MAJALENGKA, PILARadio – Pascaviralnya video petugas Puskesmas Bantarujeg yang diduga menolak pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung mendatangi Puskesmas Bantarujeg serta rumah pasien. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pola pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, mendatangi Puskesmas Bantarujeg setelah viralnya video petugas Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang diduga melakukan penolakan dan menelantarkan seorang pasien di area puskesmas. Bupati menyebut kejadian tersebut dipicu oleh adanya miskomunikasi antara petugas di lapangan. Peristiwa ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majalengka.
Eman menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pasien tersebut sebenarnya telah mendapatkan penanganan awal oleh petugas medis sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di puskesmas. Saat tiba di puskesmas, pasien dibantu menggunakan kursi roda untuk menjalani pemeriksaan awal. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, hingga pemeriksaan fisik lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien teridentifikasi sebagai suspek tuberkulosis (TBC). Namun, pada saat bersamaan, ruang pemeriksaan lainnya sedang digunakan untuk menangani pasien dalam kondisi darurat akibat kecelakaan. Kondisi tersebut menyebabkan pasien ditempatkan sementara di area transit atau lorong puskesmas.
“Pemerintah Kabupaten Majalengka meminta maaf atas kejadian kemarin yang sempat viral kita berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pola pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Majalengka. Jika kejadian ini terulang kembali kita akan melakukan sanksi” Ujar Bupati Majalengka, Eman Suherman.
Sementara itu, setelah melakukan pengecekan langsung ke Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka juga mengunjungi rumah pasien tersebut.
“Jadi memang video yang kemarin viral itu apa adanya tidak ada yang direkayasa dan juga jadi pembelajaran untuk puskesmas agar pelayanan lebih nak lagi tadi sudah ada Bupati dan pihak puskesmas meminta maaf atas kejadian kemarin namun saya ingin proses masih berlanjut agar menjadi pembelajaran untuk puskesmas-puskesmas lainnya” Ujar Keluarga Pasien, Ardi Hidayat.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang petugas Puskesmas Bantarujeg yang diduga menolak melakukan pemeriksaan terhadap seorang pasien bernama Masriah, berusia 61 tahun, warga Blok Babakan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Dalam video tersebut, pasien terlihat tergeletak di teras luar puskesmas.




