CIREBON, PILARadio – Polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan bus rombongan suporter Persija Jakarta di Tol Palimanan-Kanci (Palikanci), Kabupaten Cirebon. Insiden tersebut menyebabkan dua suporter mengalami luka-luka dan sejumlah kaca bus pecah. Peristiwa itu terjadi di sekitar kilometer 199 Tol Palimanan-Kanci, saat bus yang membawa rombongan The Jakmania sedang dalam perjalanan pulang dari Bantul, Yogyakarta, menuju Cikarang.
Bus yang mengangkut para suporter menjadi sasaran lemparan batu. Akibat kejadian tersebut, kaca depan dan kaca samping kiri bus dilaporkan pecah. Dua penumpang juga mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan penanganan medis. Menindaklanjuti insiden yang melibatkan rombongan suporter tersebut, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Petugas turut menyisir area sekitar lokasi untuk mengumpulkan barang bukti serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan.
“Kita mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan bus rombongan suporter Persija Jakarta di Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). Adapun barang bukti yang kita amankan berupa batu yang menjadi alat untuk melukai korban, serpihan kaca bus dan kendaraan bus saat ini kita masih melakukan penyelidikan” Ujar Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP M. Fadhila.
Penangkapan lima terduga pelaku menjadi perkembangan terbaru dalam penanganan kasus tersebut. Meski demikian, motif pelemparan dan peran masing-masing terduga pelaku masih perlu dipastikan berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan resmi kepolisian. Dalam penanganan perkara ini, polisi juga mengamankan sejumlah sepeda motor yang diduga digunakan oleh para pelaku.
Insiden pelemparan bus suporter kembali menyoroti persoalan keamanan rombongan pendukung klub sepak bola, terutama saat melakukan perjalanan melalui jalur tol. Aksi kekerasan di jalan raya tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang bus yang menjadi sasaran, tetapi juga berpotensi mengancam pengguna jalan lainnya.
Kepolisian mengingatkan bahwa rivalitas antarsuporter seharusnya tetap berlangsung secara sportif di lapangan hijau. Perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola tidak semestinya berujung pada tindakan kekerasan yang dapat merugikan orang lain. Pengusutan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Keamanan dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas, termasuk bagi rombongan suporter yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon.


