CIREBON, PILARadio – Malam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, keraton di Cirebon, Jawa Barat, Rabu malam, menggelar tradisi Panjang Jimat. Dalam tradisi ini, pihak keraton mengarak benda-benda pusaka peninggalan Walisongo sebagai simbol proses kelahiran serta membawa berbagai makanan. Ribuan warga pun tumpah ruah memadati kawasan keraton untuk ikut memperingati Maulid Nabi. Tradisi ini diharapkan dapat mengajak masyarakat meneladani Nabi Muhammad saw. dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengenakan jubah keemasan, Pangeran Patih Keraton Kanoman Cirebon, Jawa Barat, Muhammad Qodiran, memimpin langsung tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. melalui ritual prosesi tradisi Panjang Jimat. Tradisi ini juga disaksikan langsung oleh Sultan Sepuh Keraton Kanoman ke-10, Muhammad Emirudin.
Dalam tradisi Panjang Jimat ini, lebih dari seratus abdi dalem mengenakan pakaian adat keraton dan mengarak benda-benda pusaka milik keraton yang telah berusia ratusan tahun, sejak zaman leluhur Walisongo. Benda-benda tersebut merupakan sejumlah peralatan prosesi kelahiran milik para leluhur keluarga Keraton Kanoman.
Mengingat benda-benda tersebut memiliki sejarah penting sebagai peninggalan zaman Walisongo, sejumlah abdi dalem sangat berhati-hati saat membawa benda-benda tersebut. Prosesi puncak Panjang Jimat ini juga disaksikan oleh ribuan warga yang telah memadati sepanjang rute, mulai dari Keraton Kanoman hingga Masjid Agung Keraton. Selain mengharapkan keberkahan dalam memperingati Maulid Nabi, warga juga mengaku dapat mengetahui sejarah penyebaran agama Islam di Tanah Jawa yang dilakukan oleh para wali pada zaman dahulu.
“Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Keraton Kanoman Cirebon mengadakan tradisi panjang jimat dimana kita akan mengarak benda-benda pusaka peninggalan Walisongo dan harapannya membawa keberkahan dalam memperingati Maulid Nabi, warga juga mengaku dapat mengetahui sejarah penyebaran agama Islam di Tanah Jawa yang dilakukan oleh para wali pada zaman dahulu.” Ujar Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi.
Sementara itu, tradisi Panjang Jimat juga merupakan ajakan pihak keraton kepada masyarakat agar lebih mendekatkan diri kepada Allah, Sang Pencipta, sambil melantunkan selawat sepanjang prosesi yang dilakukan hingga tengah malam. Tradisi Panjang Jimat selalu digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. untuk mengingat kebesaran Nabi Muhammad serta semakin mendekatkan diri kepada Allah, Sang Maha Pencipta alam.




