CIREBON, PILARadio – Sebuah video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP yang berdiri di area dekat pemakaman di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, viral di media sosial pada Selasa siang. Dalam narasinya, video yang ramai diperbincangkan tersebut menyebutkan bahwa KDMP berdiri di antara area pemakaman dan hanya memiliki akses jalan untuk kendaraan roda dua.
Namun, pihak desa membantah informasi tersebut dan memberikan penjelasan bahwa bangunan KDMP berada di jalur poros yang menghubungkan permukiman, sekolah, dan kawasan pertanian. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan dinilai strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Beginilah gambaran bangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, yang viral di media sosial pada Selasa siang. Video yang ramai diperbincangkan di jagat maya tersebut memperlihatkan lokasi hingga akses menuju KDMP yang disebut berada di jalan setapak dekat area pemakaman.
Bahkan, dalam rekaman video tersebut, perekam menarasikan bahwa bangunan program pemerintah tersebut berada di antara kuburan. Kondisi itu kemudian dianggap tidak lazim dan dinilai tidak semestinya menjadi lokasi pembangunan KDMP di tengah area pemakaman. Namun, kondisi di lokasi ternyata berbeda. Pihak desa menyebut perekam video hanya mengambil gambar dari sudut tertentu yang dianggap menyudutkan dan tidak memperlihatkan secara keseluruhan posisi KDMP yang sebenarnya.
Padahal, bangunan KDMP yang pembangunannya telah mencapai hampir 100 persen tersebut berada di lokasi yang dinilai strategis. Meski demikian, pihak desa tidak menampik bahwa lokasi bangunan memang berada tidak jauh dari area pemakaman. Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan salah satu program pemerintah tersebut berada di antara jalur poros yang menghubungkan permukiman, sekolah, hingga kawasan pertanian yang berada di sekitar bangunan KDMP.
Pihak desa menjelaskan bahwa penempatan bangunan seluas sekitar 600 meter persegi tersebut telah ditentukan berdasarkan hasil musyawarah antara pemerintah desa dan pengurus koperasi. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Nantinya, KDMP di Desa Cigobang direncanakan memiliki berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Fasilitas tersebut antara lain minimarket, klinik, serta tempat untuk menampung dan memasarkan hasil pertanian maupun perkebunan masyarakat. Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut, KDMP diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Desa Cigobang dan wilayah sekitarnya.
“Sebenarnya Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil musyawarah dan dinilai strategis untuk mendukung aktivitas masyarakat di sekitarnya karena dekat dengan sekolah dan rumah warga” Ujar Kepala Desa Cigobang, M. Abdul Zei.
Saat ini, KDMP Desa Cigobang telah menerima satu unit armada beserta sejumlah sarana penunjang lainnya. Meski pembangunan fisik bangunan telah rampung sekitar 95 persen, hingga kini belum ditentukan kapan kegiatan operasional KDMP Desa Cigobang akan mulai dilaksanakan. Pemerintah desa bersama pengurus koperasi masih melakukan sejumlah persiapan sebelum KDMP resmi beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.




