CIREBON, PILARadio – Ratusan siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Kota Cirebon, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual, pusing, muntah, hingga diare pada Selasa sore. Para siswa yang sebelumnya mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gejala tersebut hingga kondisi mereka melemah dan harus dibawa ke IGD. Kepanikan pun terjadi setelah jumlah pelajar yang datang membludak, sehingga petugas menyiapkan sejumlah ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit lain.
Dalam kondisi lemas, puluhan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dilarikan ke rumah sakit pada Selasa sore. Para siswa mengeluhkan mual, pusing, sakit perut, hingga diare setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis di sekolah. Bahkan, beberapa siswa diantar oleh orang tua mereka dalam kondisi pucat setelah mengeluarkan banyak cairan.
Berdasarkan pantauan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Putra Bahagia, lebih dari lima puluh orang mendapatkan penanganan medis. Para siswa yang mengonsumsi MBG di sekolah baru merasakan gejala pada sore hari. Bahkan, puluhan siswa harus menjalani rawat inap lantaran kondisi mereka melemah setelah mengalami muntah dan diare.
Orang tua mengaku sempat curiga melihat kondisi anak mereka yang pucat pada sore hari. Saat ditanya, sang anak mengaku mengonsumsi sup telur puyuh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalijaga Lima yang dirasa sudah asam dan tidak enak dimakan. Para siswa diduga tidak menyadari bahwa sup tersebut sudah tidak layak dikonsumsi.
“Awalnya muntah terus BAB menurut anak itu sayur telur puyuh sudah bau. Jadi memang kejadiannya sore, pas pulang sekolah masih normal aja nah di jam 3 sore mulai mual dan BAB” Ujar orang tua siswa, Doni Armandi.
Hingga saat ini, siswa yang diduga mengalami keracunan terus berdatangan. Petugas TNI dan Polri bahkan menyiapkan lebih dari sembilan ambulans untuk mengevakuasi siswa ke sejumlah rumah sakit lain. Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan diperkirakan mencapai ratusan orang, termasuk guru dari sejumlah sekolah.


