PILARadio.com – Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2027 setelah harus tersingkir pada fase grup Piala Asia U-17 2026. Garuda Muda menutup perjuangan di Grup B dengan hasil kurang memuaskan usai finis di posisi juru kunci klasemen.
Kepastian tersebut didapat setelah Timnas Indonesia U-17 kalah 1-3 dari Jepang U-17 pada pertandingan terakhir Grup B yang berlangsung di King Abdullah Sports City Training Stadium, Selasa malam WIB. Kekalahan itu membuat peluang Garuda Muda untuk melangkah ke babak selanjutnya sekaligus mengamankan tiket Piala Dunia U-17 2027 akhirnya sirna.
Hasil negatif melawan Jepang membuat Indonesia hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang dijalani selama fase grup. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Qatar dan China, Timnas Indonesia U-17 tetap harus menerima kenyataan finis di dasar klasemen Grup B karena kalah dalam perhitungan klasemen mini sesuai regulasi AFC.
Kegagalan ini tentu menjadi pukulan bagi skuad muda Indonesia yang sebelumnya sempat membuka asa untuk bersaing memperebutkan tiket menuju Piala Dunia U-17 2027. Namun, hasil pertandingan terakhir membuat langkah Garuda Muda harus terhenti lebih cepat.
Jepang Terlalu Tangguh untuk Garuda Muda
Pada laga penentuan melawan Jepang, Timnas Indonesia U-17 sebenarnya masih memiliki peluang untuk lolos apabila mampu meraih hasil positif. Namun, Jepang tampil dominan sejak awal pertandingan dan berhasil mengontrol jalannya laga.
Tim Samurai Biru Muda membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Ryoma Tsuyoneshi pada menit ke-28. Gol tersebut membuat Indonesia berada dalam tekanan karena harus mengejar ketertinggalan untuk menjaga peluang lolos.
Memasuki babak kedua, Jepang kembali menunjukkan kualitas permainan mereka. Takeshi Wada sukses menggandakan keunggulan Jepang pada menit ke-59 setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Indonesia.
Garuda Muda sempat memberikan harapan kepada suporter setelah Peres Tjoe mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-70. Gol tersebut sempat membangkitkan semangat pemain Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, Jepang langsung memberikan respons cepat hanya semenit berselang. Arata Okamoto berhasil mencetak gol ketiga untuk Jepang dan membuat Indonesia kembali tertinggal dua gol. Skor 3-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kekalahan tersebut memastikan Indonesia gagal menambah poin di klasemen Grup B. Di saat bersamaan, hasil pertandingan lain antara China dan Qatar justru semakin memperumit peluang Garuda Muda.
Timnas Indonesia U-17 Kalah Regulasi AFC
Pada laga lainnya di Grup B, China U-17 berhasil mengalahkan Qatar U-17 dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat China, Qatar, dan Indonesia sama-sama mengoleksi tiga poin di akhir fase grup.
Situasi ini membuat banyak suporter mempertanyakan alasan Indonesia harus finis sebagai juru kunci Grup B. Sebab, secara jumlah poin, Garuda Muda tidak berbeda dengan dua tim lainnya.
Namun, regulasi AFC memiliki aturan khusus untuk menentukan posisi klasemen apabila ada beberapa tim memiliki poin sama. Penentuan posisi tidak langsung dihitung berdasarkan selisih gol keseluruhan, melainkan melihat hasil pertemuan antar tim yang memiliki poin identik.
Dalam klasemen mini antara Indonesia, China, dan Qatar, Timnas Indonesia U-17 memiliki selisih gol paling buruk. China berada di posisi terbaik dengan selisih gol +1, Qatar memiliki selisih gol 0, sementara Indonesia mencatat selisih gol -1.
Kondisi itulah yang membuat Timnas Indonesia U-17 harus puas berada di posisi terbawah klasemen Grup B. Hasil tersebut sekaligus memastikan Garuda Muda gagal merebut tiket menuju Piala Dunia U-17 2027.
Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2026
Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 sebenarnya dimulai cukup baik. Pada laga pertama Grup B, Garuda Muda berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas China U-17.
Kemenangan tersebut sempat membuka optimisme publik sepak bola Indonesia bahwa Garuda Muda mampu bersaing di turnamen level Asia tersebut. Tiga poin di laga awal juga membuat peluang lolos ke babak berikutnya terbuka cukup besar.
Namun, pada pertandingan kedua, Indonesia harus menelan kekalahan 0-2 dari Qatar U-17. Hasil itu membuat persaingan di Grup B semakin ketat karena seluruh tim selain Jepang masih memiliki peluang lolos.
Kekalahan dari Qatar menjadi titik krusial bagi Indonesia. Sebab, hasil tersebut membuat Garuda Muda harus menghadapi Jepang di laga terakhir dengan tekanan besar untuk meraih poin.
Sayangnya, Jepang yang tampil konsisten sepanjang fase grup berhasil menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim unggulan di turnamen ini. Indonesia pun akhirnya kembali menelan kekalahan dan gagal melangkah lebih jauh.
Hasil Lengkap Grup B Piala Asia U-17 2026
Berikut hasil pertandingan Grup B Piala Asia U-17 2026:
Selasa, 5 Mei 2026
- Jepang 3-1 Qatar
- Indonesia 1-0 China
Sabtu, 9 Mei 2026
- China 1-2 Jepang
- Indonesia 0-2 Qatar
Selasa, 12 Mei 2026
- Indonesia 1-3 Jepang
- China 2-0 Qatar
Dari hasil tersebut, Jepang tampil sebagai juara Grup B dengan poin sempurna dan memastikan langkah ke babak selanjutnya. Sementara itu, China dan Qatar masih mampu unggul dalam klasemen mini dibanding Indonesia.
Evaluasi untuk Timnas Indonesia U-17
Kegagalan lolos ke Piala Dunia U-17 2027 tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi Timnas Indonesia U-17 dan seluruh jajaran pelatih. Garuda Muda sebenarnya mampu menunjukkan potensi permainan yang cukup baik, terutama saat meraih kemenangan atas China.
Namun, konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah utama. Selain itu, penyelesaian akhir dan koordinasi lini pertahanan juga terlihat masih perlu pembenahan, terutama saat menghadapi tim kuat seperti Jepang dan Qatar.
Pengalaman tampil di Piala Asia U-17 2026 diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda Indonesia untuk berkembang ke level yang lebih tinggi. Kompetisi internasional seperti ini menjadi kesempatan penting untuk menambah jam terbang dan mental bertanding.
Meski gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2027, publik sepak bola Indonesia tetap berharap pembinaan usia muda terus berjalan lebih baik. Dengan persiapan yang matang dan kompetisi usia muda yang konsisten, peluang Garuda Muda untuk bersaing di level Asia maupun dunia masih terbuka di masa mendatang.
Sumber : www.bola.com


















