• Latest
  • Trending
Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: Dok. Kementan via kumparan)

Pemerintah Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari 40 Negara, Termasuk Indonesia

February 25, 2026
Metallica akan menggelar konser di Las Vegas Sphere bulan Oktober ini

Metallica Umumkan Jadwal Konser Residensi di Sphere Las Vegas 2026

February 27, 2026
Cristiano Ronaldo.

Resmi! Cristiano Ronaldo Akuisisi 25 Persen Saham Almeria

February 27, 2026
Adu bagong antar truk di Pantura diduga sopir mengantuk

Adu bagong antar truk di Pantura diduga sopir mengantuk

February 27, 2026
Ilustrasi Puasa

Ada yang 15 Jam! Negara dengan Durasi Puasa Terpendek dan Terlama di Dunia

February 26, 2026
BLACKPINK Rilis Teaser ‘GO’

BLACKPINK Rilis Teaser Video Musik “Go” dengan Nuansa Sci-Fi Futuristik

February 26, 2026
Marc Marquez (Spanyol/Ducati)

Marc Marquez Incar Rekor Giacomo Agostini di MotoGP 2026, Siap Pertahankan Gelar Bersama Ducati Lenovo

February 26, 2026
Aksi pencurian sepeda motor dilakukan oleh sepasang kekasih di area persawahan di Kabupaten Majalengka

Viral! aksi pencurian sepeda motor, pelaku sepasang kekasih diamuk warga

February 26, 2026
Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat

Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat

February 26, 2026
Fiersa Besari (Tangkapan Layar)

Fiersa Besari Comeback dengan Single Terbaru “Tulang Punggung”

February 25, 2026
Stadion Old Trafford, markas Manchester United

Heboh! Azan Berkumandang di Old Trafford untuk Pertama Kalinya

February 25, 2026
Bus Pariwisata Rombongan ASN Pati Tersangkut di Gapura Cirebon, Tembok Retak Nyaris Roboh (Foto : Darfan)

Bus Pariwisata Rombongan ASN Pati Tersangkut di Gapura Cirebon, Tembok Retak Nyaris Roboh

February 25, 2026
Seorang polisi gadungan berpangkat AKP dibekuk petugas Satreskrim Polres Kuningan, Jawa Barat

Polisi gadungan dengan modus bisa bekerja di Pertamina dibekuk petugas polisi

February 25, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Pemerintah Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari 40 Negara, Termasuk Indonesia

by Akbar
February 25, 2026
A A
Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: Dok. Kementan via kumparan)

Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: Dok. Kementan via kumparan)

PILARadio.com – Arab Saudi melalui otoritas keamanan pangan dan obat-obatan, Saudi Food and Drug Authority (SFDA), resmi memberlakukan larangan total impor unggas dan telur dari 40 negara, termasuk Indonesia. Selain larangan total, SFDA juga menetapkan larangan parsial yang berlaku di beberapa provinsi dan kota di 16 negara lain. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat standar keamanan pangan di pasar domestik Arab Saudi.

Mengutip laporan Saudi Gazette, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah Arab Saudi dalam memastikan setiap produk unggas dan telur yang masuk ke negaranya bebas dari penyakit hewan menular, terutama wabah flu burung yang sangat patogen. Otoritas SFDA menegaskan bahwa daftar negara yang terkena larangan akan terus ditinjau secara berkala, mengikuti perkembangan situasi kesehatan global serta dinamika epidemiologi internasional.

Berdasarkan pembaruan terbaru yang dikutip dari surat kabar Okaz, beberapa negara telah masuk daftar larangan impor sejak tahun 2004, sementara negara lain ditambahkan secara bertahap berdasarkan penilaian risiko, laporan internasional terkait penyakit hewan, dan potensi penyebaran virus yang membahayakan populasi unggas. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Arab Saudi untuk terus memantau situasi kesehatan global dan menyesuaikan kebijakan impor sesuai risiko terkini.

Larangan total mencakup 40 negara, antara lain: Afghanistan, Azerbaijan, Jerman, Indonesia, Iran, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Bangladesh, Taiwan, Djibouti, Afrika Selatan, China, Irak, Ghana, Palestina, Vietnam, Kamboja, Kazakhstan, Kamerun, Korea Selatan, Korea Utara, Laos, Libya, Myanmar, Inggris, Mesir, Meksiko, Mongolia, Nepal, Niger, Nigeria, India, Hong Kong, Jepang, Burkina Faso, Sudan, Serbia, Slovenia, Pantai Gading, dan Montenegro. Seluruh produk unggas dan telur dari negara-negara tersebut tidak diperbolehkan masuk ke Arab Saudi hingga pemberitahuan lebih lanjut dari SFDA.

Sementara itu, larangan parsial berlaku pada beberapa provinsi dan kota di 16 negara lain, termasuk Australia, Amerika Serikat, Italia, Belgia, Bhutan, Polandia, Togo, Denmark, Rumania, Zimbabwe, Prancis, Filipina, Kanada, Malaysia, Austria, dan Republik Demokratik Kongo. Kebijakan parsial ini diterapkan di wilayah yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terkait wabah penyakit unggas, sementara wilayah lain dari negara tersebut tetap bisa mengekspor produk unggas dengan persyaratan ketat.

SFDA menegaskan bahwa produk daging unggas dan telur yang telah mengalami perlakuan panas atau metode pengolahan lain yang terbukti mampu menghilangkan virus Newcastle tetap diperbolehkan. Namun, produk tersebut harus sepenuhnya memenuhi persyaratan kesehatan, regulasi, dan standar keamanan pangan yang berlaku di Arab Saudi. Semua produk yang dikecualikan dari larangan wajib disertai sertifikat kesehatan resmi dari otoritas negara asal, yang menyatakan bahwa proses pengolahan atau perlakuan panas sudah cukup untuk menonaktifkan virus Newcastle.

RelatedPosts :

Indonesia Tampil Sebagai Juara FIFAe World Cup 2024 Football Manager

Pertama dalam Sejarah, Salju Turun di Al Jawf, Arab Saudi

Bangga! Indonesia Juara Umum Badminton di SEA Games 2025

Indonesia Tahan Imbang India di Kualifikasi Piala Asia Wanita U-20

Selain itu, pengecualian hanya berlaku bagi produk yang berasal dari fasilitas yang telah disetujui oleh otoritas resmi di negara asal. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa semua produk unggas dan telur yang masuk ke pasar Arab Saudi aman dan memenuhi standar internasional. Dengan kebijakan ini, SFDA menekankan bahwa keselamatan konsumen tetap menjadi prioritas utama, sementara perdagangan internasional harus berjalan sesuai aturan kesehatan global.

Langkah Arab Saudi ini tidak hanya berdampak bagi negara-negara pengimpor, tetapi juga menjadi sinyal bagi eksportir untuk meningkatkan standar keamanan dan proses pengolahan produknya. Negara-negara yang masuk daftar larangan diharapkan melakukan penyesuaian agar produk unggas dan telur mereka dapat memenuhi kriteria kesehatan yang ditetapkan SFDA. Misalnya, meningkatkan kualitas proses pasteurisasi atau memasukkan protokol sanitasi tambahan dalam produksi.

Bagi Indonesia, larangan total dari Arab Saudi menjadi perhatian serius, mengingat Arab Saudi merupakan salah satu pasar ekspor potensial untuk produk unggas dan telur. Pemerintah dan pelaku industri domestik diharapkan melakukan evaluasi kualitas produk, penerapan sertifikasi kesehatan, serta peningkatan kapasitas pengolahan untuk memenuhi standar internasional yang ditetapkan. Hal ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan pangan nasional agar produk unggas Indonesia dapat tetap bersaing di pasar global.

Menurut pakar kesehatan hewan, kebijakan seperti yang diterapkan Arab Saudi merupakan respons terhadap meningkatnya risiko penyakit unggas di dunia, termasuk flu burung (avian influenza) yang bersifat highly pathogenic. Virus ini tidak hanya berdampak pada kesehatan unggas, tetapi juga bisa memengaruhi manusia dalam kasus tertentu. Oleh karena itu, pengawasan ketat terhadap impor produk unggas dan telur menjadi langkah preventif yang sangat penting.

Larangan total dan parsial dari Arab Saudi menegaskan bahwa keamanan pangan global menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam konteks ini, eksportir di negara-negara yang terkena larangan diimbau untuk melakukan audit internal, memastikan sertifikasi kesehatan mutakhir, dan mengikuti protokol pengolahan yang diakui secara internasional. Strategi ini bertujuan agar produk dapat memenuhi standar SFDA dan membuka kembali peluang ekspor di masa mendatang.

Selain aspek kesehatan, larangan ini juga memiliki implikasi ekonomi. Negara-negara yang terdampak kehilangan akses ke salah satu pasar utama untuk produk unggas dan telur, yang dapat mempengaruhi volume ekspor dan pendapatan produsen. Untuk itu, pelaku usaha harus menyesuaikan strategi perdagangan, diversifikasi pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk agar tetap kompetitif.

Kebijakan SFDA ini juga memberikan pelajaran penting bagi semua negara: pemantauan epidemiologi global dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat bukan hanya demi perlindungan konsumen lokal, tetapi juga untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan ekspor internasional. Negara eksportir yang mampu memenuhi standar tinggi ini akan lebih mudah mempertahankan kepercayaan konsumen global, termasuk di pasar strategis seperti Arab Saudi.

Dengan langkah ini, Arab Saudi kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang serius dalam menjaga kualitas pangan dan kesehatan masyarakat. Larangan impor unggas dan telur dari 40 negara, termasuk Indonesia, sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama, dan setiap produk yang ingin memasuki pasar Arab Saudi harus memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: Arab SaudiImporIndonesiaTelurUnggas
Previous Post

Fiersa Besari Comeback dengan Single Terbaru “Tulang Punggung”

Next Post

Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat

Related Category

Ilustrasi Puasa
MESTITAU

Ada yang 15 Jam! Negara dengan Durasi Puasa Terpendek dan Terlama di Dunia

by Akbar
February 26, 2026

PILARadio.com - Bulan Ramadan merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi waktu yang penuh...

Read more
Thai tea. Foto: Getty Images/dontree_m

Thailand Resmi Turunkan Standar Gula, ‘Manis Normal’ Kini 50% Lebih Rendah

February 24, 2026
Bunga Rafflesia arnoldi salah satu Puspa Langka Indonesia. Bunga Rafflesia tidak sama atau berbeda dengan bunga bangkai yang tumbuh di Indonesia. Rafflesia arnoldi R.Br adalah spesies bunga parasit endemik Sumatera dan hutan Kalimantan.(Shutterstock/Bpk Maizal)

Ilmuwan Temukan Spesies Baru Bunga Rafflesia di Hutan Kalimantan Timur

February 23, 2026
Ilustrasi tidur

Tidur Dua Kali dalam Semalam, Kebiasaan Lama yang Kini Hilang

February 20, 2026
Minum kopi meningkatkan kolesterol atau sebaliknya? Ini kata ahli(Shutterstock/Kingmaya Studio)

Minum Kopi Bikin Kolesterol Naik, Benarkah? Ini Fakta dan Penjelasannya

February 19, 2026
Next Post
Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat

Diduga overheat oven, pabrik briket ekspor terbakar hebat

Aksi pencurian sepeda motor dilakukan oleh sepasang kekasih di area persawahan di Kabupaten Majalengka

Viral! aksi pencurian sepeda motor, pelaku sepasang kekasih diamuk warga

Marc Marquez (Spanyol/Ducati)

Marc Marquez Incar Rekor Giacomo Agostini di MotoGP 2026, Siap Pertahankan Gelar Bersama Ducati Lenovo

BLACKPINK Rilis Teaser ‘GO’

BLACKPINK Rilis Teaser Video Musik “Go” dengan Nuansa Sci-Fi Futuristik

Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist