MAJALENGKA, PILARadio – Para petani tebu di Majalengka, Jawa Barat, peduli terhadap pendidikan. Kepedulian ini dibuktikan dengan membangun pagar sekolah menggunakan pagar tera kota. Pembangunan tersebut dilakukan dengan anggaran swadaya dari para petani tebu.
Ironis sekali, di lingkungan pendidikan di dua gedung sekolah dasar di Desa Sumber Kulon, Majalengka, Jawa Barat, tidak memiliki pagar sekolah, sehingga bangunan sekolah terlihat kumuh dan kurang layak dijadikan tempat belajar.
Hal ini memunculkan kepedulian dari Kepala Desa Sumber Kulon, Kibagus Wardilah. Sejak dilantik menjadi kepala desa pada tahun 2019, gedung sekolah tersebut memang tidak memiliki pagar sekolah. Bahkan pihak desa telah berupaya meminta bantuan kepada Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan mengajukan proposal pembuatan pagar, namun hampir lebih dari lima tahun belum juga terealisasi dan tidak ada kejelasan sama sekali.
Kemudian Pemerintah Desa Sumber Kulon berinisiatif mencari anggaran untuk membangun pagar sekolah dengan menggalang swadaya dari para petani tebu kemitraan Pabrik Gula Jatitujuh. Dari anggaran swadaya itulah akhirnya pagar sekolah berhasil dibangun menggunakan pagar tera kota.
“Memang Sejak dilantik pada 2019, kepala desa mencatat bahwa sekolah tersebut belum memiliki pagar. Upaya meminta bantuan ke Dinas Pendidikan dan Pemkab Majalengka sudah dilakukan, namun lebih dari lima tahun tidak ada realisasi. Pemerintah Desa Sumber Kulon akhirnya menggalang swadaya dari petani tebu mitra Pabrik Gula Jatitujuh dan berhasil mengumpulkan sekitar 90 juta rupiah. Karena anggaran terbatas, sebagian area dipagar bambu, tetapi pagar utama berhasil dibangun menggunakan pagar tera kota.” Ujar Kepala Desa Sumber Kulon, Kibagus Wardilah
Pembangunan pagar sekolah tersebut sangat diapresiasi oleh para guru di SDN Sumber Kulon 1 dan SDN Sumber Kulon 2. Mereka sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Sumber Kulon dan para petani tebu yang telah peduli terhadap dunia pendidikan. Pembangunan ini menjadi kado istimewa di Hari Guru tahun ini. Para guru pun merasa lebih tenang karena para murid kini tidak mudah keluar dari lingkungan sekolah saat beristirahat atau bermain, sebab sudah ada pagar sekolah yang indah dan kokoh.
Sementara itu, menurut penjelasan Kepala Desa Sumber Kulon, Kibagus Wardilah, pemerintah desa bersama karang taruna dan para petani tebu secara swadaya dan gotong royong membangun pagar sekolah. Mereka berharap ada perhatian penuh baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten terhadap dunia pendidikan di wilayah terpencil, meskipun selama ini belum ada kepedulian dari pemerintah. Dengan anggaran swadaya dari para petani tebu, mereka tetap bisa membangun dan peduli pada dunia pendidikan.
“Kita sangat senang mendapat bantuan seperti ini karena anak-anak tidak khawatir lagi jika berlalu Lalang karena sebelumnya belum ada pagar harapannya adanya perhaatian dari pemerintah provinsi ataupun daerah agar kegiatan sekolah ini berjalan aman dan nyaman” Ujar Guru SDN Sumber Kulon 1, Kardi
Pemasangan pagar sekolah ini, karena minimnya anggaran yang ada, baru dapat dilakukan di bagian depan gedung sekolah, sementara sisi kiri, kanan, dan belakang sekolah hanya dipagar menggunakan bambu.






















