CIREBON, PILARadio – Jelang perayaan Imlek 2577 Kongzili, warga keturunan Tionghoa di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu pagi, menggelar cuci rupang dewa-dewi di Vihara Dewi Welas Asih. Pembersihan rupang itu sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa sekaligus rasa syukur menyambut Imlek Tahun Kuda Api.
Vihara Dewi Welas Asih Kota Cirebon bersolek menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Warga keturunan Tionghoa pun tengah disibukkan dengan melakukan pembersihan rupang dewa-dewi di 19 altar persembahyangan.
Cuci rupang ini sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewi dan simbol rasa syukur menyambut Imlek dengan shio Tahun Kuda Api. Pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Romo Jinawi, mengatakan cuci rupang ini menjadi agenda tahunan menjelang perayaan Imlek. Tradisi ini memiliki makna membersihkan diri serta menghantarkan dewa ke langit untuk melaporkan perilaku manusia di bumi.
“Jelang imlek biasanya melakukan kerja bakti untuk memebersihkan Vihara diantaranya pembersihan rupang dewa-dewi di 19 altar persembahyangan. Cuci rupang ini sebagai bentuk penghormatan kepada dewa-dewi dan simbol rasa syukur menyambut Imlek dengan shio Tahun Kuda Api.” Ujarnya.
Rupang dewa-dewi yang sudah dibersihkan ini nantinya digunakan dalam prosesi persembahyangan umat Buddha pada puncak perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2026.


















