CIREBON, PILARadio – Sejumlah orang tua bersama anaknya di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis pagi, mengaku bingung karena anak mereka tergeser dalam proses Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA negeri. Para orang tua bahkan mendatangi sekolah untuk meminta solusi agar anak mereka tetap bisa diterima dan tidak putus sekolah.
Perpanjangan masa PCMB berdampak pada sejumlah siswa yang sebelumnya masih tercantum dalam daftar calon peserta didik baru di sekolah tujuan. Namun, mereka harus tergeser karena banyak siswa dari pilihan kedua maupun ketiga yang secara administrasi dan skor nilai memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
Kondisi tersebut dirasakan oleh Tri Mulyani, orang tua salah satu siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu. Ia mendatangi SMAN 8 sebagai sekolah tujuan karena kebingungan setelah mengetahui anaknya sudah berada di luar kuota PCMB. Kedatangannya ke sekolah bertujuan untuk meminta penjelasan dan solusi kepada operator sekolah.
“Jadi memang kemarin minta direset semua data dari sekolah SMPnya padahal sudah terdaftar calon peserta didik di sekolah tujuan akhirnya kita mendatangi sekolah tujuan untuk meminta kejelasan” Ujar Orang Tua Murid, Tri Mulyani.
Terkait adanya permasalahan sistem dan berbagai kendala dalam proses PCMB atau SPMB SMA negeri, salah satu pemerhati pendidikan menilai persoalan ini jangan sampai menjadi bencana pendidikan yang berdampak pada kondisi psikologis dan mental anak, terutama bagi mereka yang tergeser dalam persaingan pendaftaran melalui sistem yang berlaku saat ini.
Karena itu, diharapkan proses penerimaan murid baru ke depan dapat kembali mempertimbangkan penggunaan kebijakan berdasarkan nilai NEM dan tes uji kompetensi sebagai salah satu dasar seleksi.
“Salah satu pemerhati pendidikan menilai kendala sistem dalam proses PCMB atau SPMB SMA negeri jangan sampai berdampak pada psikologis siswa yang tergeser dari proses seleksi. Ke depan, penerimaan murid baru diharapkan kembali mempertimbangkan nilai NEM dan tes uji kompetensi sebagai dasar seleksi.” Ujar Pemerhati Pendidikan Kota Cirebon, Hera Damayanti.
Selain itu, sekolah-sekolah juga diharapkan menyediakan ruang khusus untuk layanan informasi dan pengaduan bagi calon siswa maupun orang tua. Fasilitas tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang masih mengalami kesulitan memahami sistem pendaftaran secara daring.









