Heboh! Lagu Redlight Miley Cyrus Dituduh Jiplak Karya Penyanyi Prancis

Heboh! Lagu Redlight Miley Cyrus Dituduh Jiplak Karya Penyanyi Prancis (Youtube/Miley Cyrus)

PILARadio.com – Miley Cyrus tengah menjadi sorotan setelah lagu terbarunya berjudul Redlights dituding memiliki kemiripan dengan karya lawas penyanyi disko asal Prancis, Amanda Lear.

Tuduhan tersebut muncul tidak lama setelah Miley Cyrus merilis album terbarunya, Bass Persuades, pada 18 September 2026. Salah satu lagu dalam album tersebut, Redlights, kemudian dibandingkan dengan lagu Amanda Lear berjudul The Sphinx yang dirilis pada 1978.

Amanda Lear secara terbuka menyoroti kemiripan kedua lagu tersebut melalui media sosial. Ia bahkan menyampaikan sindiran langsung kepada Miley Cyrus dengan kalimat yang terdengar seperti ucapan terima kasih, tetapi sebenarnya ditujukan untuk menyoroti dugaan kemiripan karya.

“Terima kasih, Miley, sudah meniru lagu saya The Sphinx! Saya merasa tersanjung!” tulis Amanda Lear dalam unggahannya.

Unggahan tersebut kemudian membuat perbincangan mengenai Redlights dan The Sphinx semakin ramai. Perhatian publik tidak hanya tertuju pada kemiripan kedua lagu, tetapi juga pada kemungkinan adanya persoalan hak cipta yang dapat muncul apabila dugaan tersebut terbukti.

Meski demikian, hingga saat ini tuduhan tersebut masih merupakan klaim dari pihak Amanda Lear. Belum ada putusan hukum yang menyatakan Redlights sebagai hasil plagiarisme. Amanda Lear sendiri kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengancam Miley Cyrus dengan gugatan. Menurutnya, label rekaman dan penerbit lagu miliknya yang menginginkan adanya pengakuan atas dugaan plagiarisme tersebut.

Amanda Lear Soroti Kemiripan Redlights dan The Sphinx

Kontroversi bermula setelah muncul perhatian terhadap kemiripan antara lagu Redlights milik Miley Cyrus dan The Sphinx karya Amanda Lear.

The Sphinx merupakan salah satu karya Amanda Lear yang dirilis pada era 1970-an. Lagu tersebut dikenal sebagai bagian dari perjalanan karier Lear sebagai penyanyi disko yang cukup menonjol pada masanya.

Sementara itu, Redlights merupakan salah satu lagu dalam album terbaru Miley Cyrus, Bass Persuades.

Sejumlah laporan menyebut kedua lagu tersebut memiliki kemiripan pada melodi dan ritme. Amanda Lear pun menilai kemiripan itu cukup mencolok sehingga dirinya merasa perlu memberikan tanggapan secara terbuka.

Lear kemudian mengunggah sindiran melalui akun media sosialnya. Alih-alih menyampaikan tuduhan dengan pernyataan panjang, ia memilih menggunakan kalimat singkat yang bernada sarkastis.

“Terima kasih, Miley, sudah meniru lagu saya The Sphinx! Saya merasa tersanjung!”

Unggahan tersebut disertai sejumlah tagar yang mengarah pada tudingan peniruan atau copycat.

Unggahan Amanda Lear dengan cepat menarik perhatian karena langsung menyebut nama Miley Cyrus dan judul lagu yang dianggap memiliki kemiripan.

Perbandingan antara dua lagu tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan di media sosial dan berbagai pemberitaan hiburan internasional.

Bukan Sekadar Kemiripan Genre Musik

Kemiripan antara Redlights dan The Sphinx menjadi perhatian bukan hanya karena keduanya sama-sama memiliki nuansa musik yang berkaitan dengan era disko.

Sejumlah laporan yang membahas kedua lagu tersebut menyebut adanya kemiripan pada melodi dan ritme.

Media Prancis Le Parisien bahkan melaporkan bahwa kedua melodi tersebut terdengar sangat mirip, meskipun versi Miley Cyrus memiliki tempo yang lebih cepat dibandingkan lagu Amanda Lear.

Hal inilah yang kemudian membuat persoalan menjadi lebih menarik.

Musik disko memiliki sejumlah karakteristik yang memang dapat ditemukan dalam banyak lagu dari era yang sama. Penggunaan pola ritme, bass, synthesizer, serta struktur musik tertentu bukanlah sesuatu yang secara otomatis menunjukkan adanya penjiplakan.

Namun, persoalan hak cipta biasanya berkaitan dengan bagian tertentu dari sebuah karya yang dianggap memiliki kemiripan secara substansial.

Dalam kasus ini, Amanda Lear menyampaikan bahwa dirinya melihat adanya kemiripan yang lebih dari sekadar kesamaan genre.

Ia bahkan mengatakan bahwa pihak yang bekerja dengannya telah mendengarkan dan menganalisis kedua lagu tersebut.

Amanda Lear Tidak Mengancam Gugatan

Setelah tudingan tersebut ramai diberitakan, Amanda Lear memberikan penjelasan mengenai langkah yang akan ditempuh.

Kepada AFP pada 21 September 2026, Lear mengatakan dirinya bukan orang yang gemar bersengketa.

Ia menjelaskan bahwa pihak label rekamannya, Universal, serta penerbit lagu The Sphinx menginginkan adanya pengakuan atas dugaan plagiarisme tersebut.

“Saya tidak pernah menjadi pribadi yang suka bersengketa, tetapi label rekaman saya, Universal, dan pihak penerbit lagu ingin ada pengakuan atas plagiarisme ini,” ujar Lear kepada AFP.

Lear juga menegaskan bahwa unggahannya di media sosial bukan merupakan ancaman untuk membawa persoalan tersebut ke pengadilan.

“Saya hanya menunjukkan situasinya dengan mengucapkan terima kasih kepada Miley Cyrus dan menambahkan ucapan tersanjung. Saya tidak pernah mengancam akan menuntut atau membalas dendam,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena pemberitaan mengenai tudingan plagiarisme sebelumnya memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan proses hukum.

Namun, berdasarkan pernyataan Lear kepada AFP, yang menjadi perhatian saat ini adalah keinginan pihak label dan penerbit lagu untuk memperoleh pengakuan atas dugaan penggunaan karya tersebut.

Redlights Masuk Album Terbaru Miley Cyrus

Redlights merupakan salah satu lagu yang terdapat dalam album terbaru Miley Cyrus, Bass Persuades.

Album tersebut dirilis pada 18 September 2026 dan berisi 10 lagu. Redlights menjadi salah satu lagu yang mendapatkan perhatian setelah muncul tudingan dari Amanda Lear.

Miley Cyrus sendiri sebelumnya mengungkapkan bahwa Redlights merupakan salah satu rekaman yang ia sukai.

Lagu tersebut menjadi bagian dari karya terbaru Miley setelah perjalanan panjangnya di industri musik.

Dalam penggarapannya, Miley tidak bekerja seorang diri. Redlights melibatkan sejumlah nama yang sudah berpengalaman dalam produksi musik, termasuk Kid Harpoon, Maxx Morando, Michael Pollack, serta The Monster & Strangerz.

Keterlibatan sejumlah produser tersebut menunjukkan bahwa lagu tersebut merupakan bagian dari proses produksi yang melibatkan beberapa pihak.

Namun, setelah dirilis, perhatian terhadap Redlights kemudian bergeser dari sekadar karya baru Miley Cyrus menjadi persoalan mengenai kemiripan dengan lagu lama Amanda Lear.

The Sphinx Dirilis pada Era 1970-an

Untuk memahami mengapa persoalan ini menjadi perhatian, penting melihat kembali karya yang disebut Amanda Lear.

The Sphinx merupakan lagu Amanda Lear yang dirilis pada 1978. Lagu tersebut menjadi bagian dari periode penting dalam perjalanan karier musik Lear.

Amanda Lear dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan musik disko Eropa.

Kariernya tidak hanya berlangsung dalam satu dekade. Ia terus berkarya selama bertahun-tahun dan telah menghasilkan lebih dari 20 album sepanjang perjalanan kariernya.

Karena itu, ketika sebuah lagu baru dibandingkan dengan karya lamanya, persoalan tersebut langsung menarik perhatian penggemar yang sudah mengenal musik Amanda Lear sejak era 1970-an.

Bagi penggemar Lear, The Sphinx bukan sekadar lagu lama. Lagu tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang sang penyanyi dalam industri musik.

Amanda Lear Punya Karier Panjang

Amanda Lear bukan nama baru dalam dunia hiburan internasional.

Sebelum dikenal sebagai penyanyi, Lear telah menjalani perjalanan di dunia mode dan seni. Ia juga dikenal sebagai model, aktris, presenter televisi, serta pelukis.

Karier musiknya kemudian berkembang dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu figur penting dalam musik disko Eropa.

Lebih dari dua puluh album telah dihasilkan sepanjang perjalanan kariernya.

Pengalaman panjang tersebut membuat Amanda Lear memiliki katalog musik yang cukup luas.

Karena itu, ketika ia menyoroti kemiripan antara The Sphinx dan Redlights, perhatian publik pun tertuju pada karya lamanya.

Banyak orang kemudian kembali membicarakan The Sphinx dan perjalanan karier Amanda Lear.

Hubungan Amanda Lear dengan The Rolling Stones

Selain dikenal melalui musik disko, Amanda Lear juga memiliki cerita menarik dalam sejarah budaya pop Inggris.

Ia pernah memiliki hubungan dengan Brian Jones, gitaris The Rolling Stones.

Lear juga dipercaya menjadi inspirasi di balik lagu Miss Amanda Jones milik The Rolling Stones.

Kisah tersebut berkaitan dengan masa ketika Amanda Lear menjadi salah satu figur yang menonjol dalam kehidupan sosial dan budaya London pada era Swinging Sixties.

Nama Amanda Lear kemudian tidak hanya dikenal karena karier musiknya, tetapi juga karena kedekatannya dengan berbagai tokoh besar dunia seni dan musik.

Ia juga pernah menjadi muse bagi seniman surealis Salvador Dalí. Sejumlah pemberitaan internasional kembali menyoroti latar belakang tersebut ketika tudingan terhadap Miley Cyrus muncul.

Tuduhan Bermula dari Perhatian Penggemar

Amanda Lear menjelaskan bahwa dirinya mengetahui adanya kemiripan antara Redlights dan The Sphinx setelah mendapatkan perhatian dari penggemar.

Menurut pemberitaan yang mengutip wawancaranya dengan media Prancis, penggemar Lear menghubungi dirinya dan meminta agar ia mendengarkan lagu baru Miley Cyrus.

Setelah mendengarkan Redlights, Lear merasa ada kemiripan dengan karya lamanya.

Ia kemudian menghubungi produser dan pihak label untuk membahas persoalan tersebut.

Pihak-pihak yang terkait dengan karya The Sphinx kemudian turut memperhatikan perbandingan kedua lagu.

Lear mengatakan pihak tersebut menilai persoalannya serius dan menginginkan adanya pengakuan.

Dengan demikian, isu tersebut bukan semata-mata muncul dari unggahan media sosial Amanda Lear.

Setelah unggahan itu dibuat, persoalan kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai hak cipta dan kredit karya.

Apa yang Dipermasalahkan Amanda Lear?

Persoalan utama yang diangkat Amanda Lear adalah dugaan kemiripan antara melodi dan ritme.

Sejumlah laporan menyebut bahwa Redlights dan The Sphinx memiliki bagian-bagian musik yang terdengar mirip.

Namun, perlu dibedakan antara kemiripan musik dan plagiarisme yang telah terbukti secara hukum.

Sampai laporan terbaru pada 22 September 2026, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Miley Cyrus terbukti menjiplak karya Amanda Lear. Bahkan, Amanda Lear sendiri menjelaskan bahwa dirinya tidak mengancam akan menggugat Miley Cyrus.

Karena itu, istilah “diduga menjiplak” atau “dituduh menjiplak” lebih tepat digunakan dalam pemberitaan mengenai kasus ini.

Klaim tersebut berasal dari Amanda Lear dan pihak yang menangani hak atas karya The Sphinx. Belum terdapat keputusan hukum yang menetapkan kesimpulan akhir mengenai dugaan tersebut.

Perdebatan di Kalangan Pendengar

Setelah Amanda Lear mengunggah tudingannya, pendengar kemudian ikut membandingkan kedua lagu.

Perbandingan tersebut membuat respons publik menjadi beragam.

Sebagian pendengar menilai terdapat kemiripan yang cukup jelas. Sementara sebagian lainnya menganggap kesamaan tersebut dapat terjadi karena kedua lagu menggunakan unsur musik yang memiliki akar pada era disko.

Perdebatan semacam ini bukan hal baru dalam industri musik.

Banyak lagu memiliki struktur atau unsur musikal yang terdengar serupa. Namun, menentukan apakah sebuah karya benar-benar menjiplak karya lain membutuhkan pertimbangan lebih mendalam.

Dalam konteks Redlights dan The Sphinx, perhatian publik saat ini masih berada pada klaim Amanda Lear dan respons dari pihak-pihak terkait.

Belum ada kesimpulan hukum final mengenai persoalan tersebut.

Amanda Lear Memilih Menyindir Miley Cyrus

Cara Amanda Lear menyampaikan tudingannya juga menjadi perhatian.

Ia tidak langsung membuat pernyataan panjang atau menyampaikan ancaman hukum kepada Miley Cyrus.

Sebaliknya, ia menggunakan kalimat bernada sarkastis melalui media sosial.

“Terima kasih, Miley, sudah meniru lagu saya The Sphinx! Saya merasa tersanjung!”

Kalimat tersebut kemudian menjadi kutipan yang banyak diberitakan.

Pilihan kata “tersanjung” memberikan kesan bahwa Lear menggunakan humor untuk menyampaikan keberatannya.

Namun, di balik sindiran tersebut terdapat persoalan yang menurutnya perlu diselesaikan oleh pihak yang memiliki kepentingan terhadap karya The Sphinx.

Lear kemudian menegaskan bahwa dirinya hanya ingin menunjukkan situasi tersebut kepada publik.

Pihak Label dan Penerbit Ikut Menangani

Amanda Lear menyebut Universal dan penerbit lagu The Sphinx ikut memperhatikan persoalan tersebut.

Menurut Lear, pihak-pihak tersebut menginginkan pengakuan atas dugaan plagiarisme.

Artinya, persoalan ini tidak hanya berhenti pada perdebatan antara dua penyanyi.

Ada pula pihak yang berkaitan dengan hak atas karya musik yang dapat terlibat dalam proses pembicaraan mengenai kredit dan penggunaan karya.

Dalam industri musik, persoalan hak cipta dapat melibatkan banyak pihak, terutama ketika sebuah lagu memiliki beberapa penulis, penerbit, label, dan pemegang hak lainnya.

Karena itu, penyelesaian sebuah sengketa karya musik tidak selalu berarti langsung berujung di pengadilan.

Bisa saja pihak-pihak yang terlibat membicarakan pengakuan kredit, pembagian hak, atau bentuk penyelesaian lainnya.

Namun, sejauh laporan terbaru yang tersedia, belum ada pengumuman mengenai penyelesaian akhir antara pihak Amanda Lear dan Miley Cyrus.

Miley Cyrus Belum Menjadi Terdakwa dalam Kasus Hukum

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah status persoalan tersebut.

Miley Cyrus saat ini diberitakan sebagai pihak yang dituduh oleh Amanda Lear memiliki lagu dengan kemiripan terhadap The Sphinx.

Namun, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Miley Cyrus terbukti melakukan plagiarisme.

Bahkan laporan terbaru secara khusus menyebut belum ada putusan pengadilan atau temuan hukum yang menetapkan bahwa Redlights merupakan hasil penjiplakan.

Karena itu, pemberitaan mengenai kontroversi ini perlu tetap membedakan antara tuduhan, klaim, dan fakta hukum.

Publik memang dapat mendengarkan kedua lagu dan menilai kemiripannya secara subjektif. Akan tetapi, penilaian publik berbeda dengan penetapan hukum mengenai pelanggaran hak cipta.

Redlights Jadi Sorotan Setelah Album Dirilis

Kontroversi tersebut muncul hanya beberapa hari setelah album Bass Persuades dirilis.

Bagi Miley Cyrus, album baru seharusnya menjadi momentum untuk memperkenalkan karya terbarunya kepada penggemar.

Namun, Redlights justru mendapat perhatian karena tudingan dari Amanda Lear.

Situasi ini membuat lagu tersebut menjadi salah satu bagian album yang paling banyak dibicarakan.

Sebelum kontroversi muncul, Redlights dikenal sebagai salah satu lagu dengan nuansa yang berbeda dari sejumlah karya Miley sebelumnya.

Lagu tersebut membawa atmosfer yang kemudian oleh sejumlah pendengar dibandingkan dengan karya Amanda Lear.

Perbandingan itu akhirnya berkembang menjadi isu yang lebih luas.

Kontroversi Karya Bukan Hal Baru di Industri Musik

Persoalan mengenai kemiripan lagu bukan sesuatu yang sepenuhnya baru di industri musik.

Sejarah musik mencatat berbagai kasus ketika musisi atau pencipta lagu mempermasalahkan kemiripan melodi, lirik, aransemen, maupun bagian tertentu dari sebuah karya.

Namun, setiap kasus memiliki konteks yang berbeda.

Ada perkara yang berakhir dengan kesepakatan kredit. Ada pula yang diselesaikan melalui pembayaran atau pembagian royalti. Sebagian lainnya bisa berkembang menjadi sengketa hukum.

Karena itu, tidak tepat menyamakan satu kasus dengan kasus lainnya.

Dalam persoalan Redlights dan The Sphinx, prosesnya masih berada pada tahap tudingan dan pembicaraan mengenai pengakuan karya.

Belum ada keputusan akhir yang menyatakan Redlights melanggar hak cipta The Sphinx.

Amanda Lear Tetap Menghargai Miley Cyrus

Menariknya, Amanda Lear juga tidak menggambarkan Miley Cyrus sebagai sosok yang sepenuhnya ia benci atau musuhi.

Dalam wawancara dengan Le Parisien, Lear bahkan mengatakan bahwa ia menyukai Miley Cyrus secara umum, meskipun mempermasalahkan kemiripan lagu tersebut.

Hal itu memperlihatkan bahwa persoalan yang disampaikan Lear lebih berfokus pada karya.

Ia menyoroti Redlights karena merasa terdapat kemiripan dengan lagu miliknya yang telah dirilis puluhan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, kontroversi tersebut tidak harus dipahami sebagai perseteruan pribadi antara dua penyanyi.

Ada persoalan karya dan hak yang sedang menjadi perhatian.

Nasib Redlights Selanjutnya

Untuk saat ini, Redlights tetap menjadi bagian dari album Bass Persuades.

Belum diketahui bagaimana perkembangan pembicaraan antara pihak Amanda Lear, label, penerbit, dan pihak yang terkait dengan Miley Cyrus.

Apakah nantinya akan ada penambahan kredit kepada Amanda Lear atau pihak lain yang memiliki hak atas The Sphinx, atau persoalan tersebut akan berkembang menjadi sengketa yang lebih panjang, masih harus menunggu perkembangan berikutnya.

Amanda Lear sendiri sudah menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah mengancam akan menuntut Miley Cyrus.

Menurutnya, label dan penerbit lagu yang menginginkan pengakuan atas dugaan plagiarisme tersebut.

Situasi tersebut membuka kemungkinan adanya pembicaraan antara pihak-pihak yang terkait sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

Perhatian Kembali Tertuju pada Karya Lama Amanda Lear

Terlepas dari bagaimana kelanjutan persoalan tersebut, kontroversi Redlights memberikan perhatian baru kepada The Sphinx.

Lagu yang dirilis pada 1978 itu kembali dibicarakan oleh pendengar dari generasi yang lebih muda.

Nama Amanda Lear pun kembali muncul dalam pemberitaan musik internasional.

Bagi sebagian pendengar yang belum mengenal karya Lear, kontroversi tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kembali perjalanan musik disko era 1970-an.

The Sphinx juga kembali dibandingkan dengan karya modern Miley Cyrus.

Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana lagu lama dapat kembali mendapatkan perhatian ketika muncul dalam konteks baru.

Redlights dan The Sphinx Kini Dibandingkan

Pada akhirnya, kontroversi ini berpusat pada dua lagu dari dua generasi berbeda.

The Sphinx milik Amanda Lear lahir pada era ketika musik disko sedang berkembang pesat.

Sementara Redlights milik Miley Cyrus hadir hampir lima dekade kemudian dalam album Bass Persuades.

Perbedaan zaman tersebut membuat perbandingan keduanya menjadi menarik.

Musik berkembang dengan cepat dari satu era ke era lainnya. Namun, unsur tertentu dari musik masa lalu kerap kembali digunakan dalam karya-karya baru.

Persoalannya adalah sejauh mana penggunaan unsur tersebut dapat dianggap sebagai inspirasi, penghormatan, kemiripan yang kebetulan, atau pelanggaran hak cipta.

Dalam kasus Redlights, jawaban akhirnya belum tersedia.

Belum Ada Kesimpulan Akhir

Tudingan Amanda Lear terhadap Miley Cyrus telah memicu perhatian luas, tetapi belum menjadi kesimpulan hukum.

Amanda Lear menyatakan Redlights memiliki kemiripan dengan The Sphinx dan pihak label serta penerbit menginginkan pengakuan.

Miley Cyrus sendiri belum diketahui memberikan pernyataan publik mengenai tudingan tersebut dalam laporan yang menjadi rujukan.

Sementara itu, tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Redlights terbukti menjiplak The Sphinx.

Karena itu, perkembangan selanjutnya masih menarik untuk ditunggu.

Apabila pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan, kemungkinan persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa proses hukum panjang.

Namun, jika tidak ada kesepakatan, bukan tidak mungkin persoalan hak cipta tersebut berkembang menjadi sengketa yang lebih serius.

Untuk saat ini, yang sudah diketahui adalah Amanda Lear telah menyampaikan keberatannya secara terbuka dan pihak label serta penerbit lagunya menginginkan adanya pengakuan atas dugaan penggunaan karya tersebut.

Kontroversi yang Mengiringi Album Baru Miley Cyrus

Miley Cyrus kini menghadapi situasi menarik setelah perilisan album Bass Persuades.

Di satu sisi, album tersebut menjadi karya baru yang ingin diperkenalkan kepada penggemar.

Di sisi lain, salah satu lagunya, Redlights, justru menjadi pusat perhatian karena tudingan dari salah satu ikon musik disko Prancis.

Amanda Lear menyebut adanya kemiripan dengan The Sphinx, lagu yang dirilis pada 1978.

Ia kemudian memilih menyampaikan tudingan tersebut secara terbuka melalui media sosial.

Pernyataan tersebut memicu perbandingan antara dua lagu dan menghidupkan kembali pembahasan mengenai karya Amanda Lear.

Kini, publik masih menunggu bagaimana perkembangan persoalan tersebut.

Apakah akan ada pengakuan resmi terhadap Amanda Lear atau pihak lain yang memiliki hak atas The Sphinx? Apakah kedua pihak akan mencapai kesepakatan? Atau justru persoalan tersebut akan berkembang menjadi sengketa hukum?

Belum ada jawaban final untuk pertanyaan tersebut.

Yang jelas, Redlights Miley Cyrus kini menjadi sorotan setelah Amanda Lear menuding lagu tersebut memiliki kemiripan dengan The Sphinx, karya yang telah berusia hampir lima dekade.

Sementara tudingan plagiarisme terus menjadi pembahasan, posisi hukum kasus tersebut masih belum final. Untuk saat ini, klaim tersebut tetap merupakan tudingan dari pihak Amanda Lear, bukan fakta hukum yang telah diputuskan pengadilan.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top