CIREBON, PILARadio – Tumpukan limbah kerang hijau menggunung di sepanjang tanggul Sungai Bondet, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membuat resah masyarakat, Selasa siang. Limbah yang berasal dari sentra produksi olahan kerang tersebut bahkan terhampar sepanjang satu kilometer dengan tinggi permukaan mencapai empat meter. Selain menimbulkan aroma tak sedap, keberadaan limbah liar ini juga mempersempit akses jalan menuju muara sungai.
Kondisi tanggul Sungai Bondet di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pada Selasa siang, sepanjang mata memandang dipenuhi hamparan tumpukan limbah kerang hijau hingga menutupi jalan akses menuju muara sepanjang satu kilometer. Bahkan, aktivitas pembuangan limbah produksi kerang ini tampak biasa dilakukan oleh warga, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil.
Meski jauh dari permukiman, aroma tak sedap tercium hingga radius lima ratus meter. Terlebih, kerang-kerang yang baru dibuang di lokasi memicu aroma anyir hingga amis yang menusuk penciuman. Kondisi ini sudah terjadi menahun hingga permukaan limbah kerang mencapai empat meter dari dasar sungai hingga menyembul ke tanggul.
Bagi warga, kondisi tanggul yang dipenuhi limbah kerang ini sangat mengganggu aktivitas, terutama para pemilik tambak maupun warga yang hendak menuju muara sungai. Tak hanya menimbulkan aroma busuk, limbah kerang hijau juga menutup sebagian jalan hingga mempersempit akses utama menuju ujung sungai. Umumnya, limbah ini berasal dari sentra produksi olahan kerang di beberapa desa sekitar lokasi.
“Sangat terganggu adanya bau tidak sedap saat melintas, jalan juga jadi sempit dan ini sampahnya panjang kondisi seperti ini sudah lama ini sumber sampahnya dari muara” Ujar seorang Warga bernama Waliman.
Limbah kerang yang sengaja dibuang di sekitar lokasi tersebut tak pernah diangkut atau dibersihkan. Bahkan kondisinya kian menggunung dan memanjang di sepanjang tanggul sungai. Warga pun berharap pemerintah melakukan pembersihan sekaligus menyediakan tempat penampungan limbah agar tidak terus menimbulkan keresahan.


















