CIREBON, PILARadio – Pasca serangan brutal geng motor di kawasan Pandesan, Kota Cirebon, Jawa Barat, memicu trauma berat para pedagang, Kamis siang. Salah satunya seorang nenek yang enggan berjualan usai melihat insiden yang mengakibatkan kepanikan hebat. Sementara itu, petugas memastikan masih memburu sejumlah anggota geng motor setelah mengamankan enam orang.
Trauma berat, begitulah kondisi nenek Wiryu, warga Kampung Pandesan, Kota Cirebon, Kamis siang. Nenek berusia enam puluh tahun tersebut enggan berjualan di lokasi yang biasa ia tempati usai serangan brutal geng motor pada tiga Mei lalu. Bahkan, ia sempat mengalami ketakutan berat setelah menyaksikan peristiwa kelam yang baru pertama kali dialami dirinya dan warga selama berjualan di lokasi tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian yang mendatangi rumah nenek Wiryu memastikan proses penyelidikan masih terus dilakukan. Kepolisian pun menjamin keamanan di sekitar Jalan Pandesan dan meminta para pedagang untuk kembali beraktivitas seperti biasa. Sejauh ini, sudah ada enam orang yang diamankan dan dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka serangan brutal tersebut.
“Pasca serangan brutal geng motor di kawasan Pandesan, Kota Cirebon, seorang nenek pedagang bernama nenek wiryu mengalami trauma berat dan enggan kembali berjualan usai insiden yang memicu kepanikan. Dan kita langsung melakukan pendampingan untuk mensupport moril dan materilnya dan keamanan seluruh masyarakat Cirebon” Ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar.
Saat kejadian, nenek Wiryu bersama Setiawan, anaknya, tengah berjualan bersama sejumlah pedagang lainnya. Mendadak, puluhan orang dari geng motor berhenti dan melakukan serangan secara sporadis hingga membuat pedagang dan warga panik kocar-kacir berlarian. Bahkan, warung korban pun dirusak dan dijarah.
“Jadi memang setiap hari ibu itu menjaga warung untungnya pas kejadian geng motor ibu itu lagi sholat dan kami berterima kasih sekali kepada Polres Cirebon Kota yang sudah peduli atas kasus ini dan harapannya kami ingin tidak adanya geng motor lagi” Ujar korban serangan geng motor, Setiawan.
Sebelumnya, peristiwa serangan geng motor terhadap pedagang di Kampung Pandesan viral di media sosial. Dalam serangan tersebut, sejumlah warung rusak diserang secara membabi buta oleh sekitar enam puluh anggota geng motor yang melakukan konvoi.


















