CIREBON, PILARadio – Musim kemarau membuat sejumlah wilayah mulai mengalami kekurangan air bersih. Salah satunya di wilayah Cadas Ngampar, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa siang. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air, Pemerintah Kota Cirebon mulai mendistribusikan air bersih dengan mengisi toren dan tempat penampungan air berkapasitas ribuan liter.
Sebagian wilayah di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, seperti di Cadas Ngampar, masyarakat mulai mengalami kekurangan air bersih. Bak penampungan yang biasa digunakan warga bahkan airnya sudah menyusut dan tidak jernih lagi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Kota Cirebon bergerak mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Penyaluran air bersih tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida, dengan mengecek kondisi toren dan tempat penampungan besar berkapasitas 15 ribu liter. Pasalnya, terdapat titik sumur bor di wilayah RW 8, tetapi pasokan air dari sumur tersebut belum maksimal.
Sementara itu, kendala lainnya adalah ukuran pipa dari tempat penampungan menuju rumah warga yang tergolong kecil sehingga aliran air belum maksimal. Untuk tahap awal, pemerintah mengisi 4 ribu liter air bersih ke toren dan tempat penampungan. Rencananya, sebanyak tiga tangki air akan dikirim setiap satu minggu sekali agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau panjang.
“Jadi memang setiap tahun permasalahan air bersih di Cadas Ngampar jarang ditangani dengan baik yang memang daya tamping untuk toren sendiri disini berkapasitas 15 ribu liter untuk tahap awal kita akan mengisi 4 ribu liter nanti akan ada 3 tangki air yang dikirim setiap minggunya” Ujar Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati.
Sementara itu, di RW 8 Cadas Ngampar, setidaknya terdapat lebih dari 3 ribu warga. Namun, untuk sementara, toren dan tempat penampungan air yang tersedia baru dapat dimanfaatkan oleh sekitar 300 kepala keluarga. Pihak RW juga diminta segera melaporkan kepada kelurahan maupun BPBD apabila terdapat warga di lingkungan RT yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air. Laporan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan PDAM untuk dilakukan penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan.



