MAJALENGKA, PILARadio – Seorang warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi korban penipuan oleh seorang pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dengan modus kerja sama untuk menjadi pemasok ke SPPG. Korban langsung mendatangi Polres Majalengka untuk membuat laporan.
Video amatir memperlihatkan korban mendatangi salah satu pelaku yang diduga melakukan penipuan dengan modus kerja sama untuk memasok kebutuhan SPPG di Kabupaten Majalengka, Senin siang.
Korban mengaku ditipu oleh dua oknum pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Korban mendatangi Polres Majalengka untuk menanyakan penanganan kasus yang menimpa dirinya dan diduga melibatkan dua pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Keduanya diduga terlibat dalam kasus penipuan kemitraan sebagai pemasok dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Korban mengaku sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh Satuan Reserse Kriminal atau Satreskrim Polres Majalengka. Saat masih dalam tahap laporan pengaduan, korban mengaku sudah tiga kali dilakukan pemanggilan terhadap terlapor, tetapi terlapor tidak hadir.
Setelah laporan tersebut ditingkatkan menjadi laporan polisi, korban mengaku belum mendapatkan informasi mengenai pemanggilan kembali terhadap terlapor. Hingga kini, sudah kurang lebih satu bulan sejak laporan polisi dibuat, tetapi belum ada kejelasan mengenai penanganan kasus tersebut.
Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh korban, polisi disebut belum melakukan pemanggilan terhadap oknum pegawai Dinas Kesehatan tersebut.
“Jadi awalnya dia mengajak saya untuk menjadi mitra MBG untuk bahan baku namun setelah 4 bulan dia mengakui dapur tersebut fiktif sejak itu kita bikin laporan kepolisian dan dinas terkait yang kita inginkan sekarang meminta progress terkait laporan yang kita laporkan sejak maret lalu” Ujar teman korban, Hisyam Syamsul.
Sementara itu, korban mengaku mengalami kerugian materiil hingga mendekati Rp700 juta dalam kasus yang menyeret oknum pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka.
Adapun modus yang dilakukan pelaku berupa tawaran kerja sama atau proyek pemasokan bahan baku untuk program SPPG dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga ternyata fiktif.




