Histeris, Tujuh Hari Pencarian Siswa PKL yang Hilang di Laut Belum Ditemukan

Suasana duka menyelimuti rumah Ali dan Masni di Desa Japura Lor, Kabupaten Cirebon, Rabu siang. Selama sepekan, orang tua Reyhan, siswa kelas dua SMKN 1 Mundu, diliputi kecemasan setelah putranya dilaporkan terjatuh dan hilang di perairan Selat Makassar (Foto : Darfan)

CIREBON, PILARadio – Seorang siswa asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang tengah menjalani praktik kerja lapangan bersama kapal pencari ikan, dikabarkan hilang di perairan Selat Makassar. Korban yang terlilit tali jaring belum ditemukan meski pencarian telah dilakukan selama tujuh hari oleh tim SAR gabungan dan nelayan. Orang tua pelajar kelas dua SMK tersebut menangis histeris setelah mendapat kabar bahwa putranya belum ditemukan hingga menjelang hari terakhir pencarian.

Suasana duka menyelimuti kediaman Ali dan Masni, warga Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Rabu siang. Selama sepekan terakhir, orang tua Reyhan, siswa kelas dua SMKN 1 Mundu, diliputi rasa waswas dan khawatir setelah putranya dikabarkan terjatuh dan hilang di perairan Selat Makassar. Reyhan yang tengah menjalani praktik kerja lapangan di kapal pencari ikan dilaporkan tenggelam setelah kakinya terlilit jaring ikan.

Sang ibu dan nenek bahkan tak kuasa membendung tangis setelah pihak sekolah dan awak kapal datang untuk menyampaikan perkembangan pencarian. Sang ibu histeris mengingat putra pertamanya yang bercita-cita membahagiakan orang tua justru hilang saat mengikuti praktik mencari ikan di kapal. Padahal, pada malam sebelum kejadian, Reyhan sempat berkomunikasi dengan keluarga sebelum akhirnya jatuh ke laut bersama jaring yang tengah ditebar pada 8 Oktober.

“Pas pertama dikasih tau ada kabar hilangnya pada syok semua dan hampir tiap malam was-was menunggu kabar sudah ditemukan belum. Reyhan ini anak pertama yang memang ingin membahagiakan orang tuanya tapi mungkin tuhan berkehendak lain” Ujar Kakek Reyhan, Kadri.

Meski telah memasuki hari terakhir pencarian, keluarga tetap berharap jasad putra pertama pasangan Ali dan Masni tersebut dapat ditemukan dalam kondisi apa pun. Pihak desa pun meminta pemilik kapal, sekolah, dan tim SAR agar tetap melanjutkan pencarian hingga keberadaan pelajar kelas dua SMK tersebut dapat diketahui.

“Hingga saat ini proses pencarian masih dilakukan meskipun telah memasuki hari terakhir. Pihak desa pun meminta pemilik kapal, sekolah, dan tim SAR agar tetap melanjutkan pencarian hingga ditemukka.” Ujar Kepala Desa Japura Lor, Gufron

Reyhan menjalani praktik kerja lapangan bersama 18 siswa dari sekolah yang sama. Semula, kegiatan praktik mencari ikan tersebut dijadwalkan berakhir pada akhir Oktober mendatang. Namun, Reyhan justru mengalami insiden yang tidak pernah dibayangkan oleh keluarganya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top