• Latest
  • Trending
Ilustrasi tidur

Tidur Dua Kali dalam Semalam, Kebiasaan Lama yang Kini Hilang

February 20, 2026
Taylor Swift mencetak sejarah di Stadion Wembley saat ia menutup rangkaian tur Eropa Eras Tour di tempat tersebut

Taylor Swift Sabet Gelar Musisi Terlaris Global 2025 Versi IFPI

February 20, 2026
FIFA jalin kemitraan dengan Board of Peace untuk pemulihan Gaza di Palestina

FIFA Resmi Bergabung dengan Board of Peace, Fokus Pulihkan Gaza Palestina

February 20, 2026
Kabel telekomunikasi yang terkesan kusut membentang di sepanjang jalan protokol Kota Cirebon mulai ditata

Kabel telekomunikasi yang terkesan semrawut mulai ditata, Pemerintah Kota Cirebon memprioritaskan keselamatan dan estetika kota

February 20, 2026
Minum kopi meningkatkan kolesterol atau sebaliknya? Ini kata ahli(Shutterstock/Kingmaya Studio)

Minum Kopi Bikin Kolesterol Naik, Benarkah? Ini Fakta dan Penjelasannya

February 19, 2026
Penyanyi-penulis lagu Inggris Ed Sheeran tampil di Optus Stadium di Perth, pada konser Australia pertama dari tur Loop-nya. Foto: Mark Surridge

Ed Sheeran Ungkap Alasan Tak Gunakan Ponsel Sejak 2015 di Loop Tour Sydney

February 19, 2026
Persib menang 1-0 atas Ratchaburi FC, tetapi tidak cukup untuk lolos perempat final ACL 2. (persib.co.id)

Hasil AFC Champions League 2: Persib Kalahkan Ratchaburi tapi Gagal ke Perempat Final

February 19, 2026
Kasus pembunuhan yang melibatkan saudara kandung ini terjadi di Desa Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon

Berawal cekcok berujung penikaman, kakak tewas di tangan adik

February 19, 2026
Perampokan terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu siang, saat rumah seorang lansia dibobol kawanan pelaku

Perampokan rumah lansia, korban disekap dan emas seberat lima puluh gram raib dicuri

February 19, 2026
Keraton Kasepuhan menggelar tradisi tabuh bedug drugdag warisan Sunan Gunungjati sebagai penanda masuknya Ramadan

Tradisi Sunan Gunungjati, tabuh bedug drugdag tanda masuk Ramadan

February 19, 2026
Sebuah truk tangki pengangkut tiner terbakar hebat di ruas Tol Cipali, tepatnya di Kilometer 185, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon

Kebakaran hebat sebuah truk tangki pengangkut tiner terbakar di ruas Tol Cipali, kemacetan hingga 7 kilometer

February 18, 2026
Bulan akan tampak merah semerah darah pada puncak gerhana Bulan total 3 Maret 2026.

Catat Tanggalnya! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit Indonesia Saat Ramadan

February 18, 2026
BTS

Jelang Konser, Pemerintah Ingin Libatkan BTS Promosikan Pariwisata Indonesia

February 18, 2026
PILARadio 88.6 FM
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER
No Result
View All Result
PILARadio 88.6 FM
No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

Tidur Dua Kali dalam Semalam, Kebiasaan Lama yang Kini Hilang

by Akbar
February 20, 2026
A A
Ilustrasi tidur

Ilustrasi tidur. (Foto: Freepik.com)

PILARadio.com – Pernah terbangun pukul 3 pagi lalu merasa cemas karena mengira kualitas tidur Anda bermasalah? Menurut ahli psikologi kognitif, kondisi tersebut justru sangat manusiawi dan bisa jadi merupakan sisa pola tidur alami manusia zaman dulu. Fakta sejarah menunjukkan bahwa manusia tidak selalu tidur delapan jam tanpa terputus seperti yang kini dianggap ideal.

Darren Rhodes, dosen Psikologi Kognitif sekaligus Direktur Environmental Temporal Cognition Lab di Keele University, menjelaskan bahwa pola tidur delapan jam nonstop sebenarnya merupakan kebiasaan modern. Dalam tulisannya di The Conversation, Rhodes mengungkapkan bahwa selama sebagian besar sejarah evolusi manusia, tidur berlangsung dalam dua sesi setiap malam.

Pola ini dikenal sebagai segmented sleep atau tidur terbagi, yang terdiri dari first sleep (tidur pertama) dan second sleep (tidur kedua). Masing-masing sesi berlangsung beberapa jam dan dipisahkan oleh periode terjaga selama satu jam atau lebih di tengah malam. Artinya, bangun tengah malam bukanlah gangguan, melainkan bagian dari ritme biologis yang pernah lazim dijalani manusia.

Catatan sejarah dari Eropa, Afrika, hingga Asia menunjukkan bahwa setelah malam tiba, keluarga biasanya tidur lebih awal. Mereka kemudian bangun sekitar tengah malam sebelum kembali tidur hingga fajar. Jeda tengah malam ini bukan waktu yang sia-sia. Justru, periode tersebut membentuk pengalaman manusia terhadap panjangnya malam, terutama pada musim dingin yang lebih panjang.

Pada masa pra-industri, orang memanfaatkan waktu bangun tengah malam untuk berbagai aktivitas ringan. Sebagian menyalakan kembali api perapian atau memeriksa hewan ternak. Ada pula yang tetap di tempat tidur untuk berdoa, merenungkan mimpi, membaca, menulis, atau bercengkrama pelan dengan keluarga. Bahkan, banyak pasangan memanfaatkan waktu tersebut untuk membangun keintiman.

Pola tidur dua sesi ini juga tercatat dalam karya sastra klasik. Penyair Yunani Kuno Homer dan penyair Romawi Virgil sama-sama menyebutkan istilah yang merujuk pada “jam yang mengakhiri tidur pertama”. Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan tidur dua kali dalam semalam adalah praktik umum pada masanya.

RelatedPosts :

Tren Viral Makan Baby Wortel Sebelum Tidur, Ini Penjelasan Ahli

Tidur di Venue, Atlet Lompat Tinggi Ukraina Raih Emas Olimpiade

Viral! Teknik Tidur ala Militer yang Bikin Cepat Terlelap dalam 2 Menit

Lalu mengapa pola tidur dua sesi menghilang?

Perubahan besar mulai terjadi dalam dua abad terakhir, terutama akibat munculnya pencahayaan buatan. Pada abad ke-18 dan ke-19, lampu minyak dan lampu gas memungkinkan manusia beraktivitas lebih lama setelah matahari terbenam. Ketika listrik ditemukan, malam tidak lagi identik dengan waktu istirahat. Orang mulai begadang lebih lama, sehingga waktu tidur pun mundur dan akhirnya menyatu dalam satu blok panjang.

Secara biologis, paparan cahaya terang pada malam hari memengaruhi ritme sirkadian atau jam internal tubuh. Cahaya buatan dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membantu kita merasa mengantuk. Akibatnya, kecenderungan tubuh untuk bangun di tengah malam pun berkurang karena pola tidur menjadi lebih padat dalam satu rentang waktu.

Selain faktor cahaya, Revolusi Industri juga memainkan peran besar. Jadwal kerja pabrik menuntut waktu istirahat yang efisien agar sesuai dengan jam kerja tetap. Pada awal abad ke-20, konsep tidur delapan jam tanpa terputus menjadi standar baru yang dianggap ideal dan produktif.

Menariknya, berbagai penelitian modern menunjukkan bahwa tubuh manusia masih menyimpan kecenderungan alami untuk tidur dalam dua sesi. Dalam studi laboratorium yang mensimulasikan malam musim dingin panjang tanpa cahaya buatan dan tanpa jam, peserta sering kembali ke pola tidur dua sesi dengan jeda terjaga yang tenang di tengah malam.

Sebuah penelitian tahun 2017 pada komunitas pertanian di Madagascar yang belum memiliki akses listrik menemukan bahwa banyak warganya masih tidur dalam dua sesi dan bangun sekitar tengah malam. Temuan ini memperkuat teori bahwa segmented sleep adalah pola biologis yang tertanam dalam sejarah manusia.

Rhodes menjelaskan bahwa cahaya bukan hanya mengatur ritme sirkadian, tetapi juga memengaruhi persepsi waktu. Cahaya pagi, yang kaya akan spektrum biru, sangat efektif merangsang produksi kortisol dan menekan melatonin, membantu tubuh merasa segar. Sebaliknya, cahaya redup atau gelap membuat waktu terasa melambat dan lebih panjang.

Fenomena ini terlihat dalam studi isolasi waktu, termasuk penelitian di gua, di mana orang yang hidup berminggu-minggu tanpa cahaya alami sering salah menghitung hari. Tanpa petunjuk cahaya, persepsi waktu menjadi kabur dan mudah tergelincir.

Hal serupa terjadi di wilayah kutub saat musim dingin panjang tanpa matahari terbit. Waktu seolah berhenti. Namun, penduduk asli lintang tinggi cenderung lebih mampu beradaptasi dibanding pengunjung jangka pendek. Sebuah studi tahun 1993 pada populasi Iceland dan keturunannya yang bermigrasi ke Kanada menunjukkan tingkat gangguan afektif musiman (SAD) yang relatif rendah, kemungkinan karena faktor genetik.

Penelitian dari Environmental Temporal Cognition Lab di Keele University juga menunjukkan hubungan kuat antara cahaya, suasana hati, dan persepsi waktu. Dalam eksperimen realitas virtual, adegan dengan cahaya redup terasa lebih lama dibanding adegan siang terang. Efek ini lebih kuat pada peserta dengan suasana hati rendah.

Para ahli tidur menegaskan bahwa terbangun sebentar di malam hari adalah hal normal, terutama saat transisi tahap tidur, termasuk mendekati fase REM yang berkaitan dengan mimpi. Masalah muncul ketika seseorang panik dan mulai menghitung waktu.

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) menyarankan jika tidak bisa tidur setelah sekitar 20 menit, bangunlah dari tempat tidur dan lakukan aktivitas ringan di bawah cahaya redup, seperti membaca, lalu kembali saat mengantuk. Ahli juga menyarankan menutup jam agar tidak terobsesi pada waktu.

Kecemasan, kebosanan, dan cahaya redup dapat membuat waktu terasa berjalan lebih lambat. Sebaliknya, ketenangan dan penerimaan membantu tubuh kembali rileks. Memahami bahwa bangun tengah malam pernah menjadi pola tidur alami manusia dapat mengurangi kecemasan.

Jadi, jika Anda terbangun pukul 3 pagi, mungkin itu bukan tanda gangguan tidur. Bisa jadi itu adalah jejak pola tidur dua sesi yang diwariskan leluhur kita sebuah ritme biologis lama yang masih hidup dalam tubuh modern.

Sumber : www.kumparan.com

Tags: Kebiasaan Lama yang Kini HilangTidurTidur Dua Kali dalam Semalam
Previous Post

Taylor Swift Sabet Gelar Musisi Terlaris Global 2025 Versi IFPI

Related Category

Minum kopi meningkatkan kolesterol atau sebaliknya? Ini kata ahli(Shutterstock/Kingmaya Studio)
MESTITAU

Minum Kopi Bikin Kolesterol Naik, Benarkah? Ini Fakta dan Penjelasannya

by Akbar
February 19, 2026

PILARadio.com - Banyak orang beranggapan bahwa minum kopi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tapi, apakah klaim ini benar-benar tepat?...

Read more
Bulan akan tampak merah semerah darah pada puncak gerhana Bulan total 3 Maret 2026.

Catat Tanggalnya! Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit Indonesia Saat Ramadan

February 18, 2026
Ilustrasi sampah plastik di sungai.

Kementerian Lingkungan Hidup Dukung Fatwa MUI Soal Larangan Buang Sampah di Sungai

February 16, 2026
Dalam foto ilustrasi, tampak logo aplikasi media sosial di sebuah ponsel di New Delhi, India, 22 Maret 2018. (Foto: Chandan Khanna/AFP)

Pemerintah India Perintahkan Platform Medsos Hapus Konten Ilegal dalam 3 Jam

February 13, 2026
Pemerintah Arab Saudi berencana menerbitkan paspor khusus untuk jutaan unta di kerajaan tersebut

Pemerintah Arab Saudi Rencanakan Paspor untuk Unta, untuk Kontrol Populasi dan Jual Beli

February 10, 2026
Leave Comment
TikTok Instagram Youtube Facebook

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

No Result
View All Result
  • HOME
  • STREAMING
  • PEMILU
  • BERINTANs
  • MESTI TAU
  • BERISIK
  • SPORT CORNER

© 2010 - Premium news & magazine theme by PT. Pilar Nada Media Jl. Pilang Raya No.372, Pilangsari, Kec. Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45153.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist