CIREBON, PILARadio – Harapan bisa menginap di hotel bintang lima dengan harga setara kos-kosan harian berubah menjadi mimpi buruk bagi puluhan emak-emak di Cirebon dan sekitarnya. Dugaan penipuan berkedok voucher hotel murah yang dijalankan terlapor kini menyeret korban dari berbagai daerah dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sejumlah emak-emak yang menjadi korban tersebut kembali mendatangi Polres Cirebon Kota untuk mempertanyakan perkembangan laporan yang telah dibuat pada awal Oktober lalu.
Sejumlah emak-emak berbondong-bondong mendatangi Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, Senin pagi, untuk mempertanyakan perkembangan laporannya terkait dugaan penipuan berkedok penjualan voucher promo menginap di hotel-hotel ternama yang diduga fiktif.
Bersama kuasa hukumnya, mereka mendesak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus yang telah merugikan ratusan korban di wilayah Cirebon dan sekitarnya dengan angka kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Pasalnya, sejak laporan yang dibuat awal Oktober lalu, terlapor masih belum juga hadir memenuhi panggilan polisi.
“Kita mendatangi Polres Cirebon Kota dalam rangka Menindaklanjuti kasus penipuan berkedok penjualan voucher promo menginap di hotel-hotel dan terlapor belum memenuhi panggilan polisi sejak laporan dibuat awal Oktober lalu Serta korban dari kasus ini terus bertambah” Ujar kuasa hukum para korban, Eva St Arofah.
Emak-emak tersebut awalnya tergiur dan memborong voucher promo menginap di hotel setara bintang lima dengan harga setara kos-kosan harian. Impian mendapat keuntungan instan sebagai reseller berubah menjadi mimpi buruk saat mengetahui terlapor membohonginya.
Saking penasarannya, mereka mengonfirmasi langsung ke pihak hotel, dan tak ada satu pun pihak hotel yang membenarkan adanya voucher promo tersebut.
“Memang awalnya benar namun di bulan September sudah mulai tidak bisa check-in lagi dan di total ada 500 room yang sudah saya booking” Ujar korban dugaan penipuan berkedok voucher hotel, Suci Dwi Rahmawati.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran yang tidak masuk akal, terlebih jika dikemas dengan skema reseller dengan iming-iming keuntungan instan.






















