PILARadio.com – Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan China setelah menelan kekalahan telak dengan skor 0-7 dalam laga uji coba internasional. Pertandingan yang digelar pada Minggu (8/2) malam tersebut berlangsung di Indomilk Arena dan menjadi bagian dari rangkaian persiapan Garuda Muda menuju ajang Piala AFF U-17 2026.
Sejak awal pertandingan, Timnas Indonesia U-17 terlihat mendapat tekanan tinggi dari tim China. Baru berjalan 15 menit, gawang Indonesia yang dijaga oleh Noah Leo sudah kebobolan. Gol pembuka dicetak oleh Zhou Songyuan setelah berhasil melewati lini pertahanan Indonesia U-17 yang terlihat kurang rapat dalam mengantisipasi pergerakan lawan.
Tertinggal satu gol membuat Indonesia U-17 mencoba keluar dari tekanan. Namun, dominasi permainan tetap berada di tangan China. Sembilan menit berselang, gawang Garuda Muda kembali kebobolan. Kali ini, Wang Heyi mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di sisi pertahanan Indonesia. Serangan yang dibangun China terlihat matang dan terorganisasi dengan baik, membuat lini belakang Indonesia U-17 kesulitan mengimbangi permainan cepat lawan.
China kembali menambah keunggulan ketika pertandingan memasuki menit ke-42. Zhou Songyuan mencetak gol keduanya dalam laga tersebut. Pemain bertubuh jangkung itu dengan mudah melewati tiga pemain bertahan Indonesia sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper. Gol ini semakin menunjukkan perbedaan kualitas individu antara kedua tim.
Belum sempat Indonesia U-17 bangkit, dua menit berselang gawang kembali kebobolan. Gol keempat China tercipta melalui situasi yang tidak disengaja. Sepakan keras salah satu pemain China membentur kaki Shuai Weihao dan membuat arah bola berubah, sehingga kiper Indonesia mati langkah. Skor 0-4 pun menutup babak pertama pertandingan uji coba internasional tersebut.
Memasuki babak kedua, pelatih sementara Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, melakukan sejumlah rotasi pemain. Pergantian ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bermain sekaligus melihat potensi pemain yang tengah menjalani proses seleksi. Namun, perubahan tersebut belum mampu membendung agresivitas China.
Baru delapan menit babak kedua berjalan, gawang Indonesia U-17 kembali kebobolan. Weigou mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan pemain bertahan Indonesia. Blunder di lini belakang membuat China dengan mudah menambah keunggulan menjadi 5-0.
Dominasi China terus berlanjut sepanjang babak kedua. Pada menit ke-74, Zhang Bolin, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, berhasil mencetak gol keenam untuk China. Gol tersebut kembali memperlihatkan lemahnya koordinasi pertahanan Indonesia U-17 dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan di kotak penalti.
Meski tertinggal jauh, anak-anak asuh Nova Arianto bukan tanpa perlawanan. Timnas Indonesia U-17 sempat menciptakan beberapa peluang melalui skema serangan balik dan bola mati. Namun, penyelesaian akhir yang kurang presisi serta eksekusi yang terburu-buru membuat peluang tersebut gagal berbuah gol. Faktor pengalaman dan ketenangan terlihat menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Petaka kembali datang di masa injury time. Tepat pada menit ke-92, gawang Indonesia U-17 kembali kebobolan melalui sontekan mendatar Ailikamu Yilihong. Gol ketujuh ini menjadi penutup pesta gol China sekaligus membuat pelatih Nova Arianto tampak kecewa dengan reaksi dan konsentrasi para pemainnya di menit-menit akhir pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 0-7 bertahan hingga akhir laga. Meski menelan kekalahan telak, daya juang para pemain Timnas Indonesia U-17 tetap terlihat. Namun, secara teknik, fisik, dan organisasi permainan, China dinilai masih berada satu level di atas Indonesia U-17 yang baru memasuki tahap awal persiapan.
Hasil uji coba internasional ini menjadi evaluasi penting bagi Timnas Indonesia U-17 sebelum tampil di Piala AFF U-17 2026. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, mulai dari koordinasi lini belakang, penguasaan bola, hingga efektivitas penyelesaian akhir.
Ke depan, tim pelatih diharapkan dapat memanfaatkan hasil uji coba ini sebagai bahan pembelajaran. Kurniawan Dwi Yulianto yang terlibat dalam proses pembinaan Timnas kelompok usia muda dituntut untuk mencari dan menyiapkan pemain-pemain yang benar-benar siap bersaing di level internasional.
Uji coba melawan China memang memberikan hasil pahit, namun laga ini menjadi cermin nyata kualitas dan kesiapan Timnas Indonesia U-17 saat ini. Dengan evaluasi yang tepat dan program latihan yang terarah, Garuda Muda diharapkan mampu bangkit dan tampil lebih kompetitif saat berlaga di ajang resmi mendatang.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















