CIREBON, PILARadio – Mengawali rangkaian tradisi menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad, Keraton Kanoman Cirebon, Jawa Barat, menggelar tradisi Tawurji atau curak koin, Rabu siang. Dalam tradisi ini, ratusan warga yang menunggu jalannya tawur atau sawer langsung berkerumun dan terlibat kericuhan saat berebut uang saweran Sultan hingga terdesak dan terhimpit.
Tradisi Tawurji ini dimaksudkan untuk menolak bala sekaligus sebagai ungkapan syukur pada hari Rabu Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar. Disambut teriakan “Tawurji, Tawurji, Tawurji” oleh masyarakat di sekitar lingkungan Keraton Kanoman, Kota Cirebon, Rabu siang, peti berisi ribuan uang receh atau koin langsung dibuka dan didoakan oleh Patih Keraton Kanoman. Warga yang sudah menunggu langsung merangsek dan mengerumuni meja tempat uang tersebut ditawurkan atau disawer.
Kericuhan pun terjadi saat saweran pertama dilemparkan ke arah kerumunan warga yang langsung berebut koin tersebut. Bahkan, sebagian warga yang berada dekat dengan meja langsung mendesak dan merebut koin dari peti hingga rombongan Patih Keraton terdesak dan dievakuasi. Bagi warga, rebutan uang yang dianggap sebagai berkah untuk menolak bala tersebut sudah menjadi hal biasa dan tidak sampai berlanjut menjadi masalah.
“Tiap tahun kesini ikut acara ini dari Bango Dua Cirebon ini cuma dapat 1500 rupiah sedikit tidak apa-apa yang penting berkah” Ujar seorang warga bernama Kastinih.
Tradisi yang sudah ada sejak zaman Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati ini memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur pada hari Rabu terakhir bulan Safar atau yang lebih dikenal dengan Rabu Wekasan. Tradisi ini juga menjadi bentuk sedekah dan tolak bala bagi keluarga besar Keraton Kanoman maupun masyarakat sekitar. Pada hari Rabu Wekasan ini pula, Keraton menggelar tradisi Ngapem atau membuat apem yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
“Tradisi ini biasa dilakukan sebagai ungkapan syukur karena memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini juga menjadi bentuk sedekah dan tolak bala bagi keluarga besar Keraton Kanoman maupun masyarakat sekitar. Pada hari Rabu Wekasan ini pula, Keraton menggelar tradisi Ngapem atau membuat apem yang nantinya dibagikan kepada masyarakat” Ujar Patih Kasultanan Kanoman, Pangeran Raja Muhammad Qodiran.
Sementara itu, seusai acara, keluarga Sultan dan para abdi dalem menggelar doa bersama. Tradisi Tawurji ini juga merupakan salah satu tradisi awal dari rangkaian menjelang peringatan Maulud Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Puncak Maulud Nabi sendiri akan dilangsungkan di Keraton Kanoman dengan tradisi Pelal Alit atau Panjang Jimat.


