CIREBON, PILARadio – Pasca terjadinya dugaan keracunan massal, Dinas Pendidikan Kota Cirebon menginstruksikan sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang terdampak untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, guru yang tidak terdampak diminta memantau kondisi siswa dan rekan sejawat yang menjalani perawatan di delapan rumah sakit.
Sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak yang biasanya ramai dengan aktivitas belajar mengajar tampak sepi pada Rabu pagi. Keputusan tersebut diambil menyusul banyaknya siswa dan guru yang dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan massal.
Selain memantau kondisi korban, para guru juga diminta menyisir kemungkinan adanya siswa maupun tenaga pendidik lain yang mengalami gangguan kesehatan tetapi belum mendapatkan penanganan medis. Beberapa korban bahkan baru dibawa ke rumah sakit pada Rabu pagi.
“Jadi kita klarifikasi bahwa yang mengalami keracunan hanya 30 peserta didik dan 4 guru yang masuk rumah sakit dan pemberitaan yang menyebutkan ada korban meninggal saya tegaskan tidak ada.” Ujar Kepala TK Teratai, Ulfa Eka Setiawati.
Di tengah meningkatnya jumlah pasien, beredar informasi yang menyebutkan adanya korban dalam kondisi kritis hingga meninggal dunia. Masyarakat pun diimbau tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kita turut prihatin atas terjadinya peristiwa ini dan berharap semuanya lekas pulih dan bisa beraktivitas normal lagi.” Ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Handi Sogiyanto.
Hingga Rabu petang, tercatat sebanyak 270 pasien diduga mengalami keracunan, dengan 211 orang di antaranya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.



