KUNINGAN, PILARadio – Harga beras yang mahal membuat sejumlah produsen kupat di Kabupaten Kuningan menjerit. Salah satu produsen kupat di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, menjadi pusing dengan harga beras yang terus melambung tinggi setiap harinya, pasalnya, beras merupakan bahan utama untuk membuat kupat.
Dalam sehari biasanya, mereka menghabiskan beras untuk kupat sebanyak 50 kilogram, namun sejak naiknya harga beras, kini hanya 30 kilogram saja.
Untuk mengantisipasi kerugian dalam pembuatan kupat, mereka terpaksa harus memperkecil ukuran, bahkan harus menambah modal karena harga beras terus naik setiap harinya.
Salah satu produsen kupat, Nuraeni, mengaku bahwa sejak naiknya harga beras, keuntungannya semakin menipis. Naiknya harga beras membuat sebagian produsen kupat banyak yang berhenti produksi.
“Untuk pembuatan kupat sendiri menggunakan beras medium yang kini harganya melambung dari biasanya Rp 10.500 menjadi Rp 15.000 per kilogramnya,” ujarnya.
Di Desa Karangmangu sendiri merupakan sentra pembuat kupat sejak dulu, jika harga beras kian meroket, para produsen kupat diprediksi akan berhenti beroperasi.
















