PILARadio.com – Posisi tidur yang terasa nyaman belum tentu ramah untuk kesehatan kulit. Banyak orang terbiasa tidur tengkurap atau miring setiap malam, namun kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi wajah. Garis-garis halus atau kerutan yang muncul akibat posisi tidur ini dikenal dengan istilah sleep wrinkles, yaitu kerutan yang terbentuk karena tekanan dan gesekan kulit terhadap bantal saat tidur.
Awalnya, garis-garis ini mungkin terlihat samar dan tidak terlalu mengganggu. Namun, jika kebiasaan tidur tengkurap berlanjut selama bertahun-tahun, garis tersebut bisa menetap dan menjadi permanen. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pipi, tapi juga lipatan di sekitar mulut, garis senyum, hingga area leher dan dada.
“Sleep wrinkles adalah garis yang terbentuk akibat tekanan dan gesekan kulit dengan bantal saat tidur. Jika terjadi berulang kali, garis ini bisa menjadi lebih permanen,” ujar dokter Brendan Camp, dokter spesialis kulit asal Amerika Serikat. Artinya, posisi tidur memang bisa menjadi salah satu faktor munculnya kerutan, meski bukan satu-satunya penyebab.
Mengapa Tidur Tengkurap dan Miring Bisa Memicu Kerutan?
Saat tidur tengkurap atau miring, wajah menempel ke bantal selama berjam-jam. Kulit pun terlipat dan tertarik dalam posisi yang sama setiap malam. Dalam jangka panjang, tekanan dan lipatan berulang ini dapat membentuk garis halus permanen, terutama di area:
- Pipi
- Sekitar mata
- Garis senyum dan mulut
- Leher dan dada
Semakin sering kulit tertekuk dalam posisi yang sama, semakin besar kemungkinan garis tersebut menjadi permanen. Hal ini terutama terlihat pada orang yang elastisitas kulitnya mulai menurun seiring bertambahnya usia.
Di usia muda, kulit masih memiliki produksi kolagen dan elastisitas yang baik, sehingga garis lipatan bisa kembali normal setelah bangun tidur. Namun seiring waktu, kemampuan kulit untuk kembali ke bentuk semula menurun. Itulah sebabnya kerutan akibat posisi tidur biasanya lebih terlihat pada kulit yang kehilangan kekenyalan. Bahkan beberapa dokter kulit mengaku bisa menebak sisi tidur seseorang dari pola garis halus atau kontur wajahnya.
Posisi Tidur Terbaik untuk Mencegah Kerutan
Jika ingin meminimalkan sleep wrinkles akibat posisi tidur, para ahli merekomendasikan tidur telentang sebagai posisi paling aman. Posisi tidur ini memiliki beberapa keuntungan:
- Mengurangi tekanan langsung pada wajah
- Meminimalkan gesekan kulit dengan bantal
- Mencegah pembengkakan wajah di pagi hari karena cairan tidak menumpuk di satu sisi
Meski terlihat sederhana, mengubah kebiasaan tidur tidak selalu mudah. Beberapa tips untuk melatih posisi tidur telentang:
- Gunakan bantal yang menopang leher agar posisi kepala tetap stabil
- Letakkan bantal tambahan di sisi tubuh untuk mencegah tubuh miring saat tidur
- Pertimbangkan bantal berbentuk ergonomis yang mendukung posisi tidur telentang
Pilih Sarung Bantal yang Ramah Kulit
Selain posisi tidur, bahan sarung bantal juga memengaruhi risiko kerutan. Mengganti sarung bantal dengan satin atau sutra dapat membantu mengurangi gesekan kulit. Bahan yang lebih halus ini dapat meminimalkan tarikan berlebih saat bergerak di malam hari.
Bonus tambahan dari sarung bantal satin atau sutra: rambut lebih minim kusut dan tidak mudah patah. Dengan kombinasi posisi tidur yang tepat dan sarung bantal yang ramah kulit, risiko sleep wrinkles dapat dikurangi secara signifikan.
Skincare Malam Tetap Penting
Bagi yang masih sulit menghindari tidur miring atau tengkurap, perawatan kulit malam hari menjadi penyeimbang. Skincare malam dapat membantu menjaga hidrasi dan elastisitas kulit, sehingga garis halus akibat posisi tidur bisa diminimalkan.
Beberapa kandungan yang disarankan:
- Hyaluronic acid dan glycerin: menjaga kelembapan kulit
- Ceramide: memperkuat lapisan pelindung kulit
- Retinol: merangsang produksi kolagen dan menjaga elastisitas, terutama jika diaplikasikan hingga area leher dan dada
Rutinitas skincare malam yang konsisten bisa membantu kulit tetap sehat meski posisi tidur tidak ideal. Dengan perawatan yang tepat, kerutan akibat tidur tengkurap tidak akan terlalu menonjol.
Kesimpulan
Tidur tengkurap dan miring memang terasa nyaman, tetapi bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan kulit wajah. Sleep wrinkles atau kerutan akibat posisi tidur terbentuk karena tekanan dan gesekan kulit dengan bantal. Kerutan ini biasanya muncul di pipi, garis senyum, area mulut, leher, dan dada.
Untuk meminimalkan risiko kerutan:
- Tidur telentang adalah posisi terbaik
- Gunakan sarung bantal satin atau sutra untuk mengurangi gesekan
- Terapkan skincare malam yang tepat untuk menjaga hidrasi dan elastisitas kulit
Dengan kombinasi posisi tidur yang benar, sarung bantal yang ramah kulit, dan perawatan kulit malam hari, kulit dapat tetap kencang dan terhindar dari garis halus akibat tidur. Memperhatikan kebiasaan tidur adalah salah satu langkah penting untuk menjaga kulit tetap muda dan sehat.
Sumber : www.kumparan.com


















