PILARadio.com – Grup K-pop dunia, BTS, diincar pemerintah untuk membantu mempromosikan pariwisata Indonesia menjelang konser mereka di Jakarta pada Desember 2026. Momentum konser BTS di Jakarta dinilai sebagai peluang emas untuk memperkenalkan destinasi wisata dan kekayaan budaya Nusantara kepada dunia internasional, khususnya pasar Korea Selatan dan penggemar global.
Rencana kolaborasi promosi pariwisata Indonesia melalui konser BTS tersebut disampaikan oleh Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan arahan langsung dari Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri, agar kehadiran BTS tidak hanya menjadi agenda hiburan semata, tetapi juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata nasional.
Menurut Vinsensius, pemerintah ingin menjalin kerja sama yang bersifat kolaboratif dengan BTS, bukan sekadar memanfaatkan popularitas grup tersebut. “Bagaimana caranya kita bisa ikut, bukan dalam memanfaatkan, tapi berkolaborasi untuk mempromosikan Indonesia lewat konser BTS ini,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/2).
Ia menambahkan, setidaknya potensi wisata dan budaya Indonesia dapat ikut dipromosikan di sela-sela agenda konser BTS di Jakarta. Dengan basis penggemar global yang sangat besar, BTS dinilai memiliki daya jangkau promosi yang luar biasa, termasuk melalui media sosial dan pemberitaan internasional.
Konser BTS di Jakarta Jadi Momentum Promosi Wisata Indonesia
BTS dijadwalkan menggelar konser di Jakarta pada 26 dan 27 Desember 2026. Konser tersebut dipromotori oleh iMe Indonesia, yang sebelumnya juga sukses menghadirkan berbagai konser K-pop berskala besar di Tanah Air.
Jakarta menjadi salah satu kota dalam rangkaian tur dunia BTS bertajuk Arirang. Sebelum tiba di Indonesia, BTS akan lebih dulu menyelesaikan konser empat hari di Singapura yang berakhir pada 22 Desember 2026. Setelah dari Jakarta, mereka dijadwalkan melanjutkan tur ke Melbourne dan Sydney pada Februari 2027.
Dengan jadwal yang padat tersebut, pemerintah menyadari waktu kunjungan BTS di Indonesia kemungkinan cukup terbatas. Meski demikian, peluang promosi tetap terbuka lebar, terutama jika kerja sama dapat dirancang secara strategis bersama promotor dan manajemen artis.
Vinsensius mengungkapkan bahwa Menteri Pariwisata telah memintanya segera mengadakan rapat dan mengundang pihak promotor untuk membahas skema kolaborasi promosi. Tim Kementerian Pariwisata pun telah meminta waktu untuk audiensi guna menyusun konsep kerja sama yang saling menguntungkan.
Tawaran Famtrip dan Promosi Destinasi di Luar Bali
Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah mengajak BTS mengikuti kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke sejumlah destinasi unggulan Indonesia. Program famtrip ini memungkinkan artis atau figur publik mengunjungi lokasi wisata tertentu untuk kemudian membagikan pengalaman mereka kepada publik.
Pemerintah berharap BTS dapat mengunjungi destinasi wisata selain Bali, yang selama ini sudah sangat dikenal wisatawan mancanegara. Menurut Vinsensius, masih banyak destinasi unggulan Indonesia di luar Bali yang belum terekspos secara maksimal di pasar global, termasuk pasar Korea Selatan.
“Warga Korea sendiri dan wisatawan negara lain selama ini banyak hanya tahu Bali, tapi masih banyak destinasi di luar Bali yang mereka belum tahu,” ujarnya.
Selain destinasi wisata alam, pemerintah juga ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Nusantara kepada BTS. Ragam makanan khas Indonesia, seni pertunjukan tradisional, hingga kearifan lokal di berbagai daerah dapat menjadi bagian dari paket promosi terpadu.
Namun, jika waktu kunjungan BTS sangat singkat, pemerintah setidaknya berharap dapat memperkenalkan pesona Kota Jakarta, termasuk budaya Betawi, ikon kota, serta potensi ekonomi kreatifnya. Dengan demikian, konser BTS di Jakarta tidak hanya berdampak pada industri hiburan, tetapi juga memperkuat branding ibu kota sebagai destinasi wisata urban yang menarik.
Strategi Beyond Ordinary untuk Pariwisata Indonesia
Pemerintah mengusung semangat “Beyond Ordinary” untuk mendorong promosi destinasi di luar Bali. Konser BTS di Jakarta dinilai sebagai momentum tepat untuk menyampaikan pesan tersebut kepada audiens global.
Dengan jutaan penggemar atau ARMY yang tersebar di berbagai negara, setiap aktivitas BTS berpotensi menjadi sorotan media internasional. Jika BTS membagikan pengalaman mereka tentang Indonesia melalui platform digital, dampaknya bisa sangat besar terhadap citra pariwisata nasional.
Vinsensius menekankan bahwa para penggemar BTS dapat menjadi garda terdepan dalam membantu mempromosikan keindahan Indonesia. Antusiasme ARMY yang kerap membuat konten kreatif, vlog perjalanan, hingga unggahan media sosial dapat memperluas jangkauan promosi secara organik.
Kolaborasi antara pemerintah, promotor, dan manajemen BTS diharapkan dapat menghasilkan konsep promosi yang inovatif dan autentik. Bukan sekadar menampilkan logo atau slogan, tetapi menghadirkan pengalaman nyata yang bisa diceritakan kembali kepada dunia.
Dampak Ekonomi dan Citra Internasional
Kehadiran BTS di Jakarta pada Desember 2026 diprediksi tidak hanya mendatangkan ribuan penonton dari dalam negeri, tetapi juga wisatawan mancanegara. Lonjakan kunjungan tersebut berpotensi meningkatkan okupansi hotel, pergerakan transportasi, serta konsumsi di sektor kuliner dan ritel.
Jika dikemas dengan strategi promosi yang tepat, konser BTS di Jakarta dapat menjadi katalis bagi peningkatan citra Indonesia sebagai destinasi wisata dan penyelenggara event internasional. Pemerintah berharap momentum ini tidak terlewatkan begitu saja.
Dengan kolaborasi yang terencana, konser BTS bukan hanya menjadi ajang hiburan spektakuler, tetapi juga sarana efektif untuk memperkenalkan pesona alam, budaya, dan keramahan Indonesia kepada dunia. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pariwisata nasional secara berkelanjutan dan memperluas pasar wisatawan mancanegara di masa mendatang.
Sumber : www.cnnindonesia.com


















