CIREBON, PILARadio – H-6 jelang Lebaran, arus lalu lintas jalur mudik di jalur arteri Pantura Cirebon, Jawa Barat, Selasa pagi, mulai tampak ramai dilintasi ribuan pemudik sepeda motor. Sebagian besar pemudik yang didominasi sepeda motor ini umumnya para pedagang dan pekerja buruh pabrik. Mereka sengaja memilih mudik lebih awal guna menghindari kepadatan di jalur Pantura.
Ratusan pemudik sepeda motor yang bergerak dari arah Jabodetabek menuju Jawa Tengah, tampak terlihat di jalur arteri Pantura Cirebon. Seperti yang terpantau di jalur Pantura Klangenan hingga persimpangan lampu merah Plered Weru, ribuan pemudik sepeda motor sudah meramaikan jalur tersebut dan terpantau lancar.
Kendaraan di jalur arteri Pantura Cirebon yang didominasi sepeda motor, dapat melaju dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam dan masih terlihat relatif lancar saat bergerak dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, peningkatan jumlah volume pemudik sepeda motor di jalur arteri ini sudah mulai terlihat.
Para pemudik sengaja melakukan perjalanan mereka di malam hari guna menghindari kepadatan di jalur arteri Cirebon. Umumnya, para pemudik menggunakan sepeda motor untuk menghemat biaya perjalanan, lantaran harga tiket bus maupun kereta api mengalami kenaikan signifikan pada momen mudik. Sebagian besar pemudik sepeda ini adalah para pedagang dan pekerja buruh pabrik yang sudah mulai libur Lebaran.
“Ini mau mudik sama anak istri dari Karawang mau ke Kuningan dari Karawang jam 3 pagi. Untuk kondisi arus lalu lintas lancar. Ini mudik pakai motor karena biar cepat aja kalau pakai kendaraan lain ongkosnya mahal dan terus harus kejar waktu kalau pakai motor agak bebas aja” Ujar seorang pemudik bernama Didin.
Untuk mengamankan arus lalu lintas pada mudik tahun ini, Polresta Cirebon telah menyiapkan sejumlah posko operasi Ketupat di beberapa titik. Diperkirakan volume kendaraan pemudik ini akan terus meningkat hingga sore dan malam hari nanti.