• Latest
  • Trending
Seorang yang sedang bersantai di teras rumah dengan cuaca cerah. (Sumber Foto : Freepik)

Studi Ungkap Tempat Tinggal Bisa Memengaruhi Proses Penuaan

May 18, 2026
Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas (Tangkapan Layar)

Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas

June 9, 2026
Olivia Rodrigo dan Robert Smith (Instagram @robertsmith)

Olivia Rodrigo Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Robert Smith di Album Terbaru

June 9, 2026
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia menjalani latihan jelang menghadapi Mozambik di Stadion Madya, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Tangkapan Layar)

Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan Saat Hadapi Mozambik dalam FIFA Matchday

June 9, 2026
Sejumlah dapur di Cirebon, Jawa Barat, berhenti beroperasi sementara sejak Senin hingga waktu yang belum ditentukan. (Foto : Darfan)

Sejumlah SPPG di Cirebon Berhenti Operasi, Akibat Anggaran Belum Cair

June 9, 2026
Indonesia mendapat penalti setelah Theodore Leeming dijatuhkan di kotak terlarang. Evandra Florasta sebagai eksekutor berhasil mencetak gol dan membawa Indonesia kembali unggul. (Foto : Darfan)

Dramatis! Timnas Indonesia U-19 Lolos Ke Semifinal Usai Kalahkan Vietnam 2-1

June 8, 2026
Taylor Swift Tulis Lagu Original untuk “Toy Story 5” Bertajuk ‘I Knew It, I Knew You’, Tandai Kembalinya ke Musik Country (Tangkapan Layar)

Taylor Swift Rilis Lagu ‘I Knew It, I Knew You’ untuk Soundtrack Toy Story 5

June 8, 2026
Masyarakat di India, berkegiatan di tengah gelombang panas yang terus melanda.(Dok. AFP)

Studi Terbaru Ungkap Gelombang Panas di India Berisiko Tewaskan 3.400 Orang per Hari

June 8, 2026
Petugas Satreskrim Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, meringkus seorang pelaku penadahan sepeda motor curian lintas provinsi. (Foto : Darfan)

Polisi gagalkan pengiriman paket puluhan motor hasil curian menggunakan bus dan amankan tiga orang pelaku

June 8, 2026
Persatuan Sepakbola Gunung Jati (PSGJ) Cirebon resmi diluncurkan kembali dalam sebuah seremoni meriah di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)

PSGJ Kembali, Cirebon Kembali Bermimpi di Panggung Sepak Bola Nasional

June 7, 2026
Persatuan Sepakbola Gunung Jati (PSGJ) Cirebon resmi diluncurkan kembali dalam sebuah seremoni meriah di Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)

Era Baru PSGJ Cirebon Resmi Dimulai, Optimistis Tembus Liga 3

June 7, 2026
Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di kawasan padat penduduk Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon (Foto : Darfan)

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Ludes Terbakar, Seorang Petugas Damkar Terluka Tertimpa Puing

June 5, 2026
Ilustrasi Pembengkakan Hati (Tangkapan Layar)

Mengejutkan! Sekitar 70 Juta Orang di Indonesia Diduga Alami Penyakit Hati Tanpa Gejala

June 5, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Studi Ungkap Tempat Tinggal Bisa Memengaruhi Proses Penuaan

by Akbar
May 18, 2026
A A
Seorang yang sedang bersantai di teras rumah dengan cuaca cerah. (Sumber Foto : Freepik)

Seorang yang sedang bersantai di teras rumah dengan cuaca cerah. (Sumber Foto : Freepik)

PILARadio.com – Tempat tinggal ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan manusia, termasuk proses penuaan biologis. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian internasional terbaru yang dipimpin ilmuwan dari Stanford University. Studi itu menunjukkan bahwa lingkungan tempat tinggal dan faktor keturunan genetik dapat memengaruhi seberapa cepat tubuh manusia mengalami penuaan.

Penelitian tersebut menjadi salah satu studi paling rinci yang pernah dilakukan untuk melihat hubungan antara genetika, lingkungan, dan kondisi biologis manusia. Para peneliti menemukan bahwa lokasi geografis tempat seseorang tinggal dapat memengaruhi metabolisme tubuh, sistem imun, mikrobiota usus, hingga usia biologis seseorang.

Temuan ini sekaligus membuka pandangan baru dalam dunia kesehatan modern, terutama terkait pentingnya pendekatan medis yang disesuaikan dengan latar belakang genetik dan lingkungan masing-masing individu.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Cell, tim ilmuwan internasional menggunakan pendekatan multiomics untuk meneliti 322 orang sehat dari berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa, Asia Timur, dan Asia Selatan.

Metode multiomics sendiri merupakan teknik penelitian modern yang memungkinkan ilmuwan mempelajari berbagai aspek biologis manusia secara mendalam. Melalui metode ini, peneliti dapat mengamati gen, protein, metabolisme tubuh, hingga bakteri dalam usus untuk memahami bagaimana tubuh manusia bekerja pada tingkat molekuler.

Dengan pendekatan tersebut, peneliti mampu melihat bagaimana faktor keturunan dan lingkungan saling memengaruhi kondisi kesehatan manusia secara lebih detail dibanding penelitian sebelumnya.

RelatedPosts :

No Content Available

Selama ini, sebagian besar penelitian kesehatan hanya berfokus pada kelompok tertentu dengan latar belakang serupa atau pasien dengan penyakit tertentu. Akibatnya, pemahaman tentang pengaruh lingkungan dan genetika terhadap orang sehat masih tergolong terbatas.

Melalui studi terbaru ini, para ilmuwan mencoba memisahkan pengaruh faktor genetik dan lingkungan dengan membandingkan individu yang memiliki keturunan genetik sama tetapi tinggal di lokasi geografis berbeda.

Hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang sangat kompleks antara DNA manusia dan lingkungan tempat tinggal.

Profesor genetika Stanford University, Michael Snyder, mengatakan penelitian tersebut menjadi salah satu studi pertama yang memprofilkan manusia dari berbagai belahan dunia secara mendalam.

“Untuk pertama kalinya, kami memprofilkan manusia dari berbagai belahan dunia secara mendalam. Ini memungkinkan kami melihat faktor-faktor seperti metabolit dan mikroba mana yang berkaitan dengan etnis, dan mana yang dipengaruhi lokasi geografis,” ujar Michael Snyder.

Dari hasil penelitian, ditemukan sejumlah karakteristik biologis yang berkaitan erat dengan etnis tertentu. Peserta asal Asia Selatan, misalnya, diketahui memiliki tingkat paparan patogen yang lebih tinggi dibanding kelompok lainnya.

Sementara itu, peserta keturunan Eropa menunjukkan keragaman mikroba usus yang lebih kaya serta kadar metabolit tertentu yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular.

Menariknya, pola biologis tersebut tetap terlihat meskipun para peserta tinggal di negara atau benua berbeda. Hal itu menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki pengaruh besar dalam membentuk identitas biologis manusia.

Namun penelitian tersebut juga menemukan bahwa tempat tinggal tetap memberikan dampak signifikan terhadap tubuh manusia.

Perpindahan geografis atau kondisi ketika seseorang tinggal di luar wilayah asal leluhurnya ternyata berkaitan dengan perubahan pada metabolisme tubuh, jaringan lipid, serta mikrobioma usus.

Salah satu temuan paling mengejutkan dalam studi tersebut berkaitan dengan penuaan biologis.

Peneliti menemukan bahwa orang Asia Timur yang tinggal di luar Asia cenderung memiliki usia biologis lebih tua dibanding mereka yang tetap tinggal di Asia.

Sebaliknya, individu keturunan Eropa justru tampak lebih muda secara biologis ketika tinggal di luar Eropa.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan dapat memengaruhi proses penuaan tubuh dengan cara berbeda pada tiap kelompok etnis.

Artinya, faktor lingkungan dan genetik tidak bekerja secara terpisah, melainkan saling berinteraksi dalam memengaruhi kondisi tubuh manusia.

Para ilmuwan menilai hasil penelitian ini sangat penting karena menunjukkan bahwa proses penuaan tidak hanya ditentukan usia kronologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan biologis.

Usia biologis sendiri merupakan ukuran kondisi tubuh berdasarkan kesehatan sel dan jaringan tubuh, bukan berdasarkan angka usia sebenarnya.

Seseorang bisa saja memiliki usia kronologis 40 tahun, tetapi secara biologis tubuhnya tampak lebih muda atau justru lebih tua tergantung gaya hidup, lingkungan, dan kondisi kesehatan.

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan baru antara gen telomerase dengan mikroba usus tertentu melalui molekul lipid bernama sphingomyelin.

Gen telomerase dikenal memiliki peran penting dalam proses penuaan sel manusia.

Temuan ini mengindikasikan adanya kemungkinan bahwa bakteri dalam usus manusia dapat memengaruhi kecepatan penuaan tubuh melalui reaksi molekuler tertentu.

Para ilmuwan menyebut hubungan tersebut sebagai salah satu penemuan penting karena membuka peluang penelitian baru tentang kaitan mikrobioma usus dan usia biologis manusia.

Mikrobioma usus sendiri merupakan kumpulan mikroorganisme seperti bakteri yang hidup di dalam saluran pencernaan manusia dan memiliki peran besar terhadap kesehatan tubuh.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak penelitian menunjukkan bahwa kondisi mikrobioma usus berkaitan dengan sistem imun, metabolisme, kesehatan mental, hingga risiko penyakit kronis.

Kini, penelitian terbaru tersebut menunjukkan bahwa mikrobioma usus kemungkinan juga berpengaruh terhadap proses penuaan manusia.

Hasil studi ini dinilai sangat penting untuk pengembangan precision medicine atau pengobatan presisi.

Precision medicine merupakan pendekatan medis yang menyesuaikan diagnosis dan pengobatan berdasarkan kondisi genetik, lingkungan, serta gaya hidup masing-masing individu.

Melalui pendekatan tersebut, penanganan medis diharapkan menjadi lebih efektif karena tidak lagi menggunakan sistem yang sama untuk semua pasien.

Peneliti menilai dunia medis perlu mulai mempertimbangkan keragaman populasi global dalam menyusun strategi pengobatan maupun pencegahan penyakit.

Selama ini, banyak penelitian medis hanya dilakukan pada kelompok populasi tertentu sehingga hasilnya belum tentu cocok diterapkan pada semua orang di berbagai wilayah dunia.

Profesor Richard Unwin dari University of Manchester mengatakan penelitian ini memperlihatkan dengan jelas bagaimana tubuh manusia dibentuk oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan tempat tinggal.

“Apa yang ditunjukkan studi ini dengan sangat jelas adalah bahwa biologi manusia dibentuk oleh kombinasi keturunan genetik dan tempat tinggal kita,” ujar Richard Unwin.

Ia mengaku terkejut melihat betapa kuatnya pengaruh etnis terhadap sistem imun, metabolisme, dan mikrobioma tubuh meskipun seseorang sudah pindah ribuan kilometer dari wilayah asal leluhurnya.

Namun di sisi lain, lingkungan tempat tinggal juga terbukti mampu memberikan dampak besar terhadap proses biologis manusia, termasuk penuaan sel.

“Tempat tinggal dapat memberikan dampak besar terhadap jalur molekuler penting, bahkan terhadap cara sel-sel tubuh menua, dengan arah yang berbeda tergantung latar belakang seseorang,” katanya.

Richard Unwin menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi bukti penting bahwa layanan kesehatan modern harus mencerminkan keragaman manusia secara global.

Penelitian ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan diagnosis penyakit yang lebih akurat dan personal.

Seluruh data penelitian tersebut kini dibuka secara bebas bagi peneliti dan tenaga medis di seluruh dunia. Langkah itu diharapkan dapat membantu pengembangan metode pengobatan, diagnosis, dan pencegahan penyakit yang lebih sesuai dengan kondisi tiap individu.

Selain memberikan wawasan baru dalam dunia kesehatan, hasil penelitian ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan dan gaya hidup sehat.

Faktor lingkungan seperti pola makan, kualitas udara, aktivitas fisik, hingga kondisi sosial ternyata dapat memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Tempat tinggal yang sehat dan mendukung gaya hidup baik diyakini mampu membantu memperlambat proses penuaan biologis serta menjaga kualitas hidup seseorang.

Sebaliknya, lingkungan yang buruk berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dan mempercepat proses penuaan tubuh.

Temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa kesehatan manusia bukan hanya ditentukan oleh faktor keturunan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat seseorang menjalani kehidupannya sehari-hari.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: Proses PenuaanStanford UniversityStudi Ungkap Tempat Tinggal Bisa Memengaruhi Proses PenuaanTempat Tinggal
Previous Post

BTS Bakal Tampil di Final Piala Dunia 2026 Bersama Madonna dan Shakira

Next Post

Ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Cirebon terendam banjir

Related Category

Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas (Tangkapan Layar)
MESTITAU

Apple Resmi Luncurkan Siri AI, Asisten Virtual Kini Makin Cerdas

by Akbar
June 9, 2026

PILARadio.com - Apple resmi memperkenalkan Siri AI, generasi terbaru asisten virtual yang ditenagai teknologi Apple Intelligence, dalam ajang Worldwide Developers...

Read more
Masyarakat di India, berkegiatan di tengah gelombang panas yang terus melanda.(Dok. AFP)

Studi Terbaru Ungkap Gelombang Panas di India Berisiko Tewaskan 3.400 Orang per Hari

June 8, 2026
Ilustrasi Pembengkakan Hati (Tangkapan Layar)

Mengejutkan! Sekitar 70 Juta Orang di Indonesia Diduga Alami Penyakit Hati Tanpa Gejala

June 5, 2026
Pantai Al Mamzar di Dubai. Foto: Aleksandr Melnikov/Shutterstock

Viral! Dubai Punya Pantai Khusus Wanita yang Melarang Pria Masuk

June 4, 2026
NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini (Ilustrasi)

NASA Kembangkan Pembangkit Nuklir di Bulan, Target Beroperasi dalam Dekade Ini

June 3, 2026
Next Post
Cuaca buruk berupa hujan deras yang mengguyur Cirebon mengakibatkan ribuan rumah warga di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir (Foto : Darfan)

Ribuan rumah di Kota dan Kabupaten Cirebon terendam banjir

Ribuan kendaraan terjebak kemacetan panjang di jalur Pantura, tepatnya di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, (Foto : Darfan)

Pantura banjir, jalur lumpuh hingga lima kilometer

Tim Garuda Baru Indonesia sukses menjadi juara Street Child World Cup 2026 di Meksiko. (Tangkapan Layar)

Tim Indonesia Sabet Gelar Juara Street Child World Cup 2026

Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon (Foto : Darfan)

Kebakaran Setelah Banjir, Dipicu Korsleting Listrik

Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM