CIREBON, PILARadio – Kenaikan harga bahan baku membuat sejumlah pedagang gorengan di Kota Cirebon, Jawa Barat, harus memutar otak agar tetap bisa menjalankan usaha. Para pedagang mengaku terpaksa mengurangi ukuran dagangan karena biaya produksi terus meningkat, sementara pendapatan justru mengalami penurunan.
Kondisi tersebut terjadi akibat kenaikan harga sejumlah bahan utama, seperti tepung terigu dan minyak goreng. Dalam satu bulan terakhir, para pedagang merasakan adanya peningkatan biaya belanja yang cukup signifikan.
Kenaikan harga bahan baku membuat modal yang harus dikeluarkan pedagang semakin besar. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti dengan peningkatan penjualan. Bahkan, sebagian pedagang mengaku omzet mereka terus mengalami penurunan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pedagang terpaksa melakukan berbagai strategi. Salah satunya dengan mengurangi ukuran gorengan secara perlahan agar harga jual tetap dapat dijangkau masyarakat.
“Plastik, Minyak, Terigu dan Aci jadi ikut naik semua jadi mau ga mau harga gorengan jadi naik untungnya pembeli tidak protes karena sudah paham bahan-bahan pada naik ini bukan cuma naik tapi ganti harga” Ujar Pedagang Gorengan, Mahardika.
Mulai dari gorengan tempe hingga jenis gorengan lainnya, ukuran produk yang dijual kini dibuat lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar usaha tetap berjalan tanpa harus menaikkan harga terlalu tinggi.
Sejumlah pedagang gorengan mengaku kenaikan harga minyak goreng dan tepung menjadi faktor utama yang membuat biaya produksi meningkat.
“Hampir sebulan lebih harga mulai dari minyak, tepung dan plastik naik harapannya kalau bisa turun” Ujar Pedagang Gorengan, Adi Putra.
Selain harga bahan baku yang meningkat, penurunan daya beli masyarakat juga menjadi tantangan bagi para pedagang kecil. Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi tingginya harga bahan kebutuhan usaha.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat agar harga bahan baku gorengan dapat kembali stabil. Dengan begitu, pelaku usaha kecil dapat mempertahankan bisnisnya dan tetap memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.










