PILARadio.com –Ed Sheeran menghadapi situasi tidak biasa dalam rangkaian Loop Tour 2026. Penyanyi asal Inggris tersebut kini harus mencari musisi pembuka atau opening act baru setelah sejumlah artis pendukung memutuskan mundur dari tur.
Krisis tersebut terjadi setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari jajaran pengisi acara Loop Tour menyusul pernyataannya mengenai Palestina ketika tampil di MetLife Stadium, New Jersey, pada awal September 2026.
Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore kemudian diikuti pengunduran diri sejumlah musisi lain yang sebelumnya dijadwalkan tampil bersama Ed Sheeran. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, serta band Beoga memilih meninggalkan rangkaian tur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.
Situasi tersebut membuat tim Ed Sheeran harus bergerak cepat mencari pengganti, terutama untuk sejumlah jadwal konser yang masih tersisa.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Ed Sheeran bekerja sama dengan Guitar Center menggelar kompetisi bertajuk Open for Legends. Ajang ini ditujukan kepada musisi independen yang ingin mendapatkan kesempatan tampil sebagai pembuka konser sang penyanyi.
Namun, langkah tersebut justru menghadapi persoalan baru.
Alih-alih langsung mendapatkan banyak kandidat serius, platform pendaftaran Open for Legends malah dibanjiri unggahan meme, video lelucon, pesan protes, serta konten yang menyinggung kontroversi Macklemore.
Kondisi tersebut membuat pencarian opening act baru untuk Ed Sheeran menjadi semakin rumit.
Ed Sheeran Cari Opening Act Baru
Kompetisi Open for Legends diluncurkan oleh Ed Sheeran bersama Guitar Center pada Senin, 14 September 2026.
Program tersebut membuka kesempatan bagi musisi independen untuk mengirimkan video penampilan mereka. Kandidat yang terpilih nantinya mendapatkan kesempatan tampil sebagai opening act di salah satu konser Ed Sheeran.
Salah satu jadwal yang menjadi tujuan kompetisi tersebut adalah konser di Mexico City pada 11 Desember 2026.
Kompetisi itu pada dasarnya memberikan kesempatan bagi musisi yang belum memiliki nama besar untuk tampil di hadapan penonton Ed Sheeran.
Bagi musisi independen, kesempatan tersebut tentu bisa menjadi pintu untuk memperkenalkan karya kepada audiens yang jauh lebih luas.
Namun, situasi yang melatarbelakangi pencarian tersebut membuat Open for Legends tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Kontroversi mengenai Macklemore sudah lebih dulu menjadi perhatian publik. Ketika kompetisi dibuka, sebagian pengguna internet justru memanfaatkan platform tersebut untuk menyampaikan protes.
Entertainment Weekly melaporkan bahwa situs kompetisi dibanjiri berbagai unggahan yang tidak berkaitan dengan tujuan awal pencarian musisi pembuka. Konten berupa meme, lelucon, hingga pesan politik muncul dalam jumlah besar.
Berawal dari Pencoretan Macklemore
Persoalan yang kini dihadapi Ed Sheeran tidak bisa dilepaskan dari keputusan mengeluarkan Macklemore dari Loop Tour.
Macklemore sebelumnya menjadi salah satu musisi pendukung dalam rangkaian konser Ed Sheeran.
Pada 4 September 2026, Macklemore tampil di MetLife Stadium, New Jersey. Dalam penampilannya, rapper tersebut menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan menyerukan “Free Palestine”.
Setelah itu, muncul tekanan terhadap kehadiran Macklemore dalam jadwal konser berikutnya.
Messina Touring Group, promotor untuk rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, kemudian menyatakan bahwa sejumlah venue tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore tetap berada dalam daftar pengisi acara.
Promotor menyebut kondisi tersebut dapat mengancam keberlangsungan konser dan berdampak terhadap para penggemar maupun kru yang terlibat dalam tur.
Akhirnya, Macklemore tidak lagi tampil dalam jadwal tersisa Loop Tour di Amerika Serikat.
Keputusan tersebut kemudian memicu reaksi dari musisi lain.
Finneas hingga Lukas Graham Ikut Mundur
Setelah Macklemore dikeluarkan dari tur, sejumlah musisi yang masih dijadwalkan tampil bersama Ed Sheeran memilih mengundurkan diri.
Finneas menjadi salah satu nama yang mengumumkan keputusan tersebut.
Selain Finneas, ada Lukas Graham dan Aaron Rowe. Band Beoga yang berperan sebagai band pengiring Ed Sheeran juga memutuskan meninggalkan rangkaian tur.
Keempat pihak tersebut mundur setelah Macklemore dikeluarkan dari daftar penampil. Mereka menyatakan keputusan tersebut berkaitan dengan solidaritas terhadap Macklemore.
Dengan mundurnya para musisi tersebut, Ed Sheeran kehilangan sejumlah pengisi acara yang sebelumnya telah disiapkan untuk jadwal konser berikutnya.
Masalahnya bukan hanya soal mencari nama baru untuk tampil selama beberapa puluh menit sebelum konser utama.
Perubahan susunan penampil juga berarti tim tur harus melakukan penyesuaian teknis, produksi, jadwal, dan koordinasi dengan venue.
Karena itu, kompetisi Open for Legends kemudian menjadi salah satu upaya untuk menemukan musisi baru yang dapat mengisi sebagian kekosongan tersebut.
Open for Legends Jadi Sorotan
Guitar Center menjadi mitra dalam program Open for Legends.
Melalui kompetisi tersebut, musisi independen diberikan ruang untuk mengirimkan video penampilan. Tujuannya adalah menemukan talenta baru yang dianggap cocok untuk menjadi pembuka konser Ed Sheeran.
Konsep seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam industri musik.
Musisi pendatang baru sering menggunakan panggung pembuka konser artis besar untuk memperkenalkan karya mereka kepada penonton yang lebih luas.
Namun, Open for Legends kali ini muncul dalam situasi yang berbeda.
Kompetisi tersebut diluncurkan ketika Ed Sheeran sedang menjadi sorotan akibat persoalan Macklemore.
Akibatnya, perhatian publik terhadap kompetisi tidak hanya tertuju pada musisi yang mendaftar.
Platform tersebut juga menjadi tempat sebagian pengguna internet menyampaikan reaksi terhadap kontroversi Loop Tour.
Situs Pendaftaran Dibanjiri Meme
Entertainment Weekly melaporkan bahwa laman kompetisi Open for Legends dibanjiri unggahan yang tidak semuanya merupakan video audisi serius.
Sejumlah pengguna mengunggah meme dan video lelucon. Ada pula konten yang secara langsung menyampaikan protes terhadap Ed Sheeran.
Sebagian unggahan membawa pesan dukungan terhadap Palestina.
Beberapa pengguna juga memasukkan tautan yang mengarah ke organisasi kemanusiaan yang menyediakan bantuan untuk warga Palestina, termasuk Gaza Soup Kitchen dan UNRWA.
Ada pula unggahan yang menggunakan klip dari video musik Macklemore, termasuk lagu “Thrift Shop”, sebagai bagian dari aksi protes.
Dengan kondisi tersebut, pencarian musisi pembuka melalui kompetisi yang seharusnya menjadi ajang menemukan talenta baru justru berubah menjadi ruang perdebatan publik.
Tim penyelenggara harus menghadapi banjir konten yang tidak berkaitan langsung dengan proses seleksi musisi.
Pernyataan Ed Sheeran Ikut Disorot
Sikap Ed Sheeran dalam kontroversi Macklemore juga menjadi bagian dari perdebatan di media sosial.
Ed Sheeran sebelumnya memberikan penjelasan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore dari Loop Tour bukan berasal darinya.
Dalam pernyataannya, Sheeran mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan promotor dan pihak pengelola venue.
Ia juga menyebut telah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar.
Sheeran mengatakan dirinya berdiskusi dengan pihak pengelola lokasi selama beberapa hari.
Ia juga menyebut Robert Kraft sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.
Menurut penjelasan Sheeran, dirinya juga berkomunikasi langsung dengan promotor serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam persoalan tersebut.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan promotor dan pengelola venue.
Ed Sheeran Sebut Bukan Dirinya yang Memecat Macklemore
Ed Sheeran secara khusus menegaskan bahwa pencoretan Macklemore bukan merupakan keputusan pribadinya.
Dalam pernyataannya, Sheeran menjelaskan bahwa kontrak Macklemore untuk tur tersebut dibuat dengan pihak promotor.
Dengan demikian, menurut Sheeran, dirinya bukan pihak yang mengambil keputusan untuk mengakhiri keterlibatan Macklemore dalam tur.
Penjelasan tersebut disampaikan setelah muncul pertanyaan mengenai posisi Sheeran dalam persoalan tersebut.
Di tengah kontroversi yang berkembang, Sheeran juga mengatakan dirinya berusaha mencari jalan tengah.
Associated Press melaporkan bahwa Sheeran mengatakan dirinya mencoba menjembatani pihak-pihak yang terlibat, sementara promotor dan venue tetap memiliki peran penting dalam keputusan akhir.
Kontrak Macklemore dengan Promotor
Dalam penjelasannya, Ed Sheeran juga menyoroti hubungan kontraktual Macklemore dengan penyelenggara tur.
Macklemore memang tampil sebagai salah satu supporting act dalam rangkaian Loop Tour. Namun, menurut Sheeran, kontrak rapper tersebut dibuat dengan pihak promotor, bukan dengan dirinya secara langsung.
Hal itu menjadi salah satu dasar penjelasan Sheeran ketika menyatakan bahwa keputusan pencoretan berada di luar kewenangannya.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai hubungan antara artis utama, promotor, pengelola venue, dan musisi pendukung dalam sebuah tur berskala besar.
Dalam industri konser, masing-masing pihak memiliki tanggung jawab dan kepentingan yang berbeda.
Artis utama menjadi pusat pertunjukan, promotor mengatur penyelenggaraan tur, sedangkan venue menentukan aturan dan persyaratan yang berlaku di lokasi konser.
AP juga mencatat bahwa promotor memiliki peran penting dalam penyelenggaraan konser, meskipun artis utama biasanya memiliki pengaruh besar terhadap elemen-elemen pertunjukan.
Kontroversi Tidak Berhenti Setelah Macklemore Pergi
Pencoretan Macklemore sebenarnya diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang muncul menjelang rangkaian konser berikutnya.
Namun, keputusan tersebut justru memunculkan masalah baru.
Pengunduran diri Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga membuat susunan tur berubah cukup besar.
The Washington Post melaporkan bahwa ketiga musisi pembuka yang masih dijadwalkan untuk konser-konser berikutnya mengumumkan keputusan mundur pada 15 September 2026.
Sementara itu, Beoga yang menjadi bagian dari band pengiring Ed Sheeran juga meninggalkan tur.
Akibatnya, tim Ed Sheeran tidak hanya kehilangan sejumlah opening act, tetapi juga menghadapi perubahan pada sisi musik pertunjukan.
Situasi tersebut membuat pencarian pengganti menjadi kebutuhan yang harus segera dilakukan.
Konser Loop Tour Tetap Berjalan
Meski menghadapi persoalan dengan para musisi pendukung, Loop Tour Ed Sheeran tetap dijadwalkan berlanjut.
Los Angeles Times melaporkan bahwa konser Ed Sheeran berikutnya di Philadelphia tetap dijadwalkan berlangsung, meski susunan musisi pendukung belum sepenuhnya ditentukan.
Pertunjukan di Philadelphia dijadwalkan pada 19 September 2026.
Artinya, tim tur memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan penyesuaian terhadap susunan penampil.
Situasi tersebut juga menjelaskan mengapa pencarian musisi melalui Open for Legends menjadi penting.
Namun, jika platform audisi justru dipenuhi konten protes dan unggahan palsu, proses menemukan kandidat yang sesuai tentu menjadi tantangan tersendiri.
Mexico City Menjadi Target Pencarian Opening Act
Salah satu tujuan utama kompetisi Open for Legends adalah mencari musisi yang nantinya dapat tampil dalam konser Ed Sheeran di Mexico City pada Desember 2026.
Mexico City menjadi salah satu kota penting dalam perjalanan Loop Tour.
Dengan skala penonton yang besar, kesempatan tampil sebagai pembuka Ed Sheeran dapat menjadi pengalaman besar bagi musisi independen.
Karena itu, kompetisi tersebut sebenarnya menawarkan kesempatan yang cukup menarik bagi talenta baru.
Namun, kontroversi yang sedang berlangsung membuat ajang tersebut mendapat perhatian dari kelompok pengguna internet yang tidak berkaitan dengan peserta audisi.
Meme dan pesan protes akhirnya ikut memenuhi platform yang disediakan untuk kompetisi.
Musisi Independen Tetap Mendapat Kesempatan
Di tengah kontroversi tersebut, Open for Legends tetap memiliki tujuan utama untuk mencari talenta baru.
Musisi independen yang serius mengikuti kompetisi memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan mereka.
Konsep tersebut juga menjadi salah satu cara bagi artis besar untuk menemukan bakat baru yang mungkin belum dikenal secara luas.
Bagi peserta, kesempatan tampil di depan penonton Ed Sheeran dapat menjadi bagian penting dari perjalanan karier.
Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana penyelenggara akan menangani banyaknya unggahan yang tidak berkaitan dengan audisi.
Hal tersebut menjadi tantangan teknis sekaligus kuratorial dalam proses seleksi.
Media Sosial Menjadi Ruang Perdebatan
Kasus Ed Sheeran dan Macklemore juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat memengaruhi pemberitaan sebuah tur musik.
Awalnya, persoalan tersebut berkaitan dengan susunan penampil dalam sebuah konser.
Setelah Macklemore dikeluarkan, muncul pernyataan dari berbagai pihak.
Kemudian musisi lain memutuskan mundur.
Setelah itu, kompetisi Open for Legends yang dibuat untuk mencari pengganti juga menjadi sasaran aksi protes.
Setiap perkembangan akhirnya mendapat perhatian luas di media sosial.
Bagi Ed Sheeran, persoalan tersebut tidak lagi sekadar masalah pergantian opening act.
Perdebatan telah berkembang menjadi pembicaraan mengenai kebebasan berekspresi, posisi artis dalam isu politik, serta hubungan antara musisi dengan promotor dan pemilik venue.
Berbagai pihak memiliki pernyataan dan alasan masing-masing mengenai persoalan tersebut.
Posisi Macklemore Setelah Dikeluarkan
Macklemore sendiri tetap memberikan pernyataan setelah tidak lagi menjadi bagian dari Loop Tour.
Rapper tersebut mempertahankan pandangannya mengenai dukungan terhadap Palestina.
Ia juga menyatakan bahwa keterlibatannya dalam tur memiliki arti penting bagi dirinya.
Pitchfork melaporkan bahwa Macklemore berencana menyumbangkan pendapatan bersihnya dari tur tersebut, yang disebut mencapai sekitar US$1 juta, kepada sejumlah organisasi bantuan bagi warga Palestina.
Pernyataan tersebut membuat kontroversi terus menjadi perhatian publik meski Macklemore sudah tidak lagi tampil dalam tur.
Ed Sheeran Pilih Menjelaskan Posisi
Di sisi lain, Ed Sheeran berusaha menjelaskan posisi dirinya.
Ia mengatakan keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya.
Sheeran juga menyampaikan bahwa dirinya telah berusaha mencari jalan keluar dengan berbicara kepada sejumlah pihak.
Menurut Sheeran, keputusan tersebut pada akhirnya berada di tangan promotor dan pengelola venue.
Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu materi yang kembali dibahas oleh pengguna internet ketika kompetisi Open for Legends dibuka.
Sejumlah unggahan dalam platform kompetisi menyindir pernyataan Sheeran mengenai sikap netralnya.
Perjalanan Loop Tour Belum Selesai
Loop Tour Ed Sheeran masih memiliki sejumlah jadwal pertunjukan hingga akhir 2026.
Dengan keluarnya beberapa musisi pendukung, tim tur harus melakukan penyesuaian.
Jadwal konser tetap menjadi perhatian karena setiap perubahan pengisi acara dapat berdampak pada produksi pertunjukan.
Untuk sementara, konser berikutnya tetap dijadwalkan berlangsung.
Sementara itu, pencarian musisi baru melalui Open for Legends menjadi salah satu cara untuk mengisi sebagian kekosongan.
Belum dapat dipastikan apakah semua posisi opening act yang kosong akan diisi oleh peserta kompetisi tersebut.
Namun, kompetisi itu memperlihatkan bahwa tim Ed Sheeran sedang mencari solusi untuk persoalan yang muncul setelah sejumlah musisi meninggalkan tur.
Ed Sheeran Hadapi Tantangan Baru
Persoalan yang muncul dalam Loop Tour menunjukkan bagaimana perubahan satu nama dalam daftar penampil dapat berdampak pada keseluruhan rangkaian konser.
Macklemore awalnya merupakan salah satu musisi pendukung.
Setelah dirinya dikeluarkan, sejumlah artis lain ikut meninggalkan tur.
Kini, tim Ed Sheeran harus mencari pengganti di tengah perhatian publik yang tinggi.
Kompetisi Open for Legends yang bekerja sama dengan Guitar Center menjadi salah satu langkah tersebut.
Namun, platform tersebut justru mendapatkan serbuan unggahan meme dan pesan protes.
Situasi ini membuat pencarian opening act baru menjadi semakin menarik perhatian.
Bagi Ed Sheeran, pekerjaan rumahnya bukan hanya memastikan konser tetap berjalan, tetapi juga menyusun kembali tim penampil yang sebelumnya sudah dipersiapkan.
Sementara bagi musisi independen, Open for Legends tetap membuka peluang untuk mendapatkan panggung besar.
Bagaimana hasil akhir pencarian tersebut masih akan menjadi bagian dari perkembangan Loop Tour berikutnya.
Yang jelas, kontroversi Macklemore telah memberikan dampak langsung terhadap susunan tur Ed Sheeran. Setelah Macklemore dikeluarkan, Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga ikut meninggalkan tur.
Kini Ed Sheeran dan timnya harus mencari musisi pengganti.
Kompetisi Open for Legends bersama Guitar Center menjadi salah satu jalan yang ditempuh untuk menemukan talenta baru. Namun, kompetisi tersebut juga menghadapi persoalan tersendiri setelah dibanjiri meme, video lelucon, dan pesan protes dari pengguna internet.
Di tengah situasi tersebut, Loop Tour tetap berjalan sesuai jadwal yang diumumkan.
Perkembangan selanjutnya akan menentukan siapa yang akhirnya mengisi posisi opening act dalam konser-konser Ed Sheeran berikutnya, termasuk agenda di Mexico City pada Desember 2026.
Sumber : www.cnnindonesia.com


