CIREBON, PILARadio – Badan Hisab dan Rukyat Hilal Daerah Kabupaten Cirebon melaksanakan pemantauan hilal di Pantai Baro Gebang. Dari hasil pemantauan menggunakan teleskop milik BHRD dan sejumlah ormas Islam, tidak ada satu pun yang melihat hilal sebagai penanda 1 Ramadan atau awal bulan puasa.
Dalam proses pemantauan hilal 1 Syawal 1447 Hijriah, Badan Hisab dan Rukyat Hilal Daerah berkolaborasi dengan Pengadilan Agama Sumber untuk sekaligus melaksanakan sidang di lokasi pemantauan. Kolaborasi ini dilakukan sesuai dengan aturan dari Mahkamah Agung bahwa rukyat hilal harus dibuka dan ditutup secara resmi oleh Pengadilan Agama.
Ketua BHRD Kabupaten Cirebon menjelaskan, saat ini posisi hilal masih berada di minus nol derajat di bawah ufuk sehingga tidak terlihat dari Pantai Baro Gebang. Sementara itu, agar dapat terlihat, posisi hilal minimal harus berada di ketinggian tiga derajat.
“Secara hitungan falak ini hilal tidak terlihat karena -0 derajat masih dibawah ufuk dan kriteria bulan bisa dilihat itu minimal 3 derajat dan jelas bulan tidak dapat terlihat” Ujar Ketua BHRD Kabupaten Cirebon, KH. Samsudin.
Sementara itu, hasil pemantauan hilal di Pantai Baro Gebang akan langsung dilaporkan ke Kementerian Agama untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat. Cuaca saat pemantauan di Pantai Baro Gebang tertutup awan tebal sehingga hilal dipastikan tidak terlihat, terlebih kondisi koordinat bulan masih minus nol derajat.
Di lain sisi, penetapan 1 Syawal diprediksi akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, atau dengan menggenapkan bulan Ramadan selama 30 hari.


















