangeran Biru meraih kemenangan ketika bermain di luar kandang.

Meski demikian, setiap kompetisi memiliki tantangan yang berbeda. PERSIB tetap perlu menjaga konsistensi dan mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya. Hasil positif pada laga pembuka merupakan modal awal, tetapi perjalanan di Shopee Cup masih membutuhkan kerja keras dalam setiap pertandingan.

Evaluasi Permainan Tetap Penting Meski Menang

Kemenangan 3-1 atas Port FC patut menjadi hasil yang menggembirakan bagi PERSIB. Namun, jalannya pertandingan juga memberikan sejumlah bahan evaluasi bagi tim pelatih.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah efektivitas serangan sebelum menit ke-86. PERSIB baru berhasil mencetak gol setelah menghadapi situasi tertinggal selama lebih dari 20 menit sejak penalti Port FC.

Peluang yang diperoleh Berguinho pada menit ke-73, misalnya, belum mampu menghasilkan gol karena tendangannya melambung di atas mistar. Situasi tersebut memperlihatkan pentingnya ketepatan penyelesaian akhir ketika menghadapi pertahanan yang rapat.

Selain itu, penalti yang diberikan kepada Port FC pada menit ke-63 menunjukkan bahwa konsentrasi di area pertahanan tetap menjadi aspek yang harus dijaga. Pelanggaran di dalam kotak penalti dapat memberikan keuntungan besar bagi lawan, seperti yang terjadi dalam pertandingan ini.

Di sisi lain, respons PERSIB setelah tertinggal menjadi catatan positif. Tim tidak berhenti berusaha meskipun peluang penalti mereka sendiri pada menit ke-78 dibatalkan setelah peninjauan VAR.

Peralta akhirnya mencetak gol melalui permainan terbuka. Hal ini memperlihatkan bahwa PERSIB tetap memiliki jalan untuk menyamakan kedudukan tanpa bergantung pada keputusan penalti.

Kemampuan menjaga fokus pada masa tambahan waktu juga menjadi faktor penting. PERSIB tidak hanya berhasil menyamakan kedudukan, tetapi juga mampu memanfaatkan kesempatan untuk mencetak dua gol tambahan.

Bagi Igor Tolic, kemenangan ini memberikan gambaran mengenai kontribusi para pemain yang masuk dari bangku cadangan. Peralta dan Sekulic terlibat dalam proses gol penyeimbang, sementara perubahan komposisi tim menjadi bagian dari upaya meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Ke depan, PERSIB perlu mempertahankan semangat tersebut sekaligus meningkatkan efektivitas permainan sejak awal laga. Dengan begitu, tim memiliki peluang untuk mengendalikan pertandingan secara lebih konsisten tanpa harus selalu mengejar ketertinggalan pada menit-menit terakhir.

Modal Positif Menghadapi Persaingan Shopee Cup 2026/27

ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27 menjadi ajang penting bagi PERSIB untuk menguji kemampuan menghadapi klub-klub dari kawasan Asia Tenggara. Setiap pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda, baik dari segi kualitas lawan maupun situasi permainan di lapangan.

Kemenangan atas Port FC memberikan bekal positif bagi Pangeran Biru dalam menjalani kompetisi. Hasil tersebut tidak hanya berasal dari keunggulan skor, tetapi juga dari cara tim merespons tekanan dan memanfaatkan kesempatan pada akhir pertandingan.

Pertandingan pembuka sering kali menjadi momen penting untuk membangun kepercayaan diri. Memulai kompetisi dengan kemenangan tandang dapat memberikan dorongan bagi para pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya dengan keyakinan yang lebih besar.

Meski demikian, PERSIB tetap harus menjaga fokus. Kemenangan dramatis tidak boleh membuat tim mengabaikan kebutuhan untuk memperbaiki kekurangan. Konsistensi dalam bertahan, ketepatan penyelesaian akhir, serta kemampuan mengontrol permainan akan tetap menjadi faktor penting sepanjang kompetisi.

Hasil melawan Port FC juga memperlihatkan bahwa kedalaman skuad dapat memberikan kontribusi ketika pertandingan berjalan sulit. Pergantian pemain yang dilakukan Igor Tolic memberikan opsi tambahan untuk mengubah komposisi tim dan meningkatkan daya serang.

Peralta menjadi contoh paling jelas melalui gol penyeimbangnya. Sementara itu, Berguinho dan Menalo memanfaatkan kesempatan pada penghujung pertandingan untuk memastikan kemenangan.

Kontribusi para pemain tersebut memperlihatkan pentingnya kesiapan seluruh anggota tim. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, pemain yang masuk sebagai pengganti dapat memberikan dampak langsung terhadap hasil akhir.

PERSIB kini memiliki hasil positif dari pertandingan pembuka yang dapat dijadikan modal untuk melanjutkan perjalanan di Shopee Cup. Tantangan berikutnya adalah menjaga performa, mengevaluasi jalannya pertandingan, dan memastikan semangat pantang menyerah tetap diiringi permainan yang efektif.

PERSIB Menang 3-1, Awal Manis di Thailand

PERSIB Bandung berhasil mengawali kiprahnya di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27 dengan kemenangan 3-1 atas Port FC di Stadion Thammasat, Thailand, Kamis, 8 Oktober 2026.

Port FC sempat memimpin lebih dulu melalui penalti Jude Jacob Soonsup-Bell pada menit ke-63. Namun, PERSIB tidak menyerah dan terus meningkatkan tekanan hingga berhasil membalikkan keadaan pada penghujung pertandingan.

Mariano Peralta mencetak gol penyeimbang pada menit ke-86 setelah memanfaatkan sodoran Balsa Sekulic. Berguinho kemudian membawa PERSIB unggul pada menit ke-90+3, sebelum Luka Menalo menutup kemenangan melalui tandukan pada menit ke-90+5.

Tiga gol dalam rentang sembilan menit tersebut memastikan PERSIB meraih kemenangan dramatis dalam pertandingan pembuka Grup B. Hasil ini sekaligus menjadi bukti kemampuan Pangeran Biru mempertahankan semangat juang ketika menghadapi situasi sulit.

Bagi PERSIB, kemenangan atas Port FC bukan sekadar tambahan hasil positif. Pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa peluang untuk mengubah keadaan tetap terbuka selama para pemain mampu menjaga fokus dan memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Dengan hasil tersebut, PERSIB mengawali perjalanan di Shopee Cup 2026/27 melalui kemenangan tandang yang penting. Pangeran Biru selanjutnya perlu mempertahankan konsistensi permainan dan menjadikan pengalaman menghadapi Port FC sebagai bahan evaluasi untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Sumber : www.persib.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top