CIREBON, PILARadio – Memanfaatkan program vaksinasi gratis, ratusan pecinta hewan peliharaan silih berganti berdatangan ke Puskeswan DKPPP Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu pagi. Sebagian hewan yang dibawa merupakan hasil penyelamatan atau rescue dari komunitas pencinta kucing dan anjing. Tingginya animo masyarakat membuat jumlah hewan yang mengikuti vaksinasi jauh melebihi kuota yang disediakan.
Memperingati Hari Rabies Sedunia, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Cirebon, Jawa Barat, menggelar vaksinasi rabies gratis pada Rabu pagi. Tingginya antusiasme masyarakat membuat petugas harus menambah jumlah vaksin yang semula hanya disediakan sebanyak 100 dosis. Pasalnya, pada hari pertama pelaksanaan saja, jumlah hewan yang akan divaksinasi sudah melampaui ketersediaan dosis yang disiapkan.
Hewan peliharaan jenis kucing dan anjing tampak mendominasi peserta vaksinasi dibandingkan dengan jenis hewan peliharaan lainnya. Sebelum diberikan vaksin, hewan-hewan peliharaan tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mengidentifikasi apabila terdapat gangguan kesehatan.
“Memperingati Hari Rabies Sedunia, DKPPP Kota Cirebon menggelar vaksinasi rabies gratis selama 2 hari. Tingginya antusiasme masyarakat membuat petugas menambah dosis vaksin dari kuota awal 100 dosis karena jumlah hewan yang divaksinasi melebihi ketersediaan.” Ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kota Cirebon, Elmi Masruroh.
Menariknya, di antara hewan-hewan yang mengikuti vaksinasi, tidak sedikit yang baru saja diadopsi oleh pemiliknya. Beberapa di antaranya merupakan hewan yang dibuang oleh pemilik sebelumnya atau ditemukan berkeliaran di jalan raya, kemudian diselamatkan dan dirawat oleh para pecinta hewan.
“Jadi hewan ini sayaadopsi dari pemiliknya dan baru 2 bulan ini dan setelah dicek ada infeksi dibagian telinga dengan adanya program vaksinasi ini jadi terbantu juga” Ujar pecinta hewan, Ilyana.
Sementara itu, vaksinasi gratis tahunan ini rutin digelar sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas rabies pada 2030.




