KUNINGAN, PILARadio – Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami peningkatan jumlah pasien dengan gejala influenza sejak satu bulan terakhir. Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihak rumah sakit telah menyiapkan ruang perawatan tambahan agar seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
Di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu pagi, jumlah pasien rawat inap mengalami peningkatan. Pasien yang menjalani perawatan umumnya mengalami gejala berupa batuk, flu, demam, nyeri otot, dan keluhan lainnya yang menyerupai influenza.
Rata-rata pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan merupakan anak-anak hingga remaja. Hingga saat ini, jumlah pasien dengan gejala yang mengarah pada suspek influenza tipe A mengalami kenaikan sebesar 21 persen pada September.
“Di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kabupaten Kuningan. Untuk suspek influenza tipe A mengalami kenaikan sebesar 21 persen pada September. Meski jumlah pasien rawat inap maupun rawat jalan meningkat, pihak rumah sakit belum dapat memastikan bahwa seluruh pasien tersebut terjangkit influenza tipe A” Ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan, Yanuar Firdaus.
Meski jumlah pasien rawat inap maupun rawat jalan meningkat, pihak rumah sakit belum dapat memastikan bahwa seluruh pasien tersebut terjangkit influenza tipe A. Kepastian diagnosis masih memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
“Pasien yang menjalani perawatan umumnya mengalami gejala berupa batuk, flu, demam, nyeri otot, dan keluhan lainnya yang menyerupai influenza mengalaim peningkatan namun belum dapat memastikan bahwa seluruh pasien tersebut terjangkit influenza tipe A. Kepastian diagnosis masih memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Edi Martono.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihak rumah sakit juga berencana menambah ruang perawatan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan kebutuhan pasien dapat terpenuhi.
Merebaknya kasus influenza tipe A di sejumlah wilayah menjadi perhatian petugas kesehatan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker ketika mengalami gejala batuk dan pilek guna mengurangi risiko penularan kepada orang lain.


