Festival Pecunan Komunitas Hujan Keruh

Komunitas Pecinta Kebersihan dan Pelestarian Sungai, Hujan Keruh, di Majalengka, Jawa Barat, menggelar Festival Pecunan (Foto : Darfan)

MAJALENGKA, PILARadio – Dalam menjaga kebersihan dan keindahan sungai dari sampah, Komunitas Pecinta Kebersihan dan Pelestarian Sungai, Hujan Keruh, di Majalengka, Jawa Barat, menggelar Festival Pecunan. Dalam festival yang digelar selama dua hari ini, terdapat sejumlah kegiatan, di antaranya balap perahu Pecunan tradisional, Tari Blentung yang melibatkan seribu penari, parade perahu hias, serta ikrar memuliakan sungai yang dibacakan oleh Deputi 3 Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur. Untuk menjaga, merawat, serta mencegah pencemaran lingkungan dan sampah di sungai, Komunitas Hujan Keruh di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, menggelar Festival Pecunan.

Festival ini menjadi salah satu bentuk kampanye mengenai pentingnya melestarikan dan menjaga sungai dari pencemaran lingkungan. Kegiatan diawali dengan penampilan seribu penari dari sejumlah sanggar tari dan pelajar yang membawakan tarian tradisional, yaitu Tari Blentung.

Para penari menampilkan Tari Blentung di atas aliran sungai dan sepanjang tanggul Sungai Cipel ang, di kawasan Bendung Rentang, Jatitujuh. Selain penampilan seribu penari yang membawakan Tari Blentung, Festival Pecunan juga diisi dengan kegiatan penebaran tiga ribu benih ikan nila Nirwana. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan parade karnaval perahu hias yang dibuat oleh warga Jatitujuh yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cipel ang.

“Kita hanya menyediakan ruang kreatif dan kreasi. Festival kali ini berbeda dengan festival sebelumnya karena dilaksanakan 2 hari salah satu yang menarik masayarakat yaitu lomba balap perahu tradisional dan kita juga menampilkan seribu penari yang membawakan Tari Blentung ditutup dengan karnaval rakit hias” Ujar Ketua Panitia Penyelenggara Festival Pecunan dari Komunitas Hujan Keruh, Syarifudin Rahmat

Menariknya, perahu-perahu hias tersebut dibuat dengan memanfaatkan sampah yang sebelumnya dibuang ke sungai. Sampah tersebut kemudian diolah dan dimanfaatkan menjadi bagian dari perahu hias dalam festival. Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Festival Pecunan dari Komunitas Hujan Keruh, Syarifudin Rahmat, Festival Pecunan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat.

Ia mengatakan Festival Pecunan tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah pelaksanaan festival yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Sejumlah kegiatan digelar dalam festival tersebut, mulai dari balap perahu tradisional, Tari Blentung, penebaran benih ikan nila, hingga parade karnaval perahu hias.

Melalui Festival Pecunan, panitia berharap keberadaan sungai dapat terus dijaga kebersihan dan kelestariannya. Festival tahun ini mengangkat tema “Rawat Ruat Aliran Air untuk Menjernihkan Tradisi di Arus Zaman”. Tema tersebut menjadi pesan kepada masyarakat agar menjaga sungai sebagai bagian penting dari lingkungan sekaligus mempertahankan tradisi yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Deputi 3 Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Nazib Faizal, yang menghadiri Festival Pecunan, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Festival Pecunan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan yang tidak hanya berlangsung sebagai agenda rutin masyarakat di tingkat lokal.

“Jadi memang festival ini digelar untuk Untuk menjaga, merawat, serta mencegah pencemaran lingkungan dan sampah di sungai. Acaranya bagus sekali ada juga festival perahu hias juga kita berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin tahunan” Ujar Kepala Deputi 3 Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Nazib Faizal.

Ke depan, Festival Pecunan diharapkan dapat menjadi agenda tingkat nasional dengan melibatkan komunitas pecinta sungai dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan menjaga kebersihan dan kelestarian sungai tidak hanya dilakukan oleh satu komunitas atau satu daerah, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat dari berbagai wilayah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
Your Favorite Channel
--:--
STREAM
Scroll to Top