CIREBON, PILARadio – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, pada Rabu pagi menyebabkan luapan Kali Cijurai dan memicu longsor di jalur penghubung Nagrak–Logikaum sejak Selasa kemarin. Akibat banjir tersebut, infrastruktur vital berupa jalan penghubung antara Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni amblas dan putus sepanjang 40 meter. Longsoran serta retakan jalan terlihat semakin menyempit akibat tergerus arus deras, sehingga akses transportasi masyarakat lumpuh total sejak Selasa kemarin.
Peristiwa ini mengganggu akses utama warga yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Sedong hingga Kabupaten Kuningan. Selain mengikis badan jalan, luapan air juga sempat masuk ke permukiman warga di sekitar lokasi terdampak.
Sekretaris Desa Karangwuni, Febi Apriadi Habi, menjelaskan hujan deras mulai turun sejak selepas salat Isya hingga menjelang tengah malam. Pemerintah desa bersama unsur Muspika dan instansi terkait langsung melakukan koordinasi penanganan darurat di lokasi bencana.
Petugas gabungan dari PU, PBWS, Polsek, Koramil, serta pihak kecamatan telah turun ke lokasi untuk melakukan penanggulangan sementara agar akses jalan tetap dapat dilalui, khususnya kendaraan roda dua. Menurut Febi, jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat karena menjadi jalur tercepat penghubung warga Sedong dan wilayah Kuningan menuju pasar maupun pusat aktivitas ekonomi.
“Jadi intensitas hujan itu deras jadi mungkin air Sungai Cijurai itu meluap dan kontur tanah disini masih labil dan memang ini bukan titik pertama bahkan ada yang sampai masuk rumah warga. Petugas gabungan dari PU, PBWS, Polsek, Koramil, serta pihak kecamatan telah turun ke lokasi untuk melakukan penanggulangan sementara agar akses jalan tetap dapat dilalui, khususnya kendaraan roda dua.” Ujar Sekdes Karangwuni, Febi.
Pihak desa berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut, terutama perbaikan akses jalan dan penanganan permanen di area rawan longsor dan banjir. Hingga kini, warga dan petugas gabungan masih bersiaga sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.


















